Ex-love

Ex-love
Penerimaan



"Selamat sore Pak. Saya Niel Kyouko. Mohon kerja sama nya."


"Wah dek Niel. Ayo duduk."


"Ya. Terima kasih."


Niel melakukan Interview-nya setelah tertidur capek dari drama dan mental down menerima bentakan Zahwa. Dengan penampilan formal, Niel berdoa semoga semuanya lancar dan di terima menjadi staff editor manga serta novel. Ini cocok dengan nya yang harus belajar mencari uang lebih, memperbanyak buku dan menjadi novelis terkenal.


"Terimakasih Dek Niel. Besok akan saya kabarkan."


"Terima kasih. Pak Yato." mereka berdua berjabat tangan.


Niel diberi tahu kalau belajar bercakap dan mengekspresikan mimik mulut dengan bagus busa memperbaik hubungan para pelanggan, agar tidak takut berbicara dengan nya.


Karena tugas nya mencetak manga dan novel menjadi buku bukan berarti pekerjaan nya buruk, Niel senang bisa melaporkan hasil naskah pada mangaka terkenal.


Waktu kerja yang diminta Niel selama 6 jam, persyaratan nya bila 1 hari tidak kerja, 3,5% hasil gaji akan di potong, kalau mengerjakan dokumen tapi tidak datang ke kantor hanya mengurangi skor rekomendasi editor, karena poin kehadiran belum tercukupi.


(Peraturan ini karangan oleh author. Tidak ada kaitannya dengan aturan di dunia nyata.)


"Sial. Aku lupa membawa sepeda." gerutu Niel.


Karena tidak mau capek berjalan ke rumah, dia membuka ponsel nya untuk menghubungi Laurent. Meminta untuk di jemput karena lupa membawa duit lebih, untung saja Laurent masih bangun dan bisa menjemputnya dengan mobil Yui.


5 menit kemudian. Brummm... Niel kaget kalau Laurent bisa beli mobil sebagus ini.


"Ahh... Boleh aku minta sesuatu Niel?" tanya Laurent yang memulai obrolan.


"Katakan. Hmmm... Ini mobil siapa?" tanya balik Niel.


"Mobil nya Mas Yui. Aahhhh... Boleh aku kencan dengan Zahwa?" bibir Laurent terasa mati rasa karena gugup.


"Jangan bilang begitu. Zahwa pasti udah milih kamu, Bahagia-in dia." ucap Niel.


"Lagipula meminta nya jangan ke aku. Lebih susah minta ke kak Yui, langsung..." Niel memberi senyum tajam.


"Niel. Aku, sangat berterima kasih." kata Laurent.


Niel mengatakan sesuatu yang jelas dan singkat kalau dia memperboleh-kan Laurent bersama Zahwa. Menurut Niel, Zahwa itu sangat pilih-polih pria yang di sukai-nya, modal ganteng masih belum cukup mengambil hati Zahwa. Asal berjuang, peluang mendapatkan-nya sangat besar.


"Omong-Omong. Kamu sekuat apa Niel sampai bisa mengalahkan-" Laurent mencoba basa-basi.


"Aku bisa meninggalkan Rin kapan saja. Aku mau hidup tenang, setiap pagi, malam melihat senyumnya aja udah seperti di surga. Aaahhh..." menghembuskan nafas panjang seolah putus asa.


"Aku mendukung kalian, kamu udah dewasa Niel. Coba-coba menjadi pekerjaan itu udah bagus."


Mobil berhenti mendadak, dan jalan lagi. Karena laurent kaget bukan main mendengarnya, tangan nya yang menyetir bergetar, dan kembali bertanya.


"Niel! Apa kamu bodoh? Pikirkan Rin!" Bentak Laurent dengan suara keras.


"Bercanda. Hahaha. Kamu lucu banget kalau marah." Niel tertawa dan menepuk pundak Laurent.


"Jangan bilang itu hal lucu. Berurusan dengan Yakuza sangat berbahaya. Lihat tatonya aja udah ngeri."


"Melihat Rin hidup bahagia adalah tujuan mutlak-ku. Jangan khawatir!" mobil berhenti karena sudah sampai di kediaman Megumin.


Kondisi rumah hanya ada Zahwa yang menonton tv ditemani popcorn, membuat Niel bertanya-tanya. Sebenarnya Laurent sama Zahwa itu ngapain saja mumpung rumah sepi.


"Apa aku mengganggu kalian? Zahwa. Kamu cantik banget." mata Niel memalingkan pandangan.


"M-Makasih Niel. Kamu mau ikut nonton film?" ajaknya.


Niel duduk di sofa dan sedikit menyemil popcorn, Zahwa mengajak nya ngobrol.


"Niel. Kondisi Rize bagaimana?" tanya Zahwa yang mendekat di pipi Niel.


"Jujur. Aku kasihan. Ehhh...Wajah mu terlalu deket!" muka Niel memerah.


"Kamu udah akrab dengan Rize? Aku dulu sempet memarahi nya, yaa. Karena nembak terang-terangan." Zahwa mencium pipi Niel.


"Udah. Tapi banyak hal yang terjadi. Aku mau pulang Zahwa."


"Loh Niel. Nggak nginep disini?" tanya Laurent.


"Makasih mas. Jangan aneh-aneh ya. Aku mau ketemu begal. Biar kubunuh." ucap Niel yang bercanda, tapi tajam dan nyelekit.


"Hati-hati Niel. Bercanda mu emang lucu."


Kedatangan Niel yang sudah larut meng-khawatirkan Nagisa dan Hiruka. Niel mencoba sms Rin sebelum tidur, mengajak Rin untuk jalan-jalan besok.


Dan hari sabtu yang cerah ini berakhir, sebelum datang tahun baru, Niel merencanakan sesuatu yang meriah. Supaya Zahwa senang dan menjadi kenang-kenangan indah di hari esok, menjelang ajal menjemput yang tidak di ketahui siapa-siapa kecuali tuhan.


Maaf ya gays. Kita jarang up!


ch ini di ketik oleh Yantooo.


tx:)