Ex-love

Ex-love
Niel Pulang Kampung ( part 1 )



Niel bersama Yuki berangkat ke kampung halaman nya yaitu Nagano yang memiliki wisata pegunungan yang terkenal. Sebelumnya meminta izin ibu dan ayah Zahwa, dan mereka memberi nya biaya dan mengizinkan.


Niel juga meminta izin kepada Rin dan Kameza, Mereka menggunakan kereta. Yuki berpakaian sangat anggun, sampai mereka dikira pengantin baru yang liburan.


Rumah Nenek nya sebelah dengan jalan masuk ke arah gunung, membuka toko ramen yang ramai setiap saat. Ini adalah keluarga bagian Ibu nya, dan tak ada kontak lagi dengan keluarga ayahnya.


Paman Niel adalah pengusaha sekaligus ayah Yuki, namun semua itu berubah karena ibu Niel yang selama 2 tahun meminjam uangnya.


Ayah Niel tak mampu menafkahi karena terkena tipu oleh seseorang, dan menganggur. Ia berjudi di banyak tempat dan menimbulkan banyak utang. Ibu Niel segera menceraikannya.


Ketika sampai pintu masuk tampak Hiruka menyambut mereka berdua, sepupu Niel. Hiruka adalah gadis bunga desa, karena paras nya yang cantik dan lihai memasak. Banyak yang melamar nya dan Hiruka menolak.


Tak salah lagi kalau Hiruka menyukai Niel seorang, berkeinginan untuk menikahi nya. Yuza adalah kaka Yuki juga pergi liburan sekarang.


Di tempat ini, Niel membuat referensi penuh untuk Novel nya, Saat Niel bermain dengan kucing nenek nya Hiruka datang.


"Niel, kau mau membantu ku untuk membuat mie ramen?" Muka Hiruka memerah.


"Oh begitu, ayo."


Niel terkejut kalau nenek sudah membuka toko, sebelumnya hanya masakan rumah biasa. Niel mengambil telur dan terigu, kemudian Niel membuka baju nya karena panas.


Hiruka yang melihat tubuh bagus Niel itu seketika mukanya sangat memerah, dan Niel memegang tangan nya karena berhenti memotong daun bawang.


"N-Niel? Apa yang kamu lakukan?" Pikiran Hiruka kemana-mana.


"Membantu mu kan'? Kau terlihat capek Hiruka" Memegang dahi Hiruka.


"Kau tak perlu menghawatirkan ku, mesum!" Hiruka meninggalkan dapur.


Setelah itu, Niel melakukan nya sendiri, kelemahan Niel dalam memasak ramen adalah menunggu kaldu. Lihat waktu yang di tentukan oleh resep nenek nya, Niel mengikuti nya.


"Nah, ini sudah enak" Mencicipi sedikit kaldu.


Niel memanggil Hiruka apa toko ramen nya boleh di buka, seketika Hiruka meminta maaf atas yang tadi dan mencicipi kaldu yang di buat oleh Niel, baginya rasa itu sudah cukup.



Kali ini pelanggan yang datang adalah wisatawan yang ingin berkunjung, karena suhunya dingin, emang paling cocok buat makan ramen.


Gadis yang berkunjung memandangi Niel, dan juga menjadi daya tarik, sebagian pria patah hati lantaran ada lelaki tampan di sebelah Hiruka.


Karena Natal tinggal 5 hari ke depan, Niel ingin menikmati liburan ini bersama teman, dan keluarga. Niel menghawatirkan Zahwa sekali lagi apa dia baik-baik saja dan menelponnya.


"Zahwa, aku mau memberikan kabar baik"


"Apa itu, Niel?"


"Aku mendapat rangking 4 loh, dan-"


"Syukurlah, kau belajar dengan Rin kan? Tadi kau mau bilang apa?"


"Iya, aku belajar dengannya, dan... Aku kangen padamu, dah."


"Hahaha, aku juga Niel. Aku tutup ya."


"Jangan memaksakan Zahwa, kau itu cantik."


"Aku mencintaimu Niel." Telepon di tutup.


Hiruka yang menguping langsung patah hati dan menangis dalam kamar. Saat malam, Niel sekamar dengan Hiruka, Hiruka yang masih cemberut tak mau berbicara dengan nya.


"Kau kenapa Hiruka?" Niel yang melihatnya khwatir.


"Tak ada apa-apa, tidurlah."


Paginya Niel berencana memasuki pegunungan bersama Yuki dan Yuza. Saat turun dari bis, Niel merasa sangat asri dengan kawasan gunung dan Hiruka berjaga ramen seharian.


Bersambung.