
Niel membunyikan bel rumah Zahwa, dan Niel masuk ke dalam nya.
Flasback waktu SD...
Niel, anak umur 5 tahun yang mendapat kenangan pahit dari keluarga nya, rumah tangga Niel sedang suram dan akhir nya kedua orang tuanya bercerai. Namun tak ada yang mau mengasuh nya.
"Niel, jika sudah besar. Pulang lah ke rumah bibi mu atau nenek mu. Ibu akan mentransfer kan uang kepadamu." Ucap ibu nya.
Niel dibawa ke teman ibunya. Keluarga Megumin, keluarga kedokteran yang terkenal dan hidup sederhana. Niel dititipkan kepada sahabat ibunya, yang tak lain Ibu Zahwa.
"Niel, kamu seperti nya di buang oleh ibumu ya? Kamu mau tinggal bersama Zahwa tidak?" Ibu Zahwa yang membujuk Niel tinggal bersama nya.
"Tidak, aku hanya di buang oleh ayah ku, ibu ku berjanji akan menasferkan aku uang!" Ucap Niel yang kesal.
"Ibu, dia siapa?" Tanya Zahwa yang pertama kali bertemu Niel.
"Ohhh, perkenalkan. Dia akan ibu rawat. Namanya Niel, apa kau keberatan bila tinggal bersama kita?"
"Aku tidak keberatan kok!" Ucap Zahwa yang senang.
"Syukurlah kalau begitu."
"Niel, ayo bermain!" Zahwa mengajak nya karena tidak punya teman di rumah selain ibunya.
...*****...
Sejak masuk SD, Zahwa dan Niel sudah membuat janji manis tentang masa depan. Hubungan mereka sangat erat.
Janji mereka harus di tepati bila sudah datang waktu nya. Janji mereka berawal dari kamar tidur.
"Niel, apa nanti kita dewasa akan berpisah?" Ucap Zahwa dengan suara lemah.
"Sepertinya tidak, kita selalu bersama kan'?" Niel mengelak omongan Zahwa agar cepat tidur.
"Itu menurutmu, menurut ku kita harus mandiri, itu kata ibu."
"Kamu mau menemaniku selamanya bukan? Kita keluarga bukan? Aku gak ingin kehilangan semua lagi." Niel mengatakan dengan suara tegas.
Zahwa yang memeluk Niel mengatakan, "Niel, kita keluarga, aku akan menjaga mu, selamanya, ayo kita berjanji, kita akan membuat keluarga baru di masa depan!" pinta Zahwa.
"Aku juga." senyum Niel.
Menangis memeluk zahwa dengan erat, tubuhnya yang hangat membentuk rasa kasih sayang di antara keduanya hingga dewasa kelak.
Kini Niel tinggal di kos-kosan yang di biayai oleh ibu Zahwa. Sebelumnya Zahwa meminta Niel untuk pulang ke rumah karena sudah jarang pulang.
"aku masuk." ucap Niel.
"Waah, kita kedatangan tamu istimewa. Ayo Niel makan." Ajak Zen (Ibu Zahwa).
"Iya Bu, aku akan mandi dulu."
"Kamu bawa ganti?" Ucap Zahwa.
"Tidak bawa." muka nya yang datar sampai Zahwa memberi baju nya.
"Ya sudah, pakai baju ku saja. Celana nya gak usah ganti."
"Makasih."
Selesai memakai baju dan segera ke meja makan. Disitu juga ada Zuto (Ayah Zahwa) yang makan menunggu Niel duduk. Kemudian bertanya, "Bagaimana sekolahmu Niel?:
"Lumayan. Cukup bagus."
"Syukurlah. Berteman lah yang baik Niel." Ayah Zahwa juga bersyukur Niel mempunyai teman.
"Bagaimana Niel? kamu betah tinggal di kos situ?" ucap Ibu Zahwa sambil memasak.
"Iya, aku betah di sana. Terima kasih bu." Mengatakan nya dengan gembira karena punya tempat tinggal sendiri.
"Kuharap kamu bisa hidup mandiri Niel." Ucap ibu Zahwa yang menaruh harapan tinggi untuk Niel.
"Omong-omong kau menginap malam ini Niel?" Ucap Zuto.
"Iya, maaf merepotkan. Ini permintaan Zahwa." Niel mengatakannya sambil menunduk.
"Kau tak perlu begitu, bila kau kesepian sesekali lah kesini."
"Kalau begitu aku izin tidur dulu ayah, ibu." Ingin cepat tidur karena benar benar ngantuk.
"Hari ini kak Yui di rumah, dia sedang di kamar." Ucap Ibu Zahwa.
Yui adalah anak kedua dari Zen (ibu Zahwa) dan Zuto (Ayah Zahwa) sudah menjadi dokter spesialis Jantung, seperti keluarga besar nya. Yui termasuk dokter berpengaruh di kota. Dan Zahwa adalah anak bungsu.
"Benarkah? Kalau begitu aku duluan." Niel menaiki tangga dengan penuh semangat.
Tok.. Tok.. Tok..
"Siapa itu." Tanya Yui.
"Ini aku Kak Yui, Niel!"
"Wah Niel, masuklah, aku Kangen padamu."
Niel meminta tidur bersama Yui, dan mereka bercerita. Hingga akhirnya Niel mengantuk,
Setelah semua tidur, ada seseorang yang memasuki kamar Yui.
Bersambung…