
Hari kedua masuk sekolah, masing masing murid mengganti sepatu nya di tempat rak, tapi kejadian tak terduga menimpa Akira.
"Akira, bangun!, sudah jam 6 pagi, makanan mu sudah ku taruh di meja ibu berangkat belanja." suruh ibunya.
Ibunya yang membangunkan Akira. Ada banyak kenalan Akira di sana, jadi kira-kira teman sekolah Akira sudah banyak yang berhasil masuk SMA Mezamu. Itu membuat nya tak kesusahan mencari teman. Karena susah masuk sekolah Mezamu jika nilai nya standar di bawah KKM.
"Pelajaran pagi ini matematika... Kenapa harus matematika. Kan pusing. Sip sudah selesai." ngeluh nya di rak sepatu.
Setelah Akira menoleh ke samping, ternyata Zahwa berada di samping pas dengan rak nya. Itu membuat Akira kaget setengah mati, kalau murid populer itu menyuminya kemarin.
"Selamat pagi, namamu Zahwa kan? Namaku Akira salam kenal." sapa nya.
"Selamat pagi juga. Oh, namamu Akira yah."
"Iya." Zahwa menjawab, "Namaku Zahwa Megumin."
"Dingin banget sifatnya!" Batin Akira.
"Kau mengenal Niel, 'kan?" tatap Zahwa.
"Ya. Dia cowok yang baik. Kamu kok kenal?" tanya balik Akira.
"Iya, Niel teman semasa SD ku. Kamu suka padanya?" ucap Zahwa
"Za-Zahwa? Kenapa tanya begitu?" terkejut Akira mendengar pertanyaan nya.
"Tidak..Tidak.. Soalnya takut kamu suka Niel." senyuman kebencian hingga Akira curiga.
"A-Apa Zahwa suka Niel? Tidak mungkin!" pikirnya.
"Ya sudah kalau begitu. Aku duluan Akira. Sampai bertemu lagi!" ucap Zahwa.
Ya. Ini timpaan Akira saat berada di rak sekolah, menghembuskan nafas dalam-dalam dan bersikap seperti normal. Melupakan yang tadi agar tidak kepikiran.
"Akira? Apa kamu sehat hari ini?" tanya Rina.
"Tidak apa apa kok, aku hanya sedikit ngantuk." Jawabnya.
Karena posisi duduk Akira dengan Niel bersebelahan, dia menanyakan perihal tadi. Soal hubungan Niel dan Zahwa.
"Niel, kamu mengenal Zahwa ya?" tanya Akira
"Yah. memang setau ku. Teman SD ku ada yang bernama Zahwa."
"Nggak mungkin. Dia mengenali mu tau!" heboh Akira.
"Kapan kau bicara dengan nya?" tanya Niel.
"Tadi pagi. Saat membicarakan mu. Matanya menatap tajam tau! Seakan mengancam ku." merinding Akira menceritakan nya.
"Tenang. Namaku pasaran kok. Jadi beda orang."
Bel masuk berbunyi. Menuju saat waktu istirahat, Akira di ajak Futaba untuk makan bersama di kantin dan kelas sepi.
Ini menjadi kesempatan Zahwa untuk berbincang dengan Niel. Sebagian murid meninggalkan kelas, tapi Niel tak keluar karena membawa bekal setiap hari nya.
Akira menuju kantin tapi saat di depan pintu keluar kelas. Akira melihat Zahwa di depan pintu dan cepat meninggalkannya.
"Akira, kau mau kemana?" tanya Zahwa.
"Aku hanya mau ke kantin kok." jawab Akira.
"Silahkan, tetap saja. Dia membawa bekal. Kau akan mengajak nya ke kantin bersama, 'kan?"
"Itu bukan urusan mu." ucap pelan Zahwa tapi tajam.
"Zahwa, gak akan semudah itu, dia menganggap mu orang yang berbeda." olok Akira dalam batin.
Akira meninggalkan kelas. Dengan perasaan lega, Niel tak suka bila ada orang yang mengganggu nya di saat makan bekal. Tak di ketahui Akira bahwa Zahwa mempan terhadap itu
"Niel kau kenal dia 'kan?"
Sontak, semua murid di kelas mengatapi Niel dan Zahwa, banyak yang memfoto nya. Niel yang murid tampan dan biasa ini di taksir oleh anak dokter ahli yang cantik.
"Ya ya, dia hanya teman ku kok."
"Aku takut kau di ambil oleh sesorang. tapi, apa kau ingat janji ku juga?" Zahwa menunjukan sikap feminim nya.
"Aku ingat kok. Aku akan makan dulu. Kau boleh meninggalkan ku"
"Tapi Niel, kau mau keluar bersama ku hari ini?"
"Kemana? aku lagi malas soalnya."
"Hanya mengajak mu makan malam di rumah ku."
"Apa tidak keberatan? duduk lah, dari tadi kamu berdiri terus" Niel menutup bekal nya.
"Tidak lah, omong omong, seberapa dekat kau dengat Akira?"
"Tidak ada hubungan spesial kok, cuma teman."
"Ya sudah, aku tinggal ya."
"Baru saja kau duduk, ya, aku... akan datang."
Mereka mengatakannya diam diam yang membuat para murid lain heboh dan ingin bertanya langsung apa yang di katakannya.
"Nieeeeel!! Kenapa kau tidak memberi tahu bahwa Zahwa menyukai mu???" Sontak gadis-gadis di kelas.
"Tak apa kok, aku menolaknya." Niel dalam keadaan panik.
"Kyaaaaaa, aku akan menjadi pacar muuuu!!" Satu kelas ribut, dah pusing saya deskripsikannya lagi.
Waktu pulang tiba, Niel pulang dengan arah yang berbeda, Akira menyadari nya langsung mengikuti Niel. Namun, tengah perjalanan, Niel merasa ada yang mengikuti nya, dia segera lari dan meninggalkan jejak.
"Hhhh, Niel, dia ada dimana? Lari nya cepat sekali."
"Kenapa dia mengikuti ku?" Niel yang kesal terhadap Akira, seperti penguntit.
"Ya sudahlah aku pulang saja, mungkin dia ke rumah kerabat nya"
Akira sampai ke rumah nya. Dan khawatir apa yang dilakukan Niel, saat itu juga Niel sampai di rumah Zahwa dan di sambut hangat oleh keluarga nya.
"Selamat datang Niel."
Bersambung…
By Exeniel.
:)