
Pagi ini Niel berangkat sekolah dengan sangat lemas, hanya Rin yang tahu penyebab nya. Niel berangkat sekolah sendiri tanpa ada yang menemani, tujuan nya sekarang adalah mencari teman.
Seisi sekolah heboh karena Zahwa pindah sekolah karena tidak berangkat pagi-pagi. Rin di penuhi banyak pertanyaan, menghawatirkan Zahwa yang kenapa kenapa. Karna Zahwa baik, lucu, jadi banyak yang menemani nya.
Apalagi Niel yang jadi incaran para gadis yang ingin menjadi pacar nya, namun Niel menolaknya dengan sangat lemas sekali, seperti orang yang terkena tipes.
Rize (baca eps 1) yang kini menjadi OSIS ini cemburu karena Zahwa selalu bersama nya sekarang ingin berbincang dengan Niel.
Rize mengajak nya berbincang ketika waktu istirahat, dua orang tampan ini menjadi omongan murid di sekolah. Karena rumor nya Rize menyukai Zahwa, jadi ada perselisihan di antara kedua nya, katanya. Rin yang melihat nya gelisah.
"Nee Niel kau pacar Zahwa kan'? Kau sedang bersedih kan di tinggal oleh nya?"
Mengatakan itu ke Niel sambil tersenyum lebar.
"Apa yang kau inginkan Ketua? Aku hanya ingin mencari teman." Terlihat lemas lagi menatap Rize.
"Baiklah jika itu maumu, aku akan menuruti nya." Mengatakan nya sambil berdiri dengan perasaan senang.
"Apa yang kau maksud?" Menatap tajam Rize.
"Kau akan terkejut nanti, tunggulah" Rize meninggalkan kelas.
Tujuan Rize adalah memiliki Zahwa seutuhnya, dengan memakai Niel untuk menjadi perhatian. Rize tak mengetahui bahwa Niel saja susah untuk bertemu dengannya lagi. Tiba tiba seisi kelas kosong, hanya tersisa Akira.
"Niel, aku kecewa padamu." Ucap Akira sambil memasuki kelas.
"Akira? Memangnya ada apa?" Terkaget bahwa Akira masuk sekolah.
"Aku memiliki pendengaran yang bagus, kau ingin teman kan'?" Menatap sedih Niel.
Akira kecewa dengan Niel karena hanya kehilangan Zahwa dia menyerah, bahwa hidup nya sudah berakhir, padahal dia bisa ceria tanpa bersedih, dan Akira ingin di akui nya.
"Hee, kau lihat Niel, dia ganteng tapi sedih karena di tinggal dan di putusin Zahwa." Sebagian gadis mengatakan hal jahat tersebut.
Akira sangat kecewa dan tak mengobrol dengan Niel sampai pulang sekolah, Rin mencoba mengobrol dengan Niel sepulang sekolah.
"Niel, mau pulang bersama?" Ucap Rin sambil memegang pundak Niel.
"Rin, kau tidak bersedih di tinggal Zahwa?" Niel menatap langit yang sebentar lagi hujan.
"Walaupun chat ku belum di balas hari ini, aku yakin dia sehat kok!" Rin terus menenangkan hati Niel yang hancur.
"Aku lelaki yang cengeng Rin maaf kan aku." Niel mengucapkan tersebut dengan menundukkan kepala.
"Ya sudah, aku duluan yah! Zahwa baik baik saja kok!" Rin melambaikan tangan.
Niel pulang ke kos-an nya, namun dia lupa membeli buku yang baru, dan memutuskan membeli nya segera sebelum waktu maghrib.
Niel setiap kali keluar dia memakai penyamaran, seperti masker dan topi. Agar tidak ada yang menyebarkan rumor yang tidak jelas lagi.
Namun kebetulan dia bertemu dengan Rize yang sedang membeli buku SHOUJO, tentu saja Niel emosi karena ada orang yang ingin menaklukkan Zahwa secara terang terangan.
Niel tak bertindak apa apa selain melihat nya, setelah membayar Rize sepertinya mengenal Niel dari suara nya yang sedikit berat dan halus. Dan yang merepotkannya lagi, saat Rize semakin mengenal nya dari postur badan nya.
Rize menatap Niel dengan fokus, karena Rize juga mengira bahwa itu Niel beneran. Setelah keluar dari toko buku, Rize berlari dan mengatakan.
"Aku tau, kau Niel ya?" Rize berbicara dengan ngos-ngosan.
Karena Niel sudah muak, Niel menunjukkan sifat nya yang preman (sisi jahat nya lah).
"Heei, apa yang kau maksud Nak?? Kau siapa?" Mengatakan nya dengan suara songong dan logat preman.
"Ehhh... •_• Aku sungguh minta maaf paman, sungguh!" Rize mengatakannya sambil berlutut.
"Dasar." Niel segera meninggalkan Rize.
Sesampai nya di rumah, dia mendapat pesan dari seseorang yang meminta nya untuk datang ke beranda sekolah besok.
Bersambung.