
Seseorang yang memasuki kamar Yui adalah Zahwa sendiri, Niel sudah tidur. Dan akhirnya mereka tertidur pulas.
Krinnnngggg... Alarm berbunyi
"Siapa ini?" Yui merasa ada orang di sebelah nya.
"Oh, dia." Ucap Yui sambil melihat kelakuan Adiknya.
"Hei kalian berdua bangun lah." Bentak Yui membangunkan kedua nya.
Sumber: Pinterest | Selebihnya Yantooo yang mengedit.
"Ya kak, bentar, siapa ini? ada sesorang yang memeluk ku." Niel terkaget bahwa Zahwa memeluk nya hingga terbangun.
Zahwa yang baru saja bangun, "Selamat pagi Niel."
"A-apa?? Zahwa, bangun lah."
"Siap komandan. Kamu juga memeluk ku gitu kok."
...*****...
"Selamat pagi kalian berdua." Ucap Zen.
"Selamat pagi ibu."
"Ya, cepatlah mandi dan segera makan!"
Zahwa menyukai Niel sejak kecil, sifat nya yang lucu, humoris, gagah. Zahwa semasa kecil selalu di pandang oleh orang sekitarnya, berbeda dengan Niel yang di jauhkan oleh anak anak lainnya karena sifat kedua orang tuanya yang keras.
"Heii, kau tidak boleh dekat dengan Anak itu! Menjaulah." Ucapan yang sering di lontarkan untuk Niel.
"Kenapa semua orang menjauhi ku? Apa aku bau? apa aku jelek? Apa aku nakal? Aku tak' mengerti" Kata kata yang terus ada di pikiran Niel.
Kedua nya sampai di sekolah, dan berangkat bersama sampai Zahwa meninggalkan Niel di dekat gerbang.
"Niel, aku duluan ya."
"Hahaha, Niel sangat lucu saat kaget ketika ku peluk." batin Zahwa.
Saat menaiki tangga, Niel bertemu Akira, kedua nya saling menatap. Akira yang heran dengan Niel yang sangat tertutup dengan nya.
Niel sekolah seperti biasa, namun setelah pulang dia mendapati hal yang tak terduga. Mendapat telepon dari Zen, menyuruh nya untuk pulang.
"Niel, kau sudah sampai kos-an?" tanya Zen.
"Iya sudah, memangnya kenapa?" jawabnya.
"Kemarilah, ada orang yang ingin bicara dengan mu." ucap Zen dengan nada tergesa-gesa.
"Tentu saja!"
Sembari Niel berangkat menuju rumah Zahwa, hubungan ibu Niel dan ibu Zahwa adalah sahabat dari SMP. Tetapi hubungan mereka hampir putus karena memperebutkan cinta.
tok tok tok...
"Masuk lah Niel, ke dalam sini." Niel membuka meja pintu makan.
"Ini ibumu, dia ingin bicara denga-" Nagisa memotong...
"Niel, kenapa kau belum pulang?" Ucap Nagisa (ibu Niel) dengan penuh emosi.
"Untuk apa aku pulang ke hadapan mu. kau pembohong." Niel melawan dengan membantah.
"Apa? kapan aku berbohong." Ibu nya kaget karena lupa untuk menstranfer nya tapi tetap melawan.
"kau berjanji akan menasferkan ku!" Kemarahan Niel mem-mbludak (hampir meledak).
"Zen maaf sudah merepotkan mu, dia sudah menghabiskan berapa uang untuk sehari hari??" Ucap ibu Niel dengan penuh sungkan.
"Kenapa kau membohongi nya Nagisa? Aku kecewa padamu." Zen menunjukan wajah cemberut padanya.
"Aku minta maaf, aku lupa." Ibu Niel menundukkan kepala karena merasa salah.
"Aku sekarang berani mengatakannya, kenapa kau membuang nya selama lima tahun tanpa menjenguk nya sedikit pun?" Kemarahan besar Zen yang selama ini di pendam.
"Kau tak tahu apa-apa. Kau tahu tidak aku mencari uang dalam 5 tahun in-" Ibu Niel mencoba memberi penjelasan, tapi di potong oleh Niel.
"Diam kalian berdua!" Niel dalam posisi amarah ini menyuruh mereka berdua diam.
"Ibu, aku sudah betah disini. Apa aku bisa tinggal disini lebih lama lagi?" Niel meminta untuk tinggal lebih lama lagi.
"Apa itu membuat mu nyaman?"
"Tentu saja!"
"Ya sudah, aku pamit pulang." Nagisa yang ingin pulang merasa sedih karena menyesal meninggalkan anak nya.
"Hati-hati Nagisa." Ucap Zen.
"Kau tak perlu menghawatirkan ku."
"Ibu Zen, apa aku boleh tinggal disini?" Niel meminta untuk tinggal di rumah nya karena kesepian.
"Tentu saja!"
Bersambung.
Ch ini di tulis Exeniel. Makasih.