
Akira yang menyadari nya terkaget, dan aslinya juga Yuki sudah bekerja di toko buku, Akira mengira itu adalah adik nya. Tak heran karena memanggil nya dengan "Mas".
"Eeh, iya aku mengenal nya, omong-omong kau Adik nya?" Terlihat panik sudah mengatakan yang tidak sopan.
"Ya, Niel Kyoukou kan? Aku Adik Sepupu nya."
"Ya, ohh maafkan aku yang sudah berkata seperti itu tadi." Akira menundukkan kepala
"Ohh, tak apa, lagi pula kamu sedang mencari buku apa Mbak?" Tersenyum murah terhadap pelanggan.
"Aku izin ambil ini ya." Akira yang malu, cepat-cepat mengambil buku yang cocok.
"Yaa, kasir nya disitu ya Mbak."
Yuki terlihat bingung lagi, dia mengambil buku "Cara mendapatkan Pria idaman." dengan pelampiasan Niel. Sementara Akira sangat senang dan segera mau membacanya.
Buku itu sangat cocok dengan Niel yang dingin dan tampan, Akira tampaknya sudah membaca sebagian buku. Dia langsung percaya diri buat dapetin si Niel.
Saat Akira masuk sekolah, Niel ternyata absen karena sakit. Tentu saja bukan hanya Akira yang terkejut, namun Gadis lainnya juga begitu. Dan menanyakan alamat rumah Niel berada di mana.
Rin selain memikirkan pelajaran dia juga memikirkan mau menyiapkan Niel makan apa. Namun Rin juga khawatir, Dia memilih masakan yang berempah agar tubuh Niel hangat.
Rin yang sehabis pulang dari supermarket segera ke rumah Niel, sebelum itu juga Rin mengabarkannya kepada Zahwa yang membuat nya sangat khawatir.
"Rin, kalau begitu rawat lah Niel, aku akan mengganti nya jika kau ingin memasak, dan apapun." Zahwa terlihat panik dan khawatir, campur aduk kayak bubur.
"Iya Zahwa, terima kasih, sejujurnya juga aku suka menjaga nya kok."
Rin terlihat curiga karena ada sepatu yang di letakkan di depan kos-an nya. Rin memencet bel, tak di sangka Kameza yang berada di kos-an nya duluan.
"Kau telat Rin, jagalah dia. Niel aku pulang dulu."
Rin di roasting oleh Kameza.
"Lagipula kau tak membawa apa-apa untuk nya." Ingin me-roasting balik.
"Lihat lah kedalam, bodoh." Si Kameza ganteng gini suka ngomong kasar.
Rin masuk ke dalam kamar, Niel sedang memakai baju sekolah karena saat ia ingin berangkat kepala nya sangat pusing dan terkena demam.
"Aku tak apa Rin, syukurlah kau datang." Ucap Niel.
Ternyata saat Rin di tinggal keluar oleh nya, Niel lupa membawa payung dan segera pulang karena takut Rin mencari nya, dengan basah-basahan Niel berlari menuju kos, saat datang ternyata Rin tidur beneran. Tak mau menghawatirkannya, dia segera mandi dan mengganti baju.
"Sebaiknya jangan bangun dari kasur Niel, aku akan menyiapkan makanan untukmu kok." Sambil menyiapkan sup.
Niel mengatakan, "Terima kasih Rin."
Setelah masakannya yang sudah ber-aroma, Niel berusaha meranjak dari kasur agar tidak merepotkannya membawa piring dan meja satu satu.
"Niel, sudah kubilang, tetap lah di kasur." Ucap Rin sambil membantu Niel berjalan.
"Tidak Rin, ayo kita makan bersama di meja." Rin menuntun nya ke meja makan.
Rin menaruh piring dan sup, mereka makan bersama, dan Niel merasa baikan berkat masakannya. Tubuh nya menjadi hangat, dan Niel mengatakan bahwa sebentar lagi ibu dan ayah akan datang.
Niel kemudian duduk di sofa untuk istirahat dan tak mengganti baju sekolahnya, padahal sudah di suruh ganti oleh Rin. Saat Rin merapikan piring Niel mengajak Rin untuk bermain game, Rin yang antusias itu menerimanya.
Rin sangat payah dalam bermain game membuat Niel mengajari nya, agar bisa kesini setiap hari tanpa bosan. Niel yang bahagia memeluk Rin secara tiba tiba.
"Rin, sungguh... kau memang tepat bagi ku, terima kasih." Mengatakan tepat di sebelah telingan Rin.
"Niel, aku juga mencintai mu." Menaiki paha Niel, mendekatkan wajah nya ke arah Niel.
***^_^***
Sumber: Pinterest | Selebih nya Author mengedit ini sendiri.
Niel yang mengantuk akhir nya tertidur pulas di sofa, Rin meninggalkan kos-an nya dan meninggalkan surat di meja makan.
"Ayah dan Ibu, Niel sudah ku buatkan makan, jangan sampai mengganggu nya yahh ^_^."
~Rin.
Ayah dan Ibu Zahwa tampak bahagia nya melihat nya, karena Niel sudah mempunyai teman yang menjaganya. Dan heran, Niel emang gak bisa hidup sendiri.
Kebesokan nya Niel berangkat sekolah lebih awal dan menulis chat kepada Rin bahwa tak perlu mampir ke kos-nya.
Semua murid di kelas mulai menyebarkan Rumor bahwa Niel sudah punya pacar yang merawatnya pas sakit. Kemudian, dari kelas 1-3 yang seorang Kameza berjalan menuju kelas Niel, Seluruh murid memalingkan pandangan padanya.
Saat Kameza menyanyakan bagaimana keadaan Niel sekarang, semuanya ber pikir Niel itu hebat bisa berkenalan dengan murid populer, tak lama Kameza lalu meninggalkan nya.
Di saat keluar, ada Rin yang menampaknya dari jauh, dari sini sifat asli Kameza akan keluar bila bertemu dengan Rin.
Bersambung.