
Lucas menghentikan langkahnya ketika ia mendengar ucapan Marcel yang membawa berita buruk.
" ayah dan wanita murahan itu kecelakaan,dan nyawa keduanya tidak tertolong lagi" ucap Marcel dingin.padahal jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam dia sangat sedih dan terpukul karena dia kehilangan ayah tercintanya.
"terus sekarang ayah ada dimana?"ucap David, dia hanya memperdulikan ayah nya saja dan tidak memikirkan ibu tirinya.
"dia ada di rumah sakit.sekarang kita harus mengurusnya jenazah nya.mia Lo tinggal di rumah jangan ikut"ucap Marcel sambil menatap tajam ke arah Mia.
"tapi ka aku juga ingin melihat ayah dan ibu untuk yang terakhir kalinya" ucap Mia.tanpa ia sadari ia memegang tangan marcel.marcel sangat marah dan mendorong Mia sangat kuat sehingga dia terjatuh.
"ayah gue meninggal gara gara kehadiran Lo sama ibu lo yang murahan itu,ibu gue juga meninggal gara gara ibu Lo masuk dalam kehidupan rumah tangga mereka"ucap Marcel berteriak sangat keras.
Mia yang mendengar ucapan yang keluar dari mulut kakanya itu dia hanya bisa diam dan menahan tangisnya. dia tidak tahu harus berbuat apa.
"sudahlah cel, jangan urusi dia.lebih baik kita urusi jenazah ayah secepatnya"ucap David
mereka segera mengambil kunci mobil mereka masing masing dan meninggalkan Mia seorang diri.tak lupa Lucas mengunci pintu utama agar Mia tidak bisa keluar menyusul mereka ke rumah sakit.
di dalam mobil,Marcel mengepalkan tangan dan memukul kemudi dengan sangat keras
"gue janji,gue akan buat Lo menderita Mia" ucap Marcel menahan amarah
sama halnya dengan Lucas di dalam mobilnya dia memukul kemudi bertubi tubi
"tunggu pembalasan gue Mia"ucap Lucas
sedangkan David dia tampak tenang,tapi wajahnya merah padam menahan amarah.
"gak bakalan gue biarin hidup Lo tenang mulai dari sekarang"ucap David sambil mengepalkan tangannya.
******
sesampainya di rumah sakit mereka berjalan sangat angkuh,banyak yang iri kepada mereka terutama kaum adam.ada juga yang menatap mereka dengan tatapan memuja dan kagum.
"akhirnya tuan sudah sampai,silahkan masuk tuan"ucap pria tua.dia adalah bodyguard setia ayahnya.
mereka bertiga masuk dan melihat ayah tercintanya terbujur kaku.sebenarnya mereka sangat terluka kehilangan orang yang sangat di cintai nya.sedangkan mereka sangat benci menatap wanita yang terbujur kaku di sebelah ranjang milik ayahnya.mereka bersumpah akan membalas atas apa yang terjadi.
"fuihh akhirnya"seraya menyapu semua keringat di wajah mungilnya.
dia sedikit berlari menuju halte untuk menunggu angkutan umum yang mengarah ke rumah sakit.dia memang tidak di beri fasilitas kendaraan oleh kedua orang tuanya.
Mia duduk di halte dengan tidak tenang.dia terus menggerakkan kaki nya kesana kemari.dia terus menunggu,padahal waktu sudah menunjukan tengah malam,mana ada angkutan umum yang masih beroperasi.tapi kali ini Tuhan sedang berpihak padanya.tampak dari kejauhan ada sebuah taksi ,dia bergegas menghampiri taksi tersebut sambil melambai lambaikan tangan nya.taksi itupun berhenti,dan tampak pria tua menengok dari jendela taksi.
"maaf mba saya ga menerima pelanggan lagi"ucap sang supir menatap gadis yang ada di depannya.
"tolong pa saya janji saya akan bayar 2 kali lipat"ucap Mia .melihat Mia memohon dia teringat anak nya yang berada di luar negri,dia takut anaknya pun mengalami hal yang sama dengan gadis yang ada di depannya.betapa buruknya jika dia tidak menolong gadis ini.
"baiklah silahkan masuk mba"ucap sang sopir ramah dan tersenyum
melihat kebaikan sang supir taksi,Mia tersenyum dan tidak lupa mengucap kan terima kasih.
"terimakasih pak terimakasih"ucap Mia tulus,lalu dia segera masuk ke dalam dan duduk di kursi penumpang.
"iya mba sama sama,mau ke mana mba?"ucap pak supir taksi
"saya mau ke rumah sakit pak"ucap Mia ragu,pasalnya dia tidak tau di rumah sakit mana ayah dan ibunya.tapi ia tau rumah sakit swasta milik ayahnya ada di sekitar sini,dia yakin pasti ayah ibunya di rumah sakit itu.
"di sekitar sini banyak rumah sakit mba,jadi mau ke rumah sakit yang mana?" ucap sang supir bingung
"coba cari rumah sakit yang swasta pak"ucap Mia lagi
"iya mba,memangnya apa yang terjadi mba?" ucap sang supir,dia bertanya karena sedari tadi ia melihat gadis yang berada di belakangnya tampak gelisah.
"kedua orang tua saya di kabarkan meninggal pak,sekarang keduanya ada di rumah sakit pak"ucap Mia,dan tanpa sadar ia meneteskan air matanya.
"taruhan yang sabar ya mba,mungkin sudah takdir dari tuhan.itulah kehidupan mba,manusia pasti akan kembali ke asalnya.mba yang kuat ya"ucap sang supir taksi memberi semangat.
"mba sudah sampai"ucap supir taksi
"oh iya pak terimakasih"ucap Mia,miapun memberi uang 2 kali lipat sesuai yang ia janjikan.dia pun bergegas keluar mobil dan berjalan masuk ke rumah sakit.