Devil's Brother

Devil's Brother
BAB 17



dosen mulai menjelaskan mata pelajaran,Mia yang sedang fokus memperhatikan dosen tiba tiba dia merasakan Sakit di perutnya kembali.


"eh Lo kenapa" ucap Mario saat melihat Mia seperti sedang kesakitan


"ga apa apa ko" ucap Mia sambil tersenyum yang di paksakan


"ga papa apa nya,Lo keliatan kesakitan kaya gitu.gue antar Lo ke UKS ya" ucap Mario menarik tangan Mia


" ngga usah" ucap Mia,tapi Mario sudah meminta izin pada dosen


" pa Mia sakit,saya mau antar dia ke UKS dulu" ucap Mario


"sakit apa" jawab dosen


"sakit perut pa"


"yaudah cepat bawa dia ke UKS"


"ayo gue antar ke UKS,udah dapet izin ko" ucap Mario sambil menggandeng tangan mia


padahal Mario hanya berpura pura baik terhadap mia dia hanya ingin mendekati Mia sesuai dengan rencananya


"cih.. dasar gadis bodoh" ucap mari di dalam hatinya


sekarang Mia sedang berada di ruang UKS bersama Mario


Mia tengah kebingungan, bagaimana dia bisa mengobati lukanya kalau di sana ada Mario


Mario yang melihat Mia sedang kebingungan,dia pun memegang bahu Mia pelan


"Lo ko diem" ucap Mario


" eh.. ngga ko" ucap mia,lalu menjauhkan sedikit tubuhnya karena menurutnya jarak Mario sangat dekat.


" mmm...Mario bisa tolong tunggu di luar aja ga" ucap mia pelan,dia berharap pria yang baru di kenalnya ini mau mendengarkan Mia.


" kenapa emangnya?" ucap Mario sambil menaikan satu alisnya


" ga papa ko,kamu tunggu di luar aja atau kamu mendingan balik kelas lagi aja.biar kamu ga ketinggalan materi" ucap Mia sedikit memengaruhi mario untuk keluar,sebenar nya Mia hanya tidak mau Mario melihat luka di tubuh nya dan masa Iyah dia harus membuka baju nya di hadapan nya.


" baiklah" ucap Mario sambil pergi ke luar ruangan UKS


setelah Mario pergi,Mia mengambil salep dan mengoleskannya pada luka di tubuhnya.


"akkhh" pekikan Mia,dia merasa kesakitan.padahal dia mengoleskannya sudah sangat pelan, tapi tetap saja rasanya masih sakit


'ting' bunyi handphone Mia berdering,menandakan ada pesan masuk.


from arsen


"jam berapa kelas kamu selesai Mia?"


Mia membaca pesan arsen bingung.kenapa dia menanyakan hal itu,tidak mungkin kan dia akan ke kelas mia.harusnya kan arsen sedang melepas rindu bersama pacarnya itu. pikir Mia


" kenapa emang nya sen?"


Mia kembali memakai bajunya sambil menunggu pesan balasan dari arsen


"tumben arsen lama balas pesannya,biasanya suka cepat" ucap Mia pada dirinya sendiri


Mia pun memutuskan untuk keluar dari ruang UKS,dan dia memutuskan untuk kembali ke dalam kelas nya.


'ceklek' pintu yang hendak Mia buka,lebih dulu di buka oleh seseorang.


" eh Mario,kok ngga balik ke kelas?" tanya Mia,dia kaget melihat mari di depannya


" gue mau nungguin Lo" ucap Mario enteng


"ehh.. maaf ya,jadi nunggu lama" ucap Mia merasa bersalah


mereka berdua berjalan menuju ke arah kelas.tidak ada yang membuka suara setelah Mia meminta maaf tadi.


Mia meras tidak enak dengan situasi ini,diapun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal untuk menghilangkan kegugupannya


"ekhmm.." Mia pura pura berdehem dan melihat ke arah pria tersebut,pria itu tetap diam seolah olah tidak mendengar Mia berdehem.


" mmm..Mario kamu marah?" tanya Mia dengan nada lembut


akhirnya pria tersebut menghentikan langkahnya dan melihat ke arah mia


" kenapa gue marah" ucap Mario sambil tersenyum lebar dan memperlihatkan deretan gigi gigi putih nya


Mia yang melihat senyuman itu dia tersipu malu.jantungnya berdetak dengan tidak karuan.


" eh ko muka lo merah? masih sakit ya?" ucap Mario bingung karena melihat wajah Mia yang tiba tiba memerah


" ah masa sih" ucap Mia semakin salah tingkah


"iya merah banget,gue anterin lo ke UKS lagi ya"ucap Mario sambil menarik tangan mia


"cihh.. baperan juga nih anak" gerutu Mario dalam hati


mario POV


aku pura pura tersenyum ke arah wanita itu,dapat ku lihat dia tersipu dan mukanya memerah.padahal aku bukan tipe orang yang suka menebar senyum


" eh kok muka lo merah? masih sakit ya?" ucap ku pura pura tidak tau,padahal aku yakin dia salah tingkah melihat senyum ku


"ah masa sih" ucapnya bodoh,sambil memegangi wajahnya


" iya merah banget, gue anterin lo ke UKS lagi ya" ucap ku,sambil menarik tangan nya,dia pun terkejut karena aku menarik lengan nya


"cihh..baperan juga ni anak"ucap ku dalam hati,aku senang rencanaku berjalan lancar dan dia mulai menyukai ku.


Mario off