Devil's Brother

Devil's Brother
BAB 20



sesudah mereka berbincang cukup lama mereka pun memutuskan untuk pulang.


"dah sampai jumpa lagi"ucap Sarah, melambaikan tangan nya.mereka berempat pun berpisah diluar kafe.


arsen harus mengantarkan Sarah ke apartemen nya,padahal rumah arsen berlawanan arah dengan apartemen Sarah.


"dah" ucap Mia dengan cerianya, dia pun mencari pria yang bersamanya tadi.entah kemana dia pergi.


" dimana ya Mario" ucap Mia pelan


" ke kamar kecil kali ya" ucap Mia sendiri.diapun menunggu Mario di depan kafe


"abis dari mana?" ucap Mia, ketika pria itu muncul dengan senyum mengembang.


"hmmm... gue punya sesuatu buat Lo"ucap Mario membuat heran gadis di depan nya.


" ta-da " ucap Mario memberikan sebuah bunga dari arah belakang nya.


"wah cantik banget" ucap Mia terpesona melihat bunga di depan nya.


" nih,tadi gue beli ini dulu buat Lo"ucap Mario memberikan bunga tersebut


"makasih ya, aku suka" ucap Mia


" Mario,kayanya mau turun hujan deh,mendung banget" ucap Mia menatap langit


"wah iya juga" ucap Mario menatap langit


Mia memperhatikan wajah Mario dari samping dengan teliti.dia berpikir,bagaimana bisa pria yang bisa di katakan sempurna ini menyukai dirinya.


"ayo keburu hujan" ucap Mario menarik tangan Mia


"eh tunggu dulu,aku mau bilang sesuatu" ucap Mia gugup


"bilang apa?" ucap Mario menaikan satu alis nya


"aku udah mutusin.sepertinya..!" ucap Mia gugup


" ayo Mia,bilang aja" ucap Mario


"aku mau jadi pacar kamu"ucap Mia final sambil tersenyum lembut.dia mengambil keputusan yang menurutnya tepat,tidak ada salah nya menerima laki laki baik sepertinya.


Mario yang mendengar itu pun terkejut.dia senang akhirnya rencananya berjalan lancar.


"kena Lo" ucap Mario dalam hati


"ayo pulang"ucap Mario


"Mario,ada sesuatu yang mau aku cari,kamu pulang lah duluan.tidak perlu mengantarkan"


" biar aku temani ya"


"ah ga perlu,kamu pulang aja"


"baiklah,hati hati yah" Mario melambaikan tangan nya ketika dia dan Mia berpisah


Mia berjalan sambil singgah ke kafe kafe kecil.dia sedang mencari lowongan pekerjaan.dia pun melihat sebuah kertas lowongan pekerjaan yang di tempel di depan pintu kafe.


"ah iya,kami membutuhkan pelayan untuk shif malam.jika kamu setuju,kamu bisa langsung bekerja." ucap seorang wanita dengan wajah ramah


"benarkah? kalau begitu saya akan kembali besok malam" ucap Mia


" kau masih kuliah" tanya wanita tersebut


"ya,saya masih kuliah.tapi tidak masalah,saya akan bekerja semampu saya dan juga bisa leluasa bekerja dimalam hari.karena saya tidak mengambil mata kuliah malam" ucap Mia


"baiklah" ucap wanita tersebut


pulang dan pergi kuliah bersama sudah menjadi rutinitas mereka berdua.mario selalu menjemput dan mengantarkan Mia setiap hari nya,berkencan di akhir pekan,dan yang pasti mereka berdua tidak melewatkan rutinitas makan bersama di taman belakang kampus.terkadang mereka pun tampak tertawa lepas,layak nya pasangan kekasih.terlalu banyak kenangan manis yang mereka ukir di sana.


mereka pun sudah menjalin kasih selama 2 bulan. menurut Mario ini adalah kurun waktu yang cukup lama.biasanya dia hanya menjalin hubungan dengan wanita bertahan dua atau tiga hari saja.tapi berbeda dengan Mia,Mario ingin membuat Mia jatuh cinta kepadanya dulu,dan setelah itu Mario akan mencampakkan nya begitu saja.


menurut Mia,akhir akhir ini,sikap Mario muali berubah kepadanya. seperti lebih dingin dan tidak perhatian lagi kepadanya.mia muali cemas,takut kalau kalau Mario mulai bosan dan akan meninggalkan nya.memikirkan dirinya putus dengan pria ini saja dia tidak mampu.karena dia sudah mencintainya sepenuh hati.


sekarang,mereka berdua masih berada di dalam kelas.dosen pun baru saja keluar beberapa menit yang lalu.


"Mario makan yu" ucap Mia kepada pria yang di samping nya, dia tampak fokus pada ponselnya.


tapi pria yang di panggil tidak menggubris panggilannya.mia sudah kesekian kalinya mendapat perlakuan itu.


" Mario lagi ngapain sih" ucap Mia sambil mengguncangkan lengan mario


"apaan sih, orang lagi sibuk juga" ucap Mario membentak


Mia terkejut mendengar suara teriakan Mario yang terbilang sangat nyaring.untung saja di kelas hanya mereka berdua.


"ma..maaf, aku ngga maksud ganggu" ucap Mia menunduk ke bawah sambil memainkan jemarinya dengan gelisah.


"sebegitu ringan kah kata maaf" ucap Mario sarkas meninggalkan Mia yang tampak tidak bergeming dari duduk nya.


Mia sebenar nya ingin mengejar Mario tadi,tapi dia tidak berani.bisa saja dia membuat pria itu tambah marah karena nya.


mungkin sekarang Mario lagi lelah karena terlalu sibuk mengerjakan pekerjaan.


Mario memang bekerja sambil kuliah,dia menjabat sebagai CEO perusahaan besar miliknya


Mia sendiri bingung dengan Mario, padahal dia sudah memiliki pekerjaan yang bisa di bilang sempurna,tapi kenapa masih saja ingin kuliah.ketika di tanya oleh Mia pun Mario manjawab" masih pengen belajar" .


hampa itulah kata yang cocok untuk kondisinya sekarang.biasanya dia berjalan dengan pria yang di cintai nya, tetapi sekarang tidak.


'brak' Mia terjatuh ketika ada yang menabraknya begitu keras


"heh lo punya mata gak sih!!!" ucap wanita yang menyenggol Mia


"ma..maaf ka" ucap Mia,padahal bukan dia yang menabrak tadi,justru wanita itu.


"maaf kata Lo..eh denger ya, jangan mentang mentang Lo pacar anak pemilik kampus ini,Lo jadi seenak nya sama orang dan satu hal lagi Lo sama Mario tuh ga selevel,jangan ngarep deh Lo bersanding sama dia"ucap wanita itu marah sambil menunjuk wajah Mia.


Mia hanya bisa diam mendapat perlakuan dari wanita yang di depan nya ini.beginilah kalo tidak ada Mario di samping nya.sejak dia menjadi kekasih pria itu banyak orang orang yang berniat jahat kepadanya.kadang kadang ada yang menghinanya dengan kata kata yang tida pantas.biasanya kalau ada Mario di samping nya tidak ada seorang pun yang berani menghina nya.


Mia kehilangan selera makannya begitu saja, dan mengurungkan niat nya untuk pergi ke kantin.dia berpikir sebaiknya dia pulang saja.