
acara pemakaman pun berjalan dengan lancar,banyak orang yang datang untuk mendoakan kedua orang tuanya.
Mia sendiri menunggu situasi sepi dahulu baru dia berjalan mendekati makam kedua orang tuanya.sedangkan arsen,dia hanya mengikuti pergerakan Mia sedari tadi.
kenapa Mia melakukan itu ,karena ia tidak ingin bertemu ketiga kakanya.
" ayah, ibu, yang tenang di sana ya,jangan mikirin Mia ,Mia di sini baik baik aja ko" ucap Mia menahan tangisnya
" ayah,ibu, kenalin ini arsen temen baik nya Mia"ucap Mia memperkenalkan arsen
arsen yang mendengar itu,ia menatap kasihan ke arah Mia.
"semoga om dan Tante tenang di alam sana,jangan khawatir sama Mia,arsen janji akan menjaga Mia dan lindungin Mia"ucap arsen yakin
Mia yang mendengar ucapan arsen diapun tersenyum tulus
"ayah,ibu. Mia sama arsen pulang dulu ya?" ucap Mia mengusap kedua batu nisan yang ada di depannya
"maaf ya Mia,aku ga bisa antar kamu kamu pulang,soalnya ayah tiba tiba nyuruh ke kantornya" ucap arsen dengan wajah bersalahnya
"iya ga papa ko sen,aku udah biasa juga pulang sendiri" ucap Mia tersenyum
"oke,kalau begitu hati hati ya"ucap arsen seraya membelai rambut Mia lembut
Mia yang mendapat perlakuan dari arsen yang membelai rambutnya dengan tiba tiba,dia tidak dapat menahan senyumnya
"iya sen,dah"ucap Mia melambaikan tangan nya kepada arsen yang sudah mulai menjauh
tanpa mereka sadari ada seseorang yang tengah mengamati gerak gerik mereka
*******
di lain tempat tampak seorang pria yang duduk di kursi kebesarannya sedang sibuk dengan pikirannya sendiri
'tok tok' suara ketukan pintu dapat menyentakannya
"masuk" ucap pria itu
"apa yang kalian dapatkan?ucapnya lagi sambil menatap dua bodyguard nya yang berbadan besar besar itu.
" begini tuan Mario,ternyata pasangan bapak Wiliam dan ibu Teresa memiliki seorang putri yang selama ini tidak di ketahui publik" ucap bodyguard.dia adalah orang suruhan Mario untuk memata matai keluarga Wiliam di pemakaman tadi.
" saya juga berhasil mendapatkan data data gadis tersebut tuan Mario" ucap bodyguard satunya lagi,sambil menyerah kan berkas yang berisi data data yang di maksud
"ba.. baik tuan" ucap bodyguard lalu membungkukkan badannya memberi tanda hormat kepada atasannya tersebut.
' tok tok' suara pintu ruangan Mario terdengar kembali
"masuk"ucap Mario
masuklah seorang pria berperawakan tegap ,dialah yang bernama Felix.
"ada apa tuan memanggil saya" ucap Felix sopan
" jelaskan berkas berkas ini dengan rinci" ucap Mario sambil menyerahkan berkas berkas itu.
mario tidak suka membaca,dia lebih suka jika seseorang membacakan untuknya.diapun selalu menyuruh tangan kanan nya itu untuk melakukan nya
tampak Mario mengangguk anggukan kepalanya pertanda ia paham dengan berkas yang di bacakan felix.dia sedikit kaget mendengar gadis itu berkuliah di universitas milik ayahnya itu.
"oke,saya akan ke sana besok.felix atur semuanya" ucap Mario
"baik tuan,saya akan atur semuanya" ucap Felix
sekarang Mario hanya seorang diri di dalam ruangan nya.
"ha ha ha..satu persatu keluarga Wiliam akan hancur ditangan gue" ucap Mario dengan senyuman licik,yang jelas terlihat di wajahnya.
*****
sekarang Mia tampak masih tidur dengan nyenyaknya,padahal matahari sudah naik cukup tinggi di luar sana
"nonn..non bangun,nanti telat Lo masuk kuliahnya" ucap bi Minah
"ngehh....iya bi,Mia bangun"ucap Mia sambil menggeliatkan badannya.
ketika ia hendak bangun,dia di kagetkan dengan suara dering telepon nya.ternyata ada pesan masuk dari arsen.
from arsen
"sori mi,aku ga bisa jemput.soalnya aku harus ketemu sama Sarah dulu dia baru pulang dari Singapura"
Mia tersenyum membaca pesan tersebut,dia yakin pasti temannya ini sangat senang sekarang. bagai mana tidak setelah menjalani LDR yang cukup lama akhirnya dia dia bisa mengakhirinya.