
" permisi...liat Mario ga?" tanya Mia pada teman sekelas nya
"Mario ya..tadi gue liat dia ke arah sana" ucap wanita itu sambil menunjuk ke arah parkiran.
" oh.. makasih ya" ucap mia sambil sedikit berlari.
Mia mendekati mobil Mario yang masih terparkir dari arah belakang,Mia terkejut ketika dia mendengar Mario tengah berbicara dengan seorang gadis yang tidak di kenalinya.pasalnya Mia hanya melihat bagian belakang nya saja.
"jadi gimana,aku harus terima atau engga" ucap gadis itu dengan suara prustasi nya
" emm.. gimana kalau Lo terima aja,nanti kita susun rencana selanjut nya.lagi pula gue juga belum.." ucap Mario terpotong saat dia melihat seseorang yang ia kenal ada di belakang mobilnya.
"belum apa" ucap wanita itu tengah heran kenapa pria itu tidak melanjutkan pembicaraan nya
" belum putusin dia" ucap Mario berbisik di telinga wanita itu
" jangan lama lama ya,nanti aku cemburu" ucap wanita itu pelan, yang tidak dapat di dengar Mia .
setelah Mia tidak mendengar percakapan mereka, Mia pun keluar dari persembunyiannya dan menghampiri Mario.
" loh mana temen kamu?" tanya Mia bingung
" udah pergi,tuh" ucap Mario sambil menunjuk wanita yang tengah berlari sangat cepat
" loh ko dia lari" ucap Mia heran
" mana gue tau" ucap Mario menjawab dengan malas
" yaudah masuk, aku anterin kamu pulang" ucap Mario sambil membukakan pintu penumpang
di dalam mobil Mia bingung harus berbuat apa.dia sangat canggung
"Mario.." ucap Mia
" emm.." ucap Mario bergumam
" kenapa kamu gitu sih tadi" ucap Mia pelan
" gituh gimana" ucap mario
"tadi kenapa kamu ko bilang aku yang ganggu kamu" ucap Mia
"emang ganggu kan" ucap Mario
" tapi kan,kamu jangan bilang juga sama dosen,aku kan jadi di keluarin dari kelas" ucap Mia
" kamu juga ngapain gangguin aku,aku paling ga suka di ganggu" ucap mario kesal
" yaudah aku minta maaf ya" ucap Mia tulus
tidak ada sahutan dari pria itu.ia tampak fokus menyetir mobilnya.
"udah sampe,sekarang kamu turun" ucap Mario dengan nada dingin,Mario tidak berniat membukakan pintu mobil untuk Mia.
"kamu ga mau mampir dulu ke rumah" ucap Mia
"ngga"ucap Mario singkat
" gitu ya.yaudah deh.makasih ya udah anterin aku" ucap Mia sambil membuka pintu mobil, baru saja Mia keluar Mario pun langsung menancap gas mobilnya, dan melaju sangat kencang. tanpa ada sepatah kata keluar dari mulut Mario.
" uhh. . mungkin Mario masih marah pada ku" gumam Mia
'ting' bunyi ponsel Mia berdering
from arsen
" nanti malam datang ya ke pesta pertunangan aku"
Mia tersenyum membaca pesan dari arsen.mia senang kalau arsen akhirnya mendapatkan kebahagiaan nya.
"iya,aku pasti datang
'ting tong' Mia menekan bel rumahnya
'sepi' tida ada seorang pun yang membuka pintu rumah nya
'ciitt' hingga suara ban mobil berdecit.mia pun melihat ke arah suara itu berasal.
"ka Lucas" ucap mia
"kenapa? ada masalah? minggir gue mau lewat" ucap lucas lalu menggeser tubuh Mia yang menghalangi jalan nya.
'cklek' Lucas membuka pintu utama
Mia berjalan di belakang,sambil menjaga jarak yang cukup jauh
" tumben Lo pulang nya cepet" ucap Lucas sambil membuka kemeja dan dasi nya
" hari ini, mata kuliah nya cuma sedikit" ucap Mia
" oh..Lo bisa kan bikinin kopi buat gue" ucap lucas dengan muka lelah nya
" kopi..Mia kasih tau ke bi Minah aja ya ka?" ucap Mia melangkah kan kaki nya ke dapur
"bi Minah nya ga ada, lagi pulang kampung.anak nya lagi sakit katanya" ucap lucas santai
"huh beneran!! ko ga bilang sama Mia ya"ucap Mia
" ya ga tau,mendadak kaya nya sih"ucap Lucas
" udah sana, bikinin gue kopi" ucap nya lagi
"I..iya ka" ucap Mia gugup
Lucas memijat kepalanya dengan pelan,dia sekarang tengah pusing memikirkan perusahaan peninggalan almarhum ayah nya yang tiba tiba omsetnya menurun secara drastis.dia yakin pasti ada orang dalam yang melakukan hal ini.
sebenarnya dia tidak mau mengurus perusahaan ayahnya,alasan nya karena dia sudah memiliki 3 perusahaan yang terkenal dan besar.tapi berhubung almarhum ayah nya memberikan perusahaan itu secara suka rela,mau tidak mau dia harus mengelola perusahaan itu
" ka, ini kopi nya" ucap Mia sambil meletakkan cangkir berisi kopi itu ke atas meja
'srup sruup' Lucas menyeruput kopi yang di buat kan Mia
"kalau pahit bilang ya ka,nanti aku tambahin gula lagi" ucap mia
" ngga, ga pahit ko dan ngga terlalu manis juga" ucap lucas
" baiklah ka,Mia pergi ke kamar dulu ya" ucap Mia pamit
"ga boleh, emang nya siapa yang nyuruh Lo ke kamar. sini" ucap Lucas tajam
" mau ngapain ka?" ucap Mia sedikit takut
"tenang aja, gue ga bakalan ngapa ngapain Lo ko" ucap Lucas tidak sabaran, mia pun bergegas menghampiri nya.
" Lo bisa mijit kan" ucap lucas
" bi..bisa ka" ucap Mia
"yaudah, pijitin kepala gue" ucap Lucas lalu menutup mata nya
" kencengin mijit nya,kalo segitu ga kerasa sama gue" ucap lucas
" eh.. iya ka" ucap Mia sedikit menambah tenaga nya untuk memijit kepala Kaka nya itu
" gini kan enak" ucap Lucas lalu merebahkan kepalanya di pangkuan Mia