Devil's Brother

Devil's Brother
BAB 7



cukup lama Mia tidak bergeming dari tempat nya,dia pun memutuskan untuk masuk kedalam rumah.setibanya di kamar dia segera bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan mengobati lukanya.setelah selesai berganti baju dia berencana pergi ke bawah untuk mengambil minum.saat dia keluar kamar,dia melihat sekeliling dan tampak sepi.dia berpikir mungkin ketiga Kaka nya sudah pergi ke alam mimpi masing masing.


"fiuuh untung sepi" ucap Mia pelan


dia melanjutkan langkahnya menuju dapur,sedang asyik minum Mia di kagetkan dengan suara kakanya yang sudah berada di belakang Mia.


"cepat buatin kita makanan"ucap david sambil melihat Kaka kakanya yang sedang duduk santai di meja makan.


deeg saat Mia berbalik dia semakin tidak karuan,sejak kapan mereka ada di dapur,perasaan tadi saat aku ke dapur tida ada siapa siapa pikir Mia.


" tapi Mia tidak bisa memasak ka"jujur Mia.sebenarnya Mia tidak bisa memasak apa yang ia katakan pada arsen bohong,dia memang benar akan membawakan makanan khusus buat arsen,tapi yang masak pembantunya, Mia hanya akan membantu sebisanya.


"malah bengong,cepat buatin Sanah"ucap david nyaring


"Mia ga bisa masak ka,lagian kan ada bi minah yang siap masakin kita"ucap Mia mengulang ucapannya yang tadi


"Kaka mau makan apa? biar Mia yang bilang sama bi Minah" ucap Mia menatap ketiga kakanya.sebenarnya Mia sedari tadi dia merasa ketakutan.


"gue ga mau tau,pokonya Lo harus buatin makanan buat kita bertiga,jangan ada alasan Mia"ucap David dingin


"kalo gitu Mia bikinin pasta aja ya ka" ucap Mia


"TERSERAH" ucap ketiganya,Mia tersentak, dia berpikir mungkin ketiga kakanya sedang kelaparan.


Mia dengan hati hati membuatkan makanan untuk ketiga kakanya.tanpa ia sadari ketiga kakanya sedang menatap Mia,seolah olah Mia adalah makan mereka malam ini.mereka berpikir Mia sangat cantik mengenakan baju itu.mereka terus menatap Mia tanpa berkedip sedikitpun,aktivitas mereka terhenti karena di kejutkan dengan suara bel.mia yang mendengar pun bergegas untuk melihat siapa yang bertamu tengah malam.tetapi langkah nya terhenti karena Marcel menghentikannya.


"udah biar gue aja yang bukain pintu,Lo lanjut aja masak nya" perintah Marsel tegas


tanpa ba bi Bu lagi Mia melanjutkan aktivitasnya,dia segera menuangkan pasta kedalam 3 mangkuk.setelah dirasanya cukup ia pun meletakan mangkuk di meja makan.mia mendengar keributan di ruang tengah,mia pun bergegas melihat siapa yang ribut di tengah malam begini.alangkah terkejutnya Mia melihat arsen berada di rumahnya dan tengah beradu mulut dengan kakanya Marcel.


"ngapain Lo ke sini lagi bajingan?"ucap Marcel marah


"gue ke sini mau ketemu sama Mia, bukan sama Lo"ucap arsen tidak kalah emosi


"Mia gak ada" ucap Marcel bohong,sambil menghadang arsen yang mencoba menerobos masuk.


Mia yang melihat mereka mulai dorong mendorong Mia segera berlari menghampiri mereka.


"udah cel,buat apa Lo tanggapi bocah ingusan macem dia"ucap David menengahi


Mia memberanikan diri menarik tangan Marcel dan menjauh dari arsen.


" kak sebaiknya Kaka makan dulu,nanti ga enak keburu dingin.mia mau bicara sebentar sama arsen" ucap Mia lembut dan hati hati


"Lo udah berani ya,merintah gue" ucap Marsel marah dan hendak memukul Mia.tetapi sebelum itu ada sebuah tangan yang menghentikan nya.


"ayolah cel masih ada penghalang di sini" ucap David sambil menunjuk ke arah arsen dengan bibirnya.


"nanti Lo bisa lakuin dengan bebas setelah banci itu pergi"ucap David memberi pengarahan


yang mendengar itu Marcel hanya bisa menggeram menahan amarahnya.


"arggggghhh"ucap Marcel pergi ke arah dapur dengan di ikuti kedua adiknya.


sekarang Mia hanya berdua saja dengan arsen


"ada apa sen,kesini?"ucap mia ramah


" nnga aku cuma khawatir sama kamu,aku telponin kamu ga di angkat angkat jadi aku mutusin Dateng ke sini" ucap arsen panjang lebar


"maaf ya sen,aku ga tau soalnya aku dari tadi lagi di dapur bikin makanan buat ketiga Kaka ku" ucap Mia


" gitu ya, aku kira kamu di apa apain sama Kaka Kaka kamu"ucap arsen


" ngga ko ga papa,kan masih ada pelayan di rumah" ucap Mia sambil tertawa kecil


" ya udah aku pulang dulu, kalau ada apa apa telpon aku,aku pamit ya udah malem" ucap arsen seraya berdiri dari duduknya


" aku minta maaf ya udah bikin kamu khawatir" ucap mia mengiringi arsen menuju pintu utama.


"santai aja kali,yaudah aku pulang ya.besok jangan kesiangan,aku jemput kamu bye"ucap arsen sambil menaiki motor


"iya"ucapku sambil melambaikan tangan.