
sekarang Mia tengah berada di dalam kamarnya,dia duduk dengan keadaan sangat gelisah.dia mengunci pintu kamarnya dengan sangat rapat,dia takut kaka nya akan masuk kedalam kamarnya.
tidak lama kemudian ada seseorang yang menggedor pintu kamar Mia dengan tida sabaran, ya dia aalah kaka nya Marcel.
"Mia cepat buka pintunya" ucap Marcel dengan tajam.
Mia pun tidak bergeming sama sekali dari tempat duduknya.dia sangat ketakutan,sampai sampai wajahnya penuh dengan keringat dingin.
"Mia kalau Lo ga bukain pintu kamar Lo sekarang juga,gue pastiin Lo abis sama gue sekarang juga" ucapnya menggebu gebu.tapi Mia malah bolak balik di dalam kamarnya,dia merasa panik sekarang.
"Mia gue hitung sampai 3,jika Lo ga bukain pintu jangan salahin gue kalau gue bertindak kasar" ucap Marcel dengan nada marah
akhirnya Mia berpikir untuk membukakan pintu kamarnya sebelum kaka nya itu bertambah marah kepada nya.toh mau di buka ataupun ngga,Kaka nya itu tetap saja bisa mendapatkannya.
"lama Lo" bentak Marcel
"ma..maaf ka" ucap mia.marcel pun segera menyeret tangan Mia ke lanatai bawah,tepat nya ke ruang tamu.mia berfikir untuk apa kaka nya membawa Mia ke kamar tamu.
"ka,ko Kaka bawa aku kesini? kita mau apa ka di sini?" tanya Mia sambil berusaha berontak.
"lo juga bakalan segera tau" ucap Marcel sambil menghempas kan Mia ke atas tempat tidur.mia baru menyadari ternyata kedua kaka nya lucas dan David sudah berada di ruangan itu.dan terjadi lah hal yang tidak di inginkan oleh mia.
sekarang Mia hanya sendirian di kamar itu,di kamar yang menjadi saksi bisu atas apa yang di perbuat oleh ke tiga Kaka nya itu.
"ayah,ibu.Mia lelah,Mia ingin ikut kalian,Mia tidak ingin hidup lagi.buat apa Mia hidup, Mia sudah tidak punya apa apa lagi buat Mia jaga" ucap nya paru,tak lama kemudian ia pun tertawa disaat ia tertawa dia menangis sejadi jadinya dan tertidur lelap.
"non..non..non bangun non sudah pagi,non Mia harus bangun Sekarang.nanti tuan Marcel,tuan Lucas dan tuan David marah" ucap bi Minah membangunkan mia.
"ngggghhh,nanti aja ya bi.mia ga enak badan,badan Mia sakit semua" ucap Mia masih dalam posisi tidur.dia merasa badan nya sakit,bergerak sedikitpun rasanya tubuh Mia akan remuk.
"gimana ya non,soalnya tadi tuan Marcel nyuruh saya buat bangunin non.katanya hari ini pemakaman tuan Wiliam, dan nyonya Teresa" ucap bi Minah .
Mia lupa kalau hari ini adalah hari pemakaman kedua orang tuanya.bagaimana aku bisa lupa,batinnya.mia pun memutuskan untuk memaksakan tubuhnya hadir di acara pemakaman kedua orang tua nya.
"baik bi,jam berapa acaranya mulai?" ucap Mia,sambil membenarkan selimutnya yang akan melorot memperlihatkan tubuhnya yang tidak berpakaian.
" satu jam lagi dari sekarang non" jawab bi Minah.
" baiklah bi,bi bisa tolong ambilkan pakaian Mia di kamar dan sekalian ambilin Mia obat pereda sakit" ucap Mia.
"bisa non" ucap bi minah.diapun meninggal kan Mia
" jangan lama lama ya bi" ucap Mia pada bi Minah yang sedang melangkah pergi.
sekarang suasana kamar yang di tempati Mia kembali hening.mia pun menatap langit langit dengan tatapan kosong.dia berfikir bagai mana nasibnya dengan ketiga Kaka nya itu.
'cklek' suara pintu yang di buka
" ini non baju dan obatnya" ucap bi Minah ketika masuk kedalam kamar yang di tempati Mia.
" bi bisa tolong tutup pintunya?" ucap mia yang melihat pintu kamar sedikit Terbuka.mia pun pergi untuk membersihkan badan nya.
bi Minah pun menunggu majikannya mandi.sambil menunggu bi Minah membereskan tempat tidur.bi Minah bingung karna melihat pakayan Mia robek dan ada noda merah.bi minah pun segera berhenti dari kegiatannya,dia pun berpikir
"apa jangan jangan non Mia.....ah tidak mungkin" dia membuang pikirannya itu.bi Minah pun memutuskan mengganti nya dengan yang baru
'cklek'
" ah sudah selesai non,baju sama obat nya sudah saya taruh di tempat tidur" ucap bi minah sambil menghampiri Mia yang baru saja keluar dari kamar mandi
"iya bi,terimakasih"ucap Mia sambil tersenyum.bi Minah merasa aneh karena di pipi majikannya terdapat luka tamparan.
" pipi non kenapa?" tanya bi minah
" ah ga papa bi,cuma luka kecil" ucap Mia sambil berjalan mengambil bajunya
'hiks hiks hiks' tangis Mia pun pecah,dia tidak bisa menahannya lagi.
"kenapa bi,kenapa Kaka Kaka Mia tega melakukan ini semua kepada mia.padahal Mia sangat menyayangi mereka"ucap Mia paru
'deg'bi Minah menatap majikannya itu dengan sendu
"non,maafin saya.saya tidak bisa melindungi non" ucap bi minah.tangan bi minahah secara perlahan lahan mengelus rambut Mia.
"kenapa bi kenapa Kaka melakukan ini semua sama Mia,memang nya Mia salah apa bi?"ucap Mia meracu lagi.
"yang sabar ya non,ini semua pasti akan ada hikmahnya"ucap bi Minah
ucapan bi Minah dapat menenangkan hati mia,.benar kata wanita tua itu,ini semua sudah di takdirkan tuhan untuknya, dan dibalik semua kejadian ini pasti ada hikmahnya.