
ketika Mia terbangun,dia bingung,kenapa dia berada di atas ranjang miliknya.seingatnya dia semalam bersama kedua kakanya diruang tengah untuk menonton tv.
"apa jangan jangan..."ucap Mia, lalu dia memeriksa bajunya.
"huh...untung masih lengkap" ucap Mia, dia masih trauma dengan kejadian waktu itu
suara deringan telepon milik Mia berbunyi,siapa pagi pagi begini yang menelponnya,pikir Mia
"hallo sayang..udah bangun?" ucap seseorang di sebrang sana
"iya,udah bangun kok.tumben nelpon aku" ucap Mia bingung, tidak biasanya laki laki ini menelponnya pagi pagi sekali.
"emang ga boleh ya?" ucap Mario
"eh..boleh ko,emang ada apa?" ucap Mia
"cuma mau bilang,aku ga bisa jemput kamu nanti.ada urusan yang mau aku urus, jadi kita ketemuannya di kampus aja ya sayang.ga papa kan" ucap Mario
"eemm.. iya ngga apa apa ko,tapi jangan lupa makan ya" ucap Mia
"iya sayang.bye"ucap Mario
"bye" ucap Mia,mengakhiri panggilannya
Mia bergegas ke kamar mandi,dia takut nantinya akan terlambat ke kampus.biasanya angkutan umum jarang ada berlalu lalang di kawasan rumah nya.yang sering biasanya taksi,tapi tidak mungkin dia naik taksi uang yang di milikinya tidak banyak.jadi dia harus pandai menghemat uang
setelah selesai mandi,dia menata dirinya di depan cermin, memoleskan sedikit makeup ke wajahnya.
'tok tok' hingga terdengar suara ketukan pintu di telinga Mia
" non..non..non..sudah waktunya sarapan.tuan sudah menunggu non Mia di meja makan"ucap bi Minah
"iya bi, tunggu sebentar"ucap Mia setengah berteriak.dia hampir lupa kalau ketiga kakanya sedang berada di rumah.
"ayo bi" ucap Mia sambil menggandeng lengan wanita tua itu
Mia melihat ke arah meja makan,di sana sudah ada ketiga Kaka nya yang tengah duduk dengan rapi.
"cepet non,nanti keburu tuan marah"ucap bi Minah yang berada di samping Mia
"iya bi" ucap Mia tersenyum.
"kriett'' Mia menarik bangku yang berada di samping david.dia memilih duduk di samping David karena kakanya yang satu ini tidak terlalu tempramen di banding kan kedua kaka lainnya.
"pagi ka Marcel,ka Lucas, ka David" ucap Mia,dia melakukan ini semata mata agar terlihat sopan di hadapan ketiga kakanya.
"ck lama banget,cepet ambilin makanan ke piring kita semua" ucap Marcel tajam
"i..iya ka" ucap Mia. dia mulai memberikan nasi beserta lauknya ke piring milik David terlebih dahulu,lalu Marcel terakhir Lucas
saat mia mengambil nasi ke piring nya sendiri,sebuah suara yang dapat membuat dia menghentikan kegiatannya.
"Lo itu cewe, kok banyak banget makan.berat tau ga gue gendong Lo semalam" ucap David yang ada di sebelah nya
"yang bilang Lo gendut siapa huh?" ucap David datar
" kan Kaka bisa bangunin aku dulu,jadi Kaka ga repot buat gendong Mia" ucap Mia pelan
"iya, gue udah nepok nepok pipi Lo,tapi Lo ga bangun bangun" ucap David
"maaf ya ka ngerepotin" ucap Mia,dia memaksakan senyumnya,dia masih tersinggung dengan perkataan Kaka nya tadi
"ya elah sensitif banget Lo,orang ga ada yang bilang gendut juga tadi"ucap Lucas yang menyadari perubahan wajah Mia
Mia hanya mendengarkan itu ,tida ada niat untuk menjawab
"ka,Mia berangkat dulu ya" ucap Mia
"tunggu dulu" ucap Marcel,lalu dia mengambil dompet nya yang berada di saku celana nya, dan mengambil sebuah kartu yang pernah Mia lihat ketika arsen membawa kartu tersebut.
"nih kartu kredit buat Lo,Lo bisa gunain kartu ini buat beli apa aja"ucap Marcel sambil meletakan kartu berwarna hitam tersebut ke atas meja.
"emm..ngga usah deh ka,Mia masih punya uang ko"ucap Mia pelan,dia tidak ingin memegang kartu kredit yang terbilang langka.
"ngga ada penolakan"ucap Marcel tajam,yang mampu membuat nyali Mia menciut.
"baiklah" ucap Mia akhirnya mengalah
"dan ini buat Lo juga" ucap David dan Lucas bersamaan meletakan kartu yang sama dengan pemberian Marcel.
"ngga ka, kartu dari ka Marcel aja udah cukup" ucap Mia bingung dengan semua perlakuan ketiga kakanya yang tiba tiba berubah baik kepadanya.
" ck..teri aja,apa susah nya sih" ucap Lucas dengan nada sebalnya
"emm..iya ka" ucap Mia sambil mengambil kedua kartu tersebut
"Mia berangkat ya" ucap Mia
"eitssss,Lo lupa sesuatu"ucap David
"sesuatu? kayanya ngga deh ka" ucap Mia setelah memeriksa kembali perlengkapan di dalam tas nya.
"ini, Lo lupa"ucap David menunjuk pipinya
"huh.." ucap Mia heran ketika Kaka terakhirnya ini menunjuk pipi milik nya
"cepet, lama banget,Lo sebelum berangkat ngampus harus cium pipi gue dulu" ucap David dengan menaikan suaranya
'glek' Mia menelan saliva nya dengan gugup
"lama banget sih,nanti Lo bisa telat ke kampus Lo" ucap David
'cup..cup..cup..' Mia dengan gesit mencium pipi ketiga kakanya itu,sampai sampai Lucas dan Marcel tidak merasakan kecupan Mia tersebut.
tanpa Mia sadari,ketiga kakanya itu tersenyum melihat tingkah laku Mia.