
Mia kembali ke dalam kamar nya setelah selesai makan siang
dia membuka handphone nya yang sejak tadi tidak ia buka.
lagi lagi Mario tidak menghubunginya atau pun mengirim pesan padanya.
padahal ia berharap Mario akan bertanya kenapa dia hari ini tidak masuk kuliah.
...***...
sudah dua hari ini, Mia tidak masuk bekerja tanpa keterangan. sehabis pulang kuliah dia langsung pergi ke tempat dia berfropesi sebagai pelayan.sekarang dia sudah berada di depan kafe dengan cemas.berharap di dalam hati agar tidak terjadi apa apa.dia takut kalau dia akan di omeli habis habisan dan hari ini Mia berniat untuk mengundurkan diri.
'teng' suara bel pintu ketika Mia membukanya
''kenapa,Lo dua hari ini gak masuk kerja,mana kemarin pemilik kafe berkunjung lagi.ck ck ck'' ucap salah satu pelayan perempuan di kafe itu,langsung mengomeli Mia.
''emm..Kemarin aku sibuk.tumben pemilik kafe ke sini, ngapain?''ucap Mia
''katanya sih lagi pengen mantau karyawan yang bekerja di sini,tapi kan Lo bisa bilang ke gue atau pelayan lain kalo Lo ada urusan.gue sebagai temen Lo ga di anggap.kalau udah di pecat,tau rasa lo'' ucap perempuan yang bernama Evelin itu dengan wajah kesal yang di buat buat nya itu.
''yaudah, maaf ya. kemarin aku lupa nelpon kamu,lain kali kalau aku ada urusan,dan aku ga bisa masuk kerja,nanti aku bilang ke kamu.janji deh''ucap Mia lalu menarik jemari kelingking Evelin dan memautkan nya
''maaf ya.udah dong cemberutnya,nanti ilang lo cantiknya''ucap mia sambil menarik narik pipi chuby Evelin
''ck iya iya gue maafin,udah dong jangan narik narik pipi gue,sakit tau'' ucap Evelin akhirnya
''tapi kayanya besok atau lusa aku mau ngundurin diri deh''ucap mia
''huh..kok tiba tiba sih''ucap Evelin sedikit kaget
''tapi aku lagi pikir pikir dulu ko,baru niat aja sih''ucap mia
''yah...gue sendirian dong''ucap Evelin
''tapi gue ngerasa klop nya sama lo''ucap Evelin
'pelayan'ucap seorang pelanggan setengah berteriak membuat mereka berhenti berbicara.
''lo aja yang datengin ya''ucap Evelin
''oke''ucap Mia singkat
Mia pun menuju meja no lima yang terdapat pasangan pria dan wanita.dia mengerutkan kening nya,dia tampak tidak asing dengan perawakan wanita dan pria tersebut.
''ko mirip sama Mario dan sarah ya''batin mia
'deg'benar dugaan nya,mereka adalah Mario dan sarah.
dia menghentikan langkah nya,dan terus memandangi dua insan yang tengah menebar keharmonisan layaknya seorang pasangan yang tengah di mabuk asmara.
''ga mungkin..ga mungkin..ga mungkin kalau selama ini Mario bohongin aku''batin Mia pilu
Mia sangat mencintai Mario,dan sangat mempercayai pria itu.dia tidak mau menuduh yang tidak tidak terhadap kekasihnya itu.
tidak mau berpikiran buruk tentang kekasihnya itu, Mia pun kembali dan meminta Evelin yang melayani mereka.
''lah,kok Lo balik si? gue tadi ga liat Lo ke sana''ucap evelin
''aduh,maaf ya lin.tiba tiba perut aku mules''ucap mia bohong
''yaudah, Lo ke toilet aja dulu, biar gue yang gantiin lo''ucap Evelin
''iya makasih banyak ya evelin''ucap Mia
''iya sama sama.yaudah cepat sana''ucap Evelin sedikit mendorong Mia.