Devil's Brother

Devil's Brother
BAB 29



hari sudah mulai gelap,Mia baru saja keluar dari kamar milik kakanya.dia terus menunggu Lucas sampai dia benar benar tidur dengan pulas.


''kayanya aku harus cepat''ucap Mia berbicara sendiri


dia menatap sedih ke arah ponsel nya yang berada di atas kasur milik nya.dia sedari tadi menunggu telpon ataupun pesan dari kekasih nya.tapi harapan nya pupus sudah,karena tidak ada tanda tanda pria itu menghubungi nya.


to Mario


''kamu di mana? udah makan?"


''lama banget sih balas nya''ucap Mia sendiri,lalu dia masuk ke dalam kamar mandi milik nya,dia berpikir buat apa menunggu lama lama


tidak membutuhkan waktu yang banyak bagi Mia untuk bersiap siap.dia memilih a line dress dengan lengan panjang terbuat dari renda,dan bagian bawah nya aga lebar.tiak lupa dia juga memoleskan makeup tipis ke wajah nya agar tidak terlihat pucat.


''mau kemana lo''ucap David,ketika David melihat Mia keluar kamar


''eem..mau kerumah temen Mia kak,dia ngerayain hari tunangan nya'' ucap Mia


''siapa?'' ucap David sedikit tidak percaya kepada gadis yang ada di depan nya ini.


''arsen kak,Kaka izinin Mia ke sana kan?''ucap Mia berharap


''ngga boleh''ucap David telak


''ta..tapi ka,Mia harus da..''ucap Mia terpotong


''dibilangin ga boleh ya ga boleh,maksa banget sih''ucap David marah


''ka Mia harus dateng''ucap Mia kekeh


''nggak boleh, balik sana''ucap David mendorong Mia masuk ke dalam kamar nya


''tapi ka..''ucap Mia kembali terpotong.


''sekarang,Lo masuk ke dalam kamar.kalau Lo masih keras kepala mau kerumah temen lo,gue janji,gue gak akan segan segan nyakitin lo'' ucap David dengan wajah serius nya.


'deg'mia terdiam mendengar penuturan Kaka nya yang tidak main main.


'brak'mia menutup pintu dengan keras,dia sengaja melakukan itu.


David mengurung kan niat nya untuk pergi ke dapur,dan dia memutuskan kembali ke dalam kamar nya.


entah kenapa dia menjadi sangat tidak karuan,saat dia melihat tubuh adiknya itu.dia berpikir tubuh Mia yang sekarang,berbeda dengan yang dulu.sekarang ia terlihat lebih berisi,mungkin karena Mia terlalu sering makan dan menyebabkan badan nya menjadi begitu,pikirnya.


''argghhh''david berteriak,dia tidak bisa menghilangkan bayangan Mia di dalam pikirannya.


disisi lain,Mia tengah berpikir bagai mana dia bisa keluar dari dalam rumah nya.


''gimana nih,acaranya hampir di mulai lagi'' ucap Mia gelisah di atas tempat tidur


diapun memberanikan diri untuk keluar kamar,berharap semoga kakanya tidak melihat kepergiannya.


langkahnya terhenti di depan kamar Lucas,cukup lama dia memikirkan masuk atau tida.dia hendak memastikan bahwa Kaka nya ini,dalam keadaan baik baik saja


'cklek' Mia memutar knok pintu dengan pelan.


terlihat seorang pria tengah tidur dengan tenang,tangan nya perlahan lahan menyentuh kening Lucas


''bagus lah,panas nya udah mulai turun'' ucap Mia dalam hati


...*****...


tiba tiba dia berkeringat dingin, saat dia melihat banyak orang orang yang memenuhi ruangan tersebut.


Mia tidak suka keramaian,entah mengapa dia selalu merasa gugup,dan produksi keringat nya lebih banyak.


''mia'' ucap seseorang yang sangat Mia kenal


''ma..mario,ngapain di sini?'' ucap Mia kaget menatap pria yang di depan nya


''aku di undang''ucap Mario santai


''ko kamu keringatan gini sih sayang?'' ucap Mario mengusap keringat yang mau menetes di pelipis Mia.


''rasanya gerah''ucap Mia berbohong


''sini ikut aku'' ucap Mario menarik tangan Mia


''mau kemana?" ucap Mia


Mario membawa Mia kesebuah ruangan yang ber AC,dan tidak terlalu ramai


''gimana,masih gerah ga?" ucap Mario sok perhatian


''udah mendingan kok''ucap Mia


''kamu udah lama di sini?"ucap Mia menghadap ke arah pria yang ada di samping nya


''udah,sebelum acara di mulai tadi'' ucap Mario


''ohh..tapi kenapa kamu ga balas pesan aku?" ucap Mia akhirnya


''pesan? handphone aku lowbat,jadi ga bisa bales''ucap Mario


''nggak kaya biasanya handphone kamu sampai abis gini baterai nya''ucap Mia masih tidak percaya


''kamu gak percaya? nih liat aja sendiri'' ucap Mario sedikit sewot


''maaf,bukan nya gitu,aku khawatir aja sama kamu,abis seharian kamu gak hubungin aku.''ucap Mia


''udah lah gak usah di bahas lagi''ucap Mario


''iya,maafin aku ya''ucap Mia


''hemm.'' Mario hanya bergumam


''kamu udah ucapin selamat sama mereka berdua? pasti belum ya?" ucap Mia berdiri dari tempat duduk nya


''siapa bilang belum, aku udah ucapin selamat kok,kamu nya aja yang telat ke sini''ucap Mario santai


''ohh..yaudah,aku ke sana dulu ya''ucap Mia


''hmm..''ucap Mario


jujur saja Mario tidak bisa mengelak bahwa malam ini Mia sangat cantik dengan di baliti dress warna hitam yang di kenakan nya


''shitt''ucap Mario, tiba tiba dia menjadi tidak terkontrol,saat melihat tubuh Mia dari belakang


padahal gadis itu tidak memakai pakaian mini dress,tapi menurut mario dia masih terlihat seksi.