
Mia pun gemetar ketakutan kalau kalau Kaka nya akan berbuat lebih lagi terhadapnya.tetapi tak lama kemudian, ada suara bariton yang tiba tiba muncul menghampiri mereka.
"dari tadi ribut ribut. ganggu " ucap David dengan muka datar nya.
" Mia,kenapa mereka berdua bisa sampai berkelahi seperti ini?" ucap David
"eemm.. anu ka,Mia juga ga tau. tapi tadi ka marcel duluan yang pukul ka Lucas" ucap Mia jujur
"kalian berdua ini benar benar ya,kaya anak kecil" ucap David sinis menatap kedua saudaranya
"Lo ga usah ikut campur,David" ucap Marcel tajam
"Marcel sudahlah sebaiknya Lo jangan keras kepala,sebaik nya Lo berhenti" ucap David tenang
" mia, Lo bantuin bawa Lucas ke sofa.gue bantuin Marcel" ucap david
"ta..tapi ka" ucap mia.bukan nya dia tidak mau membantu Kaka nya Lucas, tetapi Mia sangat takut kepada Kaka nya itu.
"Lo ga kasian" ucap David geram
tanpa ba bi bu lagi,Mia segera membantu Lucas berdiri
"ayo ka, Mia bantu" ucap mia.lucas pun tampak tidak marah, ketika Mia ingin membantunya.dia sudah tidak punya cukup tenaga untuk memarahi gadis yang ada di samping nya itu.
"gue capek,mau tidur,dan Lo mia,ambil kotak p3k di dapur, lalu obati mereka berdua"ucap David setelah membopong Marcel ke atas sofa.
"tapi.." ucap mia terpotong
"ingat, jangan sekali kali membantah perintah gue.mia" ucap david.lalu dia pergi melangkahkan kaki nya ke tangga,untuk menuju ke ruang atas.
"bentar ya ka,Mia mau ngambil kotak p3k nya dulu di dapur" ucap mia,lalu dia pergi ke dapur untuk membawa kotak p3k.
tidak lama kemudian Mia pun kembali
" tahan ya ka" ucap mia,dia mulai mengobati area wajah kakanya Lucas.dia memilih mengobati kakanya Lucas terlebih dahulu,karena luka kakanya itu, lebih parah dari pada luka Marcel.
"akkhh....pelan pelan dong" ucap Lucas meringis
"ma..maaf ka" ucap mia
Mia beralih mengobati ke bagian tangan Lucas.tetapi Mia kebingungan,bagai mana cara mengobatinya.pasalnya Lucas memakai baju berlengan panjang.
Mia mencoba menggulung lengan baju tersebut sampai ke lengan atas,padahal dia tau itu cara yang salah.bisa saja Lucas kesakitan.
"akkhh..Lo itu bodoh atau gimana,mana bisa Lo obati lengan gue dengan baju yang di gulung kaya gini,yang ada lengan gue jadi sakit,gara gara kena baju.paham Lo"ucap Lucas tajam
"ma..maaf ka,Mia ga tau" ucap Mia menundukan kepalanya
"emang dasar cewe bodoh ya,tinggal ngomong aja ke gue buat buka baju,susah amat" ucap Lucas lalu dia membuka baju dengan hati hati.
" sekarang obati pelan pelan" ucap Lucas setelah membuka bajunya.
" ckk.. lama banget sih" ucap Marcel
"iya ka bentar lagi juga selesai" ucap Mia sambil menyapu keringat di dahinya.
Mia pun mempercepat gerakan nya agar cepat selesai.
" tahan ya ka"ucap Mia ketika ingin mengobati luka Marcel.
dia mengobati dari wajah Marcel yang memar karena pukulan Lucas tadi
" emm ka,anu" ucap Mia tidak jelas
" apaan sih,ga jelas Lo" ucap Marcel tajam
"cih,Lo itu punya mulut kan.tinggal ngomong buka baju aja,mesti harus Gagu dulu"ucap Marcel,setelah ia mengetahui maksud dari gadis di depan nya itu.
Mia menghela napas mendengar nya. kedua kakanya ini suka sekali menghinanya.
" cepet..malah diem" ucap marcel setelah melepas pakaiannya.
"selesai...permisi ka Mia mau ke kamar Mia dulu" ucap Mia setelah mengobati semua luka kakanya,lalu diapun berdiri.
'greb'hingga sebuah tarikan tangan membuatnya berhenti dan duduk kembali.
" siapa yang nyuruh Lo ke kamar huh?"ucap Marcel
"ka Lucas, Mia ke kamar ya" ucap mia memberanikan diri,dia terlalu lelah dan mengantuk.dia berharap kakanya ini mau membiarkan nya pergi ke kamar nya.
"ngga, Lo temenin kita berdua nonton tv dulu, Lo ga mau kan kita berdua berantem lagi kaya tadi.cepetan Lo nyalain tv nya"ucap Lucas datar
Mia bergegas untuk mengambil remot tv.
"minggir tangan Lo" ucap marcel yang membuat Mia bingung
"ckk ..dasar bodoh,maksud gue singkirin tangan yang ada di atas paha Lo itu, gue mau tidur" ucap marcel lagi
"eh..." ucap Mia ketika Marcel mendaratkan kepalanya ke pangkuan Mia.
"gini kan enak,sekalian elus elus juga rambut gue" ucap marcel.dia pun merasa kenyamanan saat Mia mengelus elus rambutnya.
"kalau mau tidur itu di kamar" ucap Lucas menyindir Marcel
" udah ka" ucap Mia menengahi,dia tidak mau kalau Kaka nya itu berkelahi lagi
"ck.. gue juga ngantuk,pengen tidur" ucap Lucas. sambil merebahkan kepalanya di atas paha milik Mia juga.
jadi beginilah nasib Mia,di paha sebelah kiri terdapat kepala Marcel,dan di sebelah kanan kepala lucas.tak lama Mia pun merasakan beban berat di matanya,dia tidak mampu menahan kantuk nya lagi.perlahan lahan,mata indah nya mulai tertutup.
dan mereka bertiga,tidur di atas sofa, dengan posisi tv masih menyala.