
mia pun menyetujui usul siska.setelah Mia masuk kedalam mobil dan Siska melajukan mobilnya keduanya tidak ada yang membuka suara.siska fokus menyetir sedangkan Mia memilih diam.sehingga Siska memecahkan keheningan.
"kok suasana di mobil gue canggung amat ya.ngomobg ngomong Lo masih pelajar atau anak kuliahan?"ucap siska
"aku kuliah ka,baru semester 3"ucap Mia dan kembali diam
"sama kaya gue dong"ucap Siska antusias
"rumah Lo belok kanan atau kiri nih"ucap Siska melihat jalan yang bercabang di depannya
"kanan ka,sebentar lagi juga nyampe"ucap Mia
"stop ka ,itu rumah aku"ucap Mia menunjuk bangunan tinggi dan megah di depannya
"loh kok tujuan kita sama,gue mau kesini juga tadi"ucap Siska kaget.dia membawa mobilnya masuk setelah gerbang terbuka otomatis
"kebetulan banget ka,ayo masuk ka" ucap Mia turun dari mobil Siska
"bentar gue parkir dulu"ucap Siska sambil pergi memarkirkan mobilnya
"iya ka"ucap Mia tersenyum hangat
Mia memutuskan menunggu Siska di pintu utama saja,dia menengok ketika ada seseorang yang membuka pintu di belakangnya dan alangkah terkejut Karana yang membuka pintu adalah orang yang ingin dia hindari.
"dasar wanita ga tau di untung, gue kan udah bilang Lo tunggu di rumah"ucap Marcel dengan mata Nyalang menatap Mia
"Mia mau liat ayah sama ibu untuk yang terakhir kalinya ka"Mia menjawab dengan kepala menunduk ke bawah.tangannya meremas sisi baju yang tengah ia gunakan.
'plak plak'
"ibu sama anak sama aja, pembawa sial"ucap Lucas yang tiba tiba datang dan langsung menampar Mia yang ada di depannya dengan sangat keras sehingga Mia jatuh tersungkur.sudut bibirnya pun tampak membiru.mia hanya diam ketika Lucas menamparnya.
"ikut gue sekarang"ucap Marcel sambil menarik tangan Mia secara paksa dan menyeretnya masuk kedalam rumah
"ampun ka,Mia minta maaf"ucap Mia mulai ketakutan.dia terus berharap semoga kejadian satu tahun lalu tidak terulang kembali.
*****
Siska baru saja keluar dari dalam mobil nya,dia melangkahkan kakinya kerumah megah milik pamannya.dia mendengar paman dan istri pamannya meninggal dunia akibat kecelakaan,dia shok mendengar itu sekaligus sedih.bagaimana tidak dia sangat menyayangi pamannya itu karena Siska sudah memanggap nya seperti ayahnya sendiri.
dia mencari sosok gadis yang ia temui di pinggir jalan tadi.dia sedikit tidak percaya bahwa gadis itu tinggal di kediaman pamannya itu.setahu dia pamannya tidak memiliki anak gadis ,ia hanya memiliki 3 orang putra saja.mungkin anak pelayan pikirnya.karna sedari tadi dia tidak menemukan gadis itu akhirnya dia memutuskan masuk kedalam rumah.
"mungkin sudah masuk"gumam Siska
keduanya memegangi tangan Mia,sedangkan Lucas ia berjalan di depannya
"lepaskan kak"ucap Mia
"lepas kata Lo,jangan mimpi"ucap Marcel marah dan semakin menyeret Mia dengan kasar
ketika ada suara seorang gadis berteriak dan memanggil nama mereka,mereka menghentikan langkahnya
"sepi banget.Marcel Lucas David, dimana kalian"teriak Siska sangat nyaring
"Marcel Lucas David, cepetan turun" ulang nya lagi
"awas Lo ya,kali ini Lo selamat"ucap Marcel pada mia.merekapun turun meninggalkan Mia ke lantai bawah.
"ada apa,tengah malam gini kesini? ganggu!" ucap Lucas marah melihat wanita yang ada di depannya
"gue denger paman sama Tante meninggal" ucapnya sedih,dia lupa menanyakan gadis yang tadi bersamanya karena dia merasa sedih
"ya.tidak ada urusan lagi kan,sebaiknya Lo pulang"ucap David mendorong Siska menuju pintu utama
"tega banget sih,nyuruh anak gadis pulang sendirian mana sudah malam lagi.gue nginep di sini aja ya,biar gue gak bolak balik,lagian besok kan acara pemakaman paman dan Tante, jadi gue males harus balik lagi
"Lo bisa cari hotel sekitaran sini buat tidur" ucap David datar
Siska yang mendengar perkataan David,dan ia tidak setuju, lalu ia mencoba memohon kepada Lucas dan Marcel
"Lucas boleh ya"ucap Siska memohon
"tidak" ucap Lucas berdecak sebal
"Marcel ganteng banget deh hari ini.boleh ya nginep di sini satu hari aja"ucap Siska merayu agar dia mendapat ijin menginap disini
"tidak"Marcel menekan suaranya
"yaudah"ucap Siska kesal dengan perkataan Marcel sepupunya itu.
"kenapa masih disini? sana keluar"ucap Marcel melihat Siska yang belum beranjak dari posisinya
"yaudah bye"ucap Siska mengalah.dia menghentak hentakkan kakinya karena kesal.
"