Devil's Brother

Devil's Brother
BAB 18



Mia menarik tangan nya dari genggaman pria tersebut


"ehh..ngga usah" ucap Mia sambil menyembunyikan wajahnya yang sudah Semerah tomat itu.


"kita mendingan ke kelas aja,nanti kamu ketinggalan materi.kan sayang baru pertama masuk sudah harus ketinggalan materi"ucap Mia sambil meninggalkan Mario dengan berjalan sangat cepat


sebenarnya Mia sangat malu, dia takut Mario tau kalau dia salah tingkah


" semoga aja dia ga tau deh" ucap Mia dalam hati


" eh.. tunggu dong, jangan maen ninggalin aja"ucap Mario sambil berlari menyusul Mia yang tengah meninggalkannya itu


"gue boleh minta nomor telepon Lo ga?" ucap Mario yang berada di samping Mia


" mmm.... buat apa?" ucap Mia sambil menatap heran kearah laki laki yang berada di sebelah nya itu.


pasalnya mereka kan baru kenal,tapi pria yang di depannya ini sudah berani meminta nomor telepon nya.


"biar kita bisa mengenal lebih dalam lagi" ucap mario


"maksudnya" ucap Mia bingung


"ehhhh... jangan salah paham dulu,maksudnya gini, kan enak kalau sudah akrab,kita bisa jadi temen.gue juga jadi bisa nanya nanya ke Lo, tentang materi.gue kan anak pindahan jadi banyak materi yang ngga gue kuasain"ucap mario panjang lebar


"ya udah, nih" ucap Mia sambil memberikan handphone nya.


Mia terpesona melihat wajah laki laki yang berada di hadapan nya.tampak terlihat pria itu sedang fokus menyimpan nomor ponsel milik Mia ke dalam ponsel milik nya. menurut Mia dia sangat tampan.


"nih,udah" ucap mario tiba tiba.


"e...eh iya" ucap Mia mengambil handphone nya


'deg deg deg' jantung Mia berdetak kencang,saat tidak sengaja tangannya bersentuhan dengan tangan milik Mario


"kita makan aja yuk, gue lapar nih.bentar lagi juga kelas bubar" ucap mario sambil memegang perutnya


"tapi...." ucap Mia terpotong karena Mario menarik tangan Mia


"udah ga apa apa sekali kali" ucap mario,dia membawa Mia ke arah kantin yang di sediakan kampus.


"tapi aku udah bawa bekal" ucap Mia


"ya udah bawa aja dulu bekal nya, gue tunggu di sini ok" ucap mario sambil tersenyum


"I...iya" ucap Mia tergagap saat melihat senyum itu lagi


Mia pun setengah berlari menuju kelas nya


sesampainya di kelas,benar saja seperti ucapan Mario kelas sudah berakhir.


Mia tidak bisa menahan senyum nya sejak tadi,terlihat dari muka nya dia terlihat senang.dia berpikir masih ada orang yang mau berteman dengan nya.


" ayo kita makan di kantin aja" ucap mario sambil memegang tangan Mia


Mia sedikit terkejut,saat pria itu memegang tangan nya dengan sangat lembut.


mereka berdua mulai memasuki area kantin,banyak yang memberikan tatapan kagum ke arah mario.


melihat itu Mia sedikit tidak nyaman,karena orang orang menatap kearah nya.


"santai aja " ucap mario, mempererat pegangan nya di jemari Mia


mario membawa Mia ke meja paling ujung.


sekarang Mia tampak gugup karena pria itu menatapnya dengan serius


"eh Mario,tadi kamu katanya mau makan.sini biar aku pesenin" ucap mia gugup


tida ada sahutan dari Mario,seolah olah dia tidak mendengar nya.


" eh soryy,apa tadi?" ucap mario berhenti menatap Mia


" kamu mau makan apa,biar aku yang pesenin " ucap Mia mengulang pertanyaannya.


"pesenin bakso aja,kayanya enak" ucap mario


" oke,tunggu ya" ucap Mia berdiri dari duduknya


"cih dasar cewe murahan" ucap mario pelan, menurutnya Mia so baik


"nih punya kamu,maaf ya lama ,soalnya tadi ngantri" ucap Mia sambil tersenyum


" ga papa ko" ucap mario sambil melahap makanan nya


"btw Lo bawa apa" ucap mario yang melihat Mia membuka kotak bekal nya


" aku bawa nasi goreng,kamu mau?" ucap mia


" boleh" ucap mario pura pura antusias,diapun memakan nasi goreng Mia


" enak" ucap mario memuji nasi goreng yang di bawa Mia


mereka berdua pun terlihat layak nya pasangan kekasih.mia tertawa lepas,saat Mario menceritakan masa kecilnya yang menurutnya sangat konyol


mia pun berhenti tertawa ketika Mario menggenggam jemari Mia


' deg deg deg' jantung Mia berdebar saat dia mendengar perkataan mario


"gue ga tau, entah kenapa gue merasa nyaman kalo Deket sama Lo" ucap mario serius


"sebelum nya gue ga pernah Deket sama orang segampang ini. cuma sama Lo gue langsung akrab" ucap mario lagi


"gue harap kita bisa lebih dari sekedar teman"ucap mario sambil mengelus elus tangan Mia


" ma..maksudnya" Mia sedari tadi diam mendengarkan penuturan dari pria di depannya ini


" sejak pertama kenal,gue ngerasa Lo beda sama cewe kebanyakan.jadi entah kapan perasaan ini muncul,intinya gue ga bisa ngelak kalau gue suka sama Lo. Lo mau ga jadi pacar gue?" ucap mario memasang wajah seriusnya


" aduh gimana ya,masalahnya kita kan baru aja kenal" ucap Mia bingung


" kalau Lo ga bisa jawab sekarang,besok juga ga papa ko" ucap mario tersenyum lembut


" maaf ya, ga bisa jawab sekarang" ucap mia merasa bersalah


" tidak masalah,udah jangan di pikirin lagi" ucap mario melihat Mia yang masih berpikir


" habis ini kita ada kelas lagi ga? " tanya Mario


" mmm.. ga ada" ucap Mia tersenyum


" terus habis ini Lo mau kemana? pulang?" tanya mario menaikan satu alis nya


" iya kayanya aku langsung pulang aja deh" jawab mia


" gue anterin ya" tawar Mario


" eh ga usah, nanti ngerepotin" ucap mia


" ga papa,biar gue tau rumah Lo, jadi kan bisa antar jemput calon pacar gue yang cantik ini" ucap mario menaik turun kan alis nya


" hahaha apaan sih" ucap mia dengan wajah merah nya.


" yaudah ayo" ucap mario menarik tangan Mia menuju parkiran.tida lupa dia pun meninggalkan uang di atas meja


yang di gunakan untuk membayar makanan yang tadi Mario makan