
tangis Mia pun mulai mereda,ia hampir lupa acara pemakaman kedua orang tuanya.
" non jangan sedih lagi ya,kan ada bibi" ucap bi Minah
"iya Bu makasih,makasih banget atas perhatian bibi selama ini sama Mia" ucap Mia seraya mengusap air matanya.
" sebaiknya non bersiap siap dulu, bibi mau ke dapur dulu, mau bikin sarapan"ucap bi Minah berdiri dari duduknya.
Mia pun teringat janjinya yang akan membuatkan bekal untuk temannya arsen
" bi tungguin Mia bentar"ucap Mia sedikit berteriak,dan dapat menghentikan langkahnya bi Minah.
"eh,iya non.jangan lama lama ya non takut nya Kaka Kaka non marah nanti sama bibi,kalo bibi telat bikin sarapan" ucap bi Minah
"iya bi tunggu bentar" ucap Mia
" ayo bi,Mia sudah selesai" ucap Mia sambil menarik tangan bi Minah menuju dapur
"eh i..i.. Iya non" ucap bi Minah gelagapan,saat majikannya menarik tangan nya secara tiba tiba.
Mia mengedarkan pandangannya memastikan ketiga kakanya belum turun ke bawah.dia berharap dia tidak bertemu dengan mereka.
"huh..untung mereka ga ada" ucap Mia lega
"Kaka Kaka non belum ada yang turun" ucap bi Minah menanggapi perkataan mia.bi Minah tau siapa yang di maksud Mia tadi.
"oh iya bi"ucap Mia
"non mau bibi masakin apa?" ucap bi Minah
"nasi goreng aja bi,bikinin dua porsi ya bi tapi yang satunya taro di tempat bekal" ucap mia.mia memutuskan membawa nasi goreng untuk arsen
"iya non siap" ucap bi Minah tersenyum
"Mia boleh bantu kan bi?" tanya Mia
"tapi non,non kan dari dulu ga di bolehin masak sama nyonya Teresa" ucap bi Minah
"ga papa bi,sekalian Mia belajar" jawab Mia
"baiklah" ucap bi Minah mengalah
Mia mulai membantu bi Minah untuk memasak.dia mendengarkan apa saja yang di suruh ucapkan bi Minah.
"bi sini biar Mia aja yang naro nasi nya" ucap Mia ketika nasi goreng selesai di buat
" huh..akhirnya selesai juga, semoga aja arsen suka"ucap Mia sambil tersenyum melihat karyanya.mia berniat hari ini dia akan pergi ke kampus,setelah acara pemakaman kedua orangtuanya selesai.
'ting tong' suara bel rumah Mia berbunyi
"bibi pergi bukain pintu dulu ya non" ucap bi Minah setengah berlari untuk membukakan pintu utama.
"siapa ya,pagi pagi begini yang bertamu" ucap Mia bergumam.
"non.non Mia ada temen non di depan" ucap bi Minah sambil menghampiri Mia
"cowo bi? ucap Mia yakin
"iya non cowo ganteng"ucap bi Minah
"aku samperin dulu ya bi"ucap Mia
"iya non" jawab bi minah.mia sangat yakin itu pasti arsen.sudah jelas karena dia tida mempunyai teman selain arsen.
"sen,ngapain jemput aku jam segini,ini kan masih pagi?" ucap Mia,dugaan nya benar itu adalah arsen
"aku denger ayah sama ibu kamu meninggal. setelah aku mendengar kabar itu,aku segera ke mari" ucap arsen tenang
"iya sen mereka udah ga ada" ucap Mia sendu
"jam berapa pemakamannya" ucap arsen
"jam 8:00, bentar lagi" ucap Mia melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya yang menunjukan pukul 07:20.
"hari ini kamu jangan masuk dulu aja.kamu jangan khawatir, aku udah mintain izin sama dosen yang ngajar hari ini"ucap arsen
"tapi sen" ucap Mia
" ga apa apa, aku tau pasti keadaan kamu sekarang lagi terpuruk.jadi ga usah maksain kuliah dulu"ucap arsen lembut
"iya deh,makasih ya sen.ngomong ngomong kamu udah makan belum sen?" ucap Mia
"belum,aku belum sempet sarapan tadi.jadi aku makan di sini aja ya" ucap arsen sambil menerobos masuk.dia tidak takut sama sekali kepada kaka Kaka nya Mia.
"tapi sen, makanya di taman belakang aja ya,soalnya masih ada Kaka Kaka ku di dalam" ucap Mia mencegah arsen yang mau masuk ke dalam rumah.
"baiklah" ucap arsen