
setelah kepergian arsen Mia segera bergegas menuju dapur.dia takut ketiga kakanya akan marah kepanya karena dia terlalu lama berbincang dengan arsen.
"lama banget sih lo, ayo cepat suapin gue"ucap Marcel tajam
Mia terkejut mendengar ucapan Marcel, dia bingung apa yang di maksud dengan perkataan kakanya itu.
"Lo tuli ya Mia?!" ucap Marsel lagi
"tapi kan Kaka bisa makan sendiri"ucap Mia lembut
" gue paling ga suka penolakan Mia,cepat Mia"ucap Marcel dengan nada sedikit keras
Mia melangkahkan kakinya dengan ragu menuju tempat duduk di sebelah marcel.mia tersentak karna tangan seseorang menarik Mia sedikit keras.mia pun melihat siapa pelaku yang telah menarik tangannya.
"gue duluan, gue kan udah nolongin Lo tadi dari kemarahan Marcel"ucap David datar
"apaan sih lo, gue yang duluan minta David" ucap Marcel marah dan melepaskan genggaman tangan David dari pergelangan tangan Mia.
"terserah gue dong,gue mau nya duluan gimana nih" ucap David menantang dan dia mulai meninggikan suara nya pertanda ia mulai marah
melihat kedua kakanya mulai ribut dia pun berbicara dengan sangat hati hati dan sangat lembut.ia berharap semoga mereka tida marah dengan ucapan Mia
"bergantian ya ka,Mia suapi ka Marcel dulu ya ka David"ucap Mia lembut.tetapi tida ada sautan dari kakanya David itu
Lucas yang sedari tadi memperhatikan keributan dari kedua saudaranya, yang menurutnya mereka sangat kekanak kanakan.mia pun mengambil pasta dari mangkuk milik Marcel dan mengarahkan nya ke mulut Marcel,tetapi Mia terkejut karna sendok yang dia arahkan ke mulut Marcel tidak di terima Marcel,melainkan di terima Kaka keduanya Lucas.dia melakukan nya dengan sangat cepat,sehingga Marcel tidak menyadarinya.
"berani beraninya ya Lo"Marcel marah melihat Lucas yang berada di sampingnya mengambil suapan pertama nya dari Mia
"udah ya ka jangan berantem,biar adil Mia suapin semuanya"ucap Mia menengahi
"cepetan gue udah laper dari tadi"ucap Marcel
mia pun menyuapi ketiga kakanya dengan hati hati,sampai tak terasa makanan yang ada di mangkuk sudah habis.
"kenapa mereka menatapku dengan tajam"batin Mia dalam hati
"ekhmm ..ka pastanya sudah habis" ucap Mia dengan nada sedikit gugup
"terus"ucap Lucas dengan nada enteng,sehingga membuat Mia semakin gugup.tidak peka sekali pikir Mia.
"Mia beresin semuanya dulu ya ka, terus Mia mau cuci mangkuknya" ucap Mia pelan,Mia pun menunggu jawaban dari ketiga Kaka nya.tetapi tidak ada yang menjawab nya,mereka malah asik dengan handphone di tangannya.mia pun langsung mengumpulkan mangkuk bekas mereka.saat Mia hendak mengambil mangkuk bekas lucas, mia pun tersandung kaki kursi yang di duduki Lucas dan membuat Mia terjatuh menimpa Lucas.lucas yang tertimpa Mia dia merasakan tubuhnya menegang,dan dia pun menatap tajam Mia dan membuat Mia tersadar.mia pun bergegas berdiri dan menatap Lucas takut.
" ma-maaf kak,Mia ga sengaja" ucap Mia gagap
" mulai berani ya lo godain gue,dasar murahan" ucap lucas marah
sebenarnya Marcel dan Lukas memang menginginkan Mia untuk jadi miliknya seutuhnya,tetapi rasa ingin menyakitinya lebih besar dari pada itu.
mungkin mereka masih menyimpan dendam pada ibunya Mia.
"maaf ka, Mia benar benar ga sengaja tadi" ucap Mia meminta maaf lagi.miapun menatap david seakan akan ia meminta pertolongan David.dia berharap Kaka nya yang satu ini dapat menolong nya sekali lagi.
David yang melihat tatapan Mia meminta tolong padanya dia hanya bisa berdecak kesal.
"kalau mau memarahinya sebaiknya setelah ia membereskan meja makan,akan lebih leluasa menyiksanya. dan akan lebih menarik jika menyiksanya di atas meja" ucap David mengusulkan
Mia yang awalnya merasa lega mendapat pembelaan dari kaka nya David,dia menjadi syok ketika mendengar kalimat terakhirnya.
"boleh juga"ucap Lucas dan dia pun tersenyum devil menanggapi usulan David.
"cepat bersihkan" ucap Lucas membentak mia
mia pun segera membawa mangkuk kosong ke dalam wastafel.dia sengaja memperlambat pekerjaannya.terlintas di pikiran Mia kalau ia harus menelpon arsen,tetapi ia urungkan niatnya itu. ya Tuhan tolong hamba mu ini,doa nya di dalam hati.
"lo sengaja ya lama lamain?" ucap Lucas sambil menghampiri Mia dia pun menarik tangan Mia dengan sangat kasar.
"ampun ka, maafkan Mia"ucap Mia sambil mulai terisak
"tidak ada kata maaf"ucap Lucas dan menarik tangan Mia ke arah meja makan