Devil's Brother

Devil's Brother
BAB 2



sebuah siraman air dingin membangunkan ku


"bangun jalang"sambil memukul pipiku keras.


aku bangun dengan kondisi yang sangat mengenaskan dengan tangan dan kaki masih terikat.aku sangat pusing dan tida bertenaga karena dari kemarin aku belum memakan apapun.


"tolong lepaskan ka,apa salah ku sampai sampai kalian membenciku"ucapku sambil menatap ke 3 Kaka ku dengan lirih.


"sudah gue bilang,ini semua balas dendam atas perbuatan ibu Lo yang murahan itu"ucap Marcel


perkataan kak marcel mampu membuat amarah ku naik,dan aku lepas kendali.


"BERHENTI MENGATAKAN IBU KU MURAHAN" ucapku nyaring,aku sudah muak mereka terus terusan menghina ibu ku.


"Lo sudah berani bentak gue rupanya"kata Marcel ucapnya marah,muka nya merah padam.tatapan matanya pun sangat tajam mampu membuatku bergetar hebat.dia mulai melangkah ke arahku dengan pisau yang entah sejak kapan pisau itu sudah ada di tangan nya,dan mulai mendekatkan ke arah leher ku,lalu kurasakan benda itu menggores sedikit leherku.


"ampun ka,tolong berhenti ini rasanya sakit"ucapku sambil menangis.


"cukup Marcel,biar gue sedikit bermain dengan nya"kata David seranya mendekati ku.


"tolong ka, jangan sakiti aku lagi" ucapku paru


"tenang aja gue bakalan lepasin Lo" ucap David tenang


aku pun tersenyum senang,lalu dia mengangkat ku ala bridal style dan membawaku ke tangga.saat itu aku berpikir mungkin dia akan membawa ku ke kamar ku.aku terus tersenyum hangat,namun senyum ku lenyap saat dia tega menjatuhkan ku,dari tangga yang lumayan tinggi,aku pun terguling guling hingga badan ku rasanya remuk semua.dapat kurasakan lengan ku patah rasanya sakit sekali.


"rasain Lo.udah kan udah gue lepasin" kata David.


tak selang lama ku lihat bi Minah berlari menghampiriku


"ya tuhan non,bertahanlah" kata bi Minah


"JIKA ADA YANG BERANI MENOLONG DIA,SAYA AKAN PECAT DETIK INI JUGA,PERGI SANA" ucap Lucas yang sedari tadi menonton,apa yang di lakukan david


tanpa ba bi Bu lagi bi Minah meninggalkan ku dengan keadaan yang sangat tragis,aku hanya bisa mengis.dan berharap ibu dan ayah segera pulang.


"rasakan itu ,itu tidak sebanding dengan penderitaan ibu gue dulu" ucap Lucas


dapat ku lihat kak Lucas menghampiriku.dia menjambak rambutku sehingga wajahku mengadah ke atas.dapat kulihat amarah di wajah ka Lucas.


'plak plak plak'tiga kali dia menampar wajahku.


"ingat Mia jangan sampai orang lain tau tentang ini,terutama ayah.kalau sampai Lo bilang sama ayah,Lo habis sama gue"ucap Lucas


setelah itu dia pergi meninggalkan ku sendiri.ku edarkan mataku ke seluruh ruangan,tida ada siapa pun,mungkin mereka sudah mengancam para pembantu agar tida membantu ku.ku raba saku celana ku untuk mengambil handphone,dan aku pun langsung menelpon teman ku.


kuputuskan menelpon arsen


"hallo sen! bisa kerumah"


"iya hallo mi,tumben menyuruhku datang ke rumah?"


"cepetan sen"ucapku melemah


Tut Tut Tut Tut panggilan terputus


tida lama ada suara ketukan pintu dengan sangat cepat


"Mia buka pintu,aku tau kamu ada di dalem kan"teriak arsen


aku tida mampu lagi berbicara,ku lihat arsen berlari menghampiriku dengan wajah yang terlihat sangat cemas


"bagaimana kamu bisa masuk sen?"ucap ku lirih


"pembantu yang bukain pintu buat aku"


aku tersenyum itu pasti bi Minah yang membukakan pintu buat arsen


"apa yang terjadi,kenapa keadaan kamu seperti ini Mia,aku sangat khawatir"ucap arsen lembut,aku ingin sekali mengatakan yang sebenar nya,tapi aku teringat ucapan Lucas tadi,aku sangat takut.


"aku terjatuh dari tangga sen,dan jangan banyak bertanya cepat bawa aku ke rumah sakit sekarang"ucapku sebelum dia bertanya lagi.


sesampai nya di rumah sakit aku langsung di periksa dokter.


"pasien mengalami cidera yang serius,tangan kiri nya patah,dan punggungnya sedikit remuk"ucap dokter


arsen datang dengan tatapan khawatir menghampiriku


"ko bisa kamu sampai terjatuh dari tangga sih"ucap arsen


"tangga nya licin sen"ucapku bohong


arsen adalah cowo datar dan pendian dan tida mudah tersenyum,tapi entah kenapa kalo Aku sakit dia jadi sedikit banyak bicara.


"tadi aku lihat di rumah mu sepi amat,emang nya pada kemana?"ucap arsen


"mamah sama ayah ku pergi berlibur ke luar negri,kalau Kaka kakakku mungkin mereka lagi kerja"ucapku pelan


"pembantu?"tanya arsen sambil menaikan salah satu alisnya


aku bingung harus menjawab nya,aku harus jawab apa pikir ku.lama aku berpikir sampai ada ketukan pintu yang mengagetkan ku.


"masuk"titah arsen


fiuuh untung ada dokter yang menyelamat kanku batin ku


"nonna Mia anda harus di rawat di sini selama satu minggu baru di perboleh kan pulang" kata dokter


terkejut aku mendengar nya,separah itukah luka ku ini.setelah kejadian itu aku selalu menjauhi ketiga kakaku.aku rasa ini pengalaman yang sangat mengerikan dalam hidup ku.


 


*flasback off*\