
Mia berdiri di sebuah bar ternama yang ada di kotanya.beberapa saat yang lalu Mario mengatakan bahwa dia tidak mau Mia datang kerumah nya.dan dia malah memita Mia menemuinya di sebuah bar.
musik berdentuman sangat nyaring,di iringi dengan beberapa wanita yang tengah menari mengenakan baju yang tidak layak pakai.
Mia rasanya ingin muntah kalau seandainya dia berlama lama di tempat ini,bau alkohol sangat menyengat di Indra penciuman nya di tambah dengan hal hal yang tidak layak di lihat
''aduh,dimana ya mario? lebih baik aku telpon saja dia'' gumam Mia
Mia mencari handphone di dalam tas nya.karena Mia terlalu fokus mencari handphone nya dia pun tidak sengaja menabrak seseorang,lebih tepat nya seorang pria
'brug'
''ma..maaf kan saya tuan,saya tidak sengaja'' ucap Mia sedikit takut
''tidak apa apa nona,saya yang salah.saya kurang memperhatikan jalan''elak pria itu
Mia kesulitan melihat wajah pria itu,karena penerangan di tempat ini sangat kurang,atau bisa di katakan sedikit gelap
''kalau begitu saya permisi dulu tuan,sekali lagi saya minta maaf'' ucap Mia sopan
''tunggu!''
'greb' pria itu menarik tangan Mia,secara otomatis tubuh Mia langsung berbalik
''ada apa t..tuan!''
''perkenalkan nama saya Felix,dan nona?''ucap pria
''eemmm..saya mia''balas Mia
''jadi anda yang bernama mia?" ucap pria itu terkejut
''iya,kenapa ?"
''ikut saya.!" Felix langsung menarik tangan Mia
''apa apaan ini, kenapa anda menarik tangan saya!" ucap Mia sedikit marah dan berusaha melepaskan cengkraman Felix.
''maaf atas perlakuan saya tadi,pasalnya bos saya sudah menunggu anda dari tadi''ucap Felix merasa bersalah
''bos''balas Mia bingung
''ya, tuan Mario sudah menunggu anda''
''mario? Anda tau Mario ada di mana?"
''sebaiknya anda mengikuti saya''
''baiklah''
Mia setengah berlari mengikuti langkah Felix yang menurutnya berjalan dengan sangat cepat.
langkah Felix pun berhenti di sebuah ruangan
''masuklah nona''
entah kenapa Mia merasa suara pria yang di depan nya ini sedikit bergetar,dan raut wajahnya berubah sendu.seakan akan tahu apa yang akan terjadi padanya.
''kamu tidak ikut masuk?'' ucap Mia, dia tidak memakai bahasa formal lagi
''nanti saya akan menyusul''ucap Felix masih menggunakan bahasa formal nya.
''baiklah''
'cklek'mia membuka ruangan yang ada di depan nya itu
tampak semua orang yang ada di ruangan ini sedang asik menonton pertunjukan yang sangat menarik bagi mereka.
''permisi''ucap Mia menerobos masuk,mencoba berdesak desakan untuk melihat apa yang menjadi pusat perhatian semua orang
'deg'
saat itu juga,tubuh Mia bagaikan patung yang tidak bisa bergerak.mia yang melihat pemandangan di depannya,membuat dada Mia sesak dan tidak bisa bernapas.setes air mata jatuh tidak dapat ia tahan lagi.semakin lama air matanya semakin deras.
bagaimana tidak,pria yang di cintai sepenuh hati,yang sering dia kagumi, dan pria yang paling ia percaya.sedang asik bermain dengan wanita yang dia kenal juga,yaitu Sarah tunangan sahabatnya.dia tega bermain di belakang dengan kekasihnya.
apakah dunia begitu kejam dan tega mempermainkan cintanya,batin Mia pilu.bagaimanapun dia tidak bisa menyalah kan takdir yang telah di berikan Tuhan kepadanya.
''cukup sudah''batin Mia
habis sudah kesabaran Mia ,cukup sudah kesetiaannya .diapun melangkahkan kakinya mendekati sepasang pria wanita yang sedang asik bercumbu,layaknya pasangan suami istri.
'plak'tanpa ba bi bu, Mia menampar wajah Mario dengan keras .
''kenapa kamu tega ngelakuin ini sama aku huh?''ucap Mia nyaring,suaranya menggema di ruangan itu.
semua orang tercengang, pasalnya tidak ada orang yang berani berurusan dengan salah satu orang yang paling berpengaruh di negara itu.
''eh Lo,ngapain kesini huh? ganggu aja tau nggak''desis Sarah
''maaf,saya tida ada urusan dengan anda''ucap Mia berusaha setenang mungkin
''mario,aku tanya sekali lagi.kenapa kamu tega ngelakuin ini? jawab mario.hiks hiks hiks''tangis Mia kembali pecah,tangan nya menarik kerah baju Mario kencang.
''singkirin tangan kotor Lo dari gue!'' ucap Mario dingin
''denger ya,selama ini gue hanya manfaatin lo.ga ada rasa cinta di hati gue dan Lo kira gue cinta Sama lo,cuihh...ngaca dong.lo itu nggak selevel sama gue.tampang muka Lo itu ga seberapa dan mulai sekarang kita putus'' ucap Mario sangat jelas di Indra pendengaran nya.
''hiks hiks hiks,jadi selama ini kamu bohongin aku?'' ucap Mia di sela sela tangisnya
''lo itu bodoh atau apa? udah jelas jelas gue bilang tadi''ucap Mario sarkas
''dan Sarah, kenapa kamu tega ngehianatin arsen selama ini?''ucap Mia nyaring
''kenapa? gue ga cinta lagi sama dia dan gue cintanya sama mario''
Mia geram mendengarnya, tangan nya spontan menjambak rambut sarah
''kamu selama ini ga liat seberapa besarnya cinta arsen buat kamu huh?''
''akhh Mario tolongin aku'' ucap Sarah dengan nada manja nya
''mia,lepasin tangan Lo sekarang.kallo ngga habis Lo sama gue''ucao Mario
Mia tidak menggubris itu dia semakin brutal menyerang Sarah
'greb' tarikan Mario kepada Mia yang dapat membuat memisahkan keduanya.
''lo berani ya sama gue'' ucap Mario nyaring
''iya, kenapa huh?'' balas Mia menantang
saat itu juga emosi Mario meluap.
'plak plak plak'tamparan keras Mario ,Mia merasa telinganya berdengung akibat tamparan yang sangat keras itu
''lo tau kan,kalau gue paling ga suka sama orang yang nentang gue''
''aakhh kepala aku sakit sayang,gara gara dia Jambak rambut aku keras banget tadi.beri dia pelajaran sayang''ucap Sarah menyulut emosi Mario.