
terlihat seorang wanita paruh baya yang terlihat masih cantik, walaw pun sudah ada sedikit kerutan di area matanya, sedang mencari seseorang.
"Mia kau di mana nak?" kata seorang wanita tua yang masih cantik,ya dia adalah ibunya Mia.
"iya Bu, ada apa ibu mencari Mia ?"Mia menghampiri ibunya.
"Mia ,besok ibu akan berangkat berbulan madu lagi dengan ayah mu,jadi jaga diri dan patuhlah pada kakak mu"
"apa!!kenapa mendadak Bu? Bu, Mia ikut ya"Mia merengek dengan manja nya,dia tidak mau kalau dia harus bersama ketiga kakanya itu.
"tida nak,kau tinggal di rumah dengan Kaka Kaka mu.kau harus kuliah juga kan,pokonya Mia harus nurut kata kata ibu ya sayang"
" iya deh bu"jawab anna sedikit kecewa.
"jam berapa besok berangkatnya bu?"tanya mia lagi.
"jam 08:00,kau pasti ikut kan nak mengantar ibu sama ayah ke bandara?"kata ibunya
Mia berpikir sejenak,dia berpikir jika dia ikut mengantar ibu nya berarti dia akan berada satu mobil dengan ketiga Kaka nya itu.dia berpikir lebih baik dia memilih tida mengantar ibunya.beruntungnya besok Mia ada mata kuliah pagi,jadi Mia bisa memakai alasan ini untuk tida mengantar ibunya.
"Mia minta maaf Bu,Mia tidak bisa antar ibu dan ayah ke bandara, soalnya besok jam 08:00 Mia harus segera berangkat kampus"kata Mia.
"yasudah tida apa apa sayang, sana pergi tidur,udah malam"
"iya mah,selamat malam" senyum Mia.
sesampainya di kamar Mia tampak gelisah,dia berpikir bagaimana nasib nya jika Mia di tinggalkan lagi dengan ketiga kaka tiri nya.
pikiran Mia pun melayang mengingat kejadian yang terjadi satu tahun lalu,kejadian dimana Mia selalu takut kalau dia bersama ketiga Kaka nya itu.
_ _FLASBACK_ _
Mia pov
Aku melihat jam di pergelangan tangan ku sudah menunjukan pukul 20:00,aku sedang menunggu taksi yang ku pesan tadi.tida harus menunggu lama taksi pun datang,dan aku segera masuk ke dalam nya.selang beberapa menit ponselku berdering menandakan ada pesan masuk,dan benar saja itu pesan dari ibuku.
"maaf ya sayang ibu baru mengabari mu,ibu sekarang sedang di luar negri bersama ayah mengurus pekerjaan yang menumpuk disini,jaga diri mu ya sayang."
aku menghela napas,ini pertama kalinya aku di tinggalkan ibu ku,entah mengapa tiba tiba perasaanku jadi tak enak.
sesampai nya di rumah aku menekan bel bererapa kali. tapi tida ada yang membukakan pintu,aku sangat kesal dan aku menekan bel beberapa kali lagi dengan tida sabaran.setelah beberapa lama akhirnya ada yang membukakan pintu,dia adalah Lucas Kaka kedua ku. aku pun tersenyum hangat kepada kakakku.
"hai kak!"
"hmm" dia hanya berdehem
"Kaka sudah tau kalau ibu sama ayah pergi ke luar negri?"
bukan nya menjawab dia malah pergi dan meninggal kan ku ke ruang tengah,aku pun langsung mengekornya.sesampainya aku terkejut karena aku melihat pemandangan yang menjijikan itu.
hening
hening
hening
kakak tertuaku Marcel sedang berciuman dengan seorang perempuan yang hanya mengenakan pakaian dalam saja yang sudah urak urakan,sama hal nya dengan David Kaka ke 3 ku dia sedang asik bercumbu dengan perempuan,sedangkan Lucas memilih diam dengan melihat pemandangan yang ada di depan nya dan di temani seseorang perempuan yang tengah bergelayutan manja.
ingin rasanya aku muntah namun ku tahan,aku menjalan kan kaki ku ke arah tangga dan melewati mereka yang sedang asik bermain,aku menghentikan langkah ku ketika ada sebuah suara.
"siapa dia sayang?"kata seorang perempuan dengan nada yang sangat manja di sebelah Lucas.
"jangan hiraukan dia,dia hanya seorang benalu." kata marcel,yang entah kapan dia sudah ada di sampingku dengan tatapan sinis dan jijik.
aku hanya meringis dalam hati,apa maksud mereka mengatakan itu,aku kan adiknya.aku berbalik dan menatap lirih ketiga Kaka ku.
"maksud Kaka apa,aku kan adik Kaka"cicit ku
"lebih tepatnya adik TIRI" kata ka Marcel dengan menekan kata tiri.
"dan anak dari seorang wanita hina yang mata duitan"sambung kak David.
aku hanya bisa diam menatap lantai yang dingin,mendengarkan cacian yang mereka lontarkan.
"sudahlah sekarang saat nya kita memulai permainan" kata orang yang dari tadi diam seribu bahasa,ya dia Lucas.
aku menatap nya bingung apa yang di maksudnya dengan permainan. aku dapat melihatnya tersenyum miring,dan aku baru menyadari entah kemana wanita wanita yang bersama mereka tadi,mungkin mereka sudah pergi selagi tadi aku menunduk pikirku .
dapat kurasakan ada yang menarik rambutku sangat keras hingga rasanya rambutku mau rontok.ku lihat ka Lucas yang menarik rambutku tersenyum senang dengan apa yang di lakukan nya.
"tolong lepaskan ka!"ujar ku
"apakah rasanya sakit huh?" ujar Lucas
aku hanya mengangguk dan menangis.
"apakah semuanya sudah siap?"ucap Lucas ke arah David.
"sudah luc,bawa dia ke gudang sekarang!" kata David.
aku pun di seret paksa ke arah gudang.
"lepaskan aku kak,apa yang Kaka lakukan"aku terus meronta ronta.
"DIAM MIA" bentak Lukas dan mampu membuatku bergetar ketakutan.
aku di hempaskan ke sebuah kursi lalu Lucas mengambil sebuah tali dan di ikatkan ke tangan dan kaki ku.aku sudah kehabisan tenaga untuk berontak dan sialnya aku pun merasa pusing, karena sejak pulang dari kampus aku belum makan apa apa.samar samar aku melihat kak Marcel tersenyum devil,aku sangat takut.ya tuhan tolong hambamu ini batin ku.
Marcel mulai mendekat,dia dengan kasar menjambak rambutku.dia tidak berhenti di sana,dia membenturkan kepalaku ke sandaran kursi.kepalaku terasa sangat sakit sekali.
"Lo tau Mia,gue sangat membenci ibu Lo yang murahan itu.karena dia telah membunuh ibu tersayang gue dan berani sekali dia mendekati ayah gue.gue akan balas dendam dengan cara ngekang Lo seumur hidup." ucap marcel marah
aku memggeleng lemah mendengar semua itu.dia kembali melakukan aksinya dengan menampar wajahku.dia semakin menggila dan berulang kali menampar wajahku secara bergantian.tak lama setelah kejadian itu,kedasadaran ku perlahan memudar.aku pun tak sadarkan diri.