Devil's Brother

Devil's Brother
BAB 4



keesokan paginya,Mia terlambat bangun,untung saja ibunya membangunkan Mia untuk sarapan pagi,kalau tida dia tidak akan bangun sampai siang.


tidak perlu waktu yang lama untuk Mia bersiap siap.setelah dia merasa sudah cukup dengan riasan nya dia bergegas ke ruang makan,dengan sedikit berlari.sesampainya, Mia di kejutkan karena semuanya sudah berada di meja makan.memang dari dulu keluarga ayah di siplin.jika salah satu keluarga belum bergabung di meja makan,maka tida ada yang boleh menyentuh makanan dulu.seperti sekarang ini,mereka sedang menunggu Mia.


ayah yang melihat Mia berlari,dia memperingati Mia.


"hati hati sayang,nanti terjatuh" ucap ayah dengan nada yang sangat lembut.anna bersyukur mempunyai ayah sambung yang sangat baik dan menyayanginya.


semua orang menatap Mia sangat lembut.kecuali ketiga Kaka nya.terlihat jelas dari raut wajah mereka,kalau mereka sedang menahan amarah nya.


dari dulu ibu selalu mengambilkan makanan untuk ayah dan ke 4 anaknya.tapi entah mengapa sekarang ibu hanya mengambilkan makanan untuk ayah saja.


"Mia mulai sekarang kamu yang harus mengambilkan makanan untuk ketiga Kaka mu"kata ibu,yang spontan membuat ku terkejut.


"Mia cepatlah,lihat Kaka Kaka mu dia sudah kelaparan"spontan Mia pun langsung melihat ketiga kakanya.setelah itu iya buru buru mengambilkan dan memberikan makanan kepada ketiga kakanya.setelah selesai makan Mia segera menuangkan teh panas ke dalam gelas,dan hendak di berikan kepada kakanya itu.mia memberikan gelas terakhir kepada david.anna pun merasa David melihat ke arahnya sedari tadi,tatapan mata David membuat Mia tida fokus sehingga Mia tida sengaja menumpahkan gelas yang berisi teh panas ke pahanya David.


"shiit"kata David,yang sonak membuat Mia terkejut dan sedikit takut.


"maaf kak Mia tidak sengaja"Mia pun dengan replek mengusap paha David,David yang merasakan sapuan Mia di paha nya terkejut.


"ada apa Mia"tanya ayah


"kak David kena siraman teh panas,Mia tida sengaja ayah"Mia merasa bersalah.


"sudahlah sayang,kak David kan sudah besar.dia tida akan kesakitan gara gara tersiram.mia lebih baik segera habiskan minuman mu ,dan berangkat ke kampus"kata ayah Mia lagi


setelah Mia hendak pergi,David berbisik


"tunggu hukuman mu sayang" ucapan David membuat Mia ketakutan.


Marcel dan Lucas dapat melihat ekspresi ketakutan Mia di wajahnya.memang dari tadi mereka memperhatikan sapuan Mia di paha david, dan mereka pun melihat tatapan memuja David kepada Mia .


'david pov'


sial! sapuan Mia tadi sungguh sangat lembut,membuatku ingin menerkamnya saat itu juga.aku melihat tajam Mia dan ia terus menunduk,dan sesekali melirik ke arah ku.mungkin dia masih takut dengan ancaman ku tadi,Mia memang takut dengan ku dari dulu.tapi bukan cuma aku dia juga takut kedua Kaka ku.


'mia pov'


aku tida berani menatap ke arah David,aku sangat takut.setelah kejadian 1 tahun yang lalu aku selalu merasa takut terhadap ketiga Kaka ku.aku sedikit melamun dan aku dikejutkan dengan sebuah pesan di handphone ku.


from arsen


"aku jemput ya"


aku pun tersenyum membacanya,dia adalah temanku satu satunya di kampus.aku tida punya teman selain arsen,alasannya karena tidak ada yang mau berteman dengan ku.segera ku balas pesan arsen.


to arsen


"ok,di tunggu"


"sama teman ayah,nanti dia jemput ke sini"jawabku sambil tersenyum hangat.


"ga bareng sama Kaka Kaka kamu aja" tanya ayah


"kak Marcel ka Lucas ka David kan mau antar ayah sama ibu ke bandara" ucapku pelan


"mereka tida jadi mengantar ibu dan ayah ke bandara,mereka banyak pekerjaan"ucap ibu menimpali.


"yasudah,terserah kamu mau berangkat sama siapa aja" ucap ayah sambil tersenyum


" Lucas Marcel kenapa wajah kalian bengkak begitu,jangan jangan kalian berantem?"selidik ayah


"ck udah biasa"ketus Lucas


"lain kali jangan sampai berantem,kalian udah dewasa,jangan kaya anak kecil lagi.selesain masalah dengan baik baik."tegas ayah


mereka hanya bisa bungkam,mereka tida bisa berbuat apa apa kalau ayahnya sudah marah.


ponsel ku berdering


from aren


"aku udah di depan"


"ayah ibu Mia berangkat dulu ya,maaf Mia ga bisa nganter ayah sama ibu ke bandara"ucapku pamit sambil mencium kedua pipi mereka.


"pamit juga sama ketiga kakamu juga sekali kali"ucap ayah


aku pun menatap ketiga kakamu,setelah kejadian 1 tahun lalu aku memang tidak pernah pamitan kepada ketiga Kaka ku.aku berpikir,harus kah aku berpamitan seperti yang aku lakukan kepada ayah dan ibu ku.


" cepetan Mia,kasihan teman mu menunggu.pamitan aja mesti mikir dulu."ucap ibu santai,ya tuhan apa sih ibu batin ku.


aku pun melangkah dengan ragu ke arah ka marcel.aku pun mencium tangan ka Marcel,dia hanya menatap ku dalam.setelah itu aku mencium pipi ka Marcel dengan singkat.aku sedikit berjinjit,karena badan ku sebatas dadanya saja.entah kenapa dia tiba tiba menegang.


aku langsung ke arah ka Lucas,aku juga melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan kepada kak Marcel.tetapi ketika aku mengecup pipinya dia berbisik.


" kenyal juga bibir Lo"ucap Lukas serak.kenapa dia,pikirku marah.


saat aku menuju ka David aku sangat takut,aku teringat ancaman dia.aku hendak mengecup pipi ka David tapi aku di kejutkan nada handphone ku.aku pun terhenti dan membuka handphone ku.


from arsen


"cepet"


"oh ternyata sekarang sudah punya pacar ya"desis ka David,entah kenapa muka ka David menjadi merah padam.setelah melihat itu aku pun dengan cepat mengecup pipi ka David.aku takut dengan tatapan matanya yang tajam,aku pun setengah berlari untuk cepat cepat pergi dari tatapan nya itu.