Devil's Brother

Devil's Brother
BAB 5



waktu sudah menunjukan pukul 16:00 aku pun sedang berada di sebuah kafe bersama sahabatku arsen.


"sen mau pesen makan apa"tanyaku


"samain aja sama kamu"jawab arsen tanpa menoleh sedikitpun.dia terus memainkan handphone milik nya.


"aku ga pesen makan sen,aku masih kenyang.aku cuma mau pesen minuman aja"Kata ku


"ya udah samain aja,aku juga ga pesen makanan"dingin arsen.ishh apaan sih batin ku


"ok deh,mba aku pesen jus jeruk nya dua ya"kata ku


"iya mbak,di tunggu ya"jawab pelayan


"aku udah mutusin, kayanya aku mau makan di rumah kamu aja deh mi."ucap arsen santai


"ko di rumah aku,tumben banget.biasanya juga ngga."


"pengen aja,aku pengen cicipin masakan kamu,kali aja cocok.kalau cocok mau aku langsung lamar"ucapnya santai


"apaan sih arsen"jawabku


"becanda non,hahaha"arsen tertawa puas


 


\\\\\\*


 


kubuka pintu rumahku,ternyata sepi.padahal kulihat mobil ketiga Kaka ku terparkir di depan rumah,itu berarti kakakku ada di rumah.


"silahkan masuk sen" ucapku,mempersilah kan arsen masuk ke dalam rumah.


"Duduk aja dulu,tapi jangan sampai kamu anggap rumah sendiri ya.hahaha.. aku mau ke kamar ganti baju dulu" tambah ku lagi


perlahan dia memegang tangan kiri ku,tapi lama kelamaan pegangannya semakin kuat.tangan ku terasa sakit,apalagi tanganku yang sebelah kiri ini bekas cidera waktu itu.dan apakah kalian tau mereka tida peduli sama sekali waktu aku di rawat di rumah sakit.


aku pun tak kuat menahan rasa sakitnya.dengan sengaja aku menginjak kaki ka David sangat keras,dengan reflek dia melepaskan genggaman di tangan kiri ku.tampa pikir panjang aku pun memakai kesempatan itu untuk melarikan diri dari cengkeramannya.


"shit"ucap ka David dengan nada marah.


aku dapat melihat bahwa ka David sangat marah, aku pun berbalik arah untuk kembali menuju ruang tamu.


arsen yang melihat pun bingung,apa yang sebenarnya terjadi dengan ku.


"ada apa?" tanya nya selidik


sebelum aku menjawab,aku di kejutkan dengan suara teriakan yang sangat keras,dan memanggil namaku


"Mia"panggil seseorang


keduanya menatap ke arah suara tersebut,mereka menatap dengan tatapan yang berbeda beda.arsen bingung sebenarnya ada apa,dan apa yang terjadi.sedangkan Mia merasa takut dan cemas.terlihat di sana David sedang berdiri dengan wajah sudah merah padam.


'David pov'


hari ini aku sengaja pulang cepat,untungnya jadwal pemotretan tida terlalu padat.entah kenapa,aku terus memikirkan adik ku Mia.ketika aku hendak pulang, handphone ku berdering,menandakan ada pesan masuk.


from dad


"davia jaga adik mu,jangan sampai dia sakit"


"akhirnya aku bisa mendekati Mia lebih leluasa"aku tersenyum devil sambil memegang benda datar di tangan ku.


aku pun memutuskan untuk pulang ke rumah.sesampainya di rumah aku melihat Lucas keluar dari mobilnya bersama seorang wanita.akupun tida memperdulikannya,karena aku ingin segera bertemu dengan adik tiri ku itu.aku buru buru masuk ke dalam rumah,tapi aku tida melihat Mia di manapun.aku pun memutuskan mencari ke kamarnya,tetap saja hasilnya nihil.mungin dia belum pulang dari kampus pikirku.


aku pun memutuskan untuk pergi mandi dan berganti baju di kamar ku.aku membuka pintu hendak ke dapur untuk mengambil air minum.aku pun berpapasan dengan Mia,mungkin dia baru pulang pikirku.aku dapat melihat dengan jelas kalau dia sangat ketakutan.akupun berjalan mendekat ke arah nya dan ku genggam tangan nya sangat keras dia pun meringis kesakitan.dia refleks menginjak kaki ku dengan keras dan refleks ku lepaskan tangan nya.


dia berlari ke arah ruang tamu,aku pun mengejar nya dengan sangat marah dan memanggil namanya.tapi langkahku terhenti karena ada seorang laki laki,dan Mia berlindung di belakang punggung laki laki itu.tampaknya dia laki laki yang menjemput Mia tadi pagi.aku pun menatap horor ke arah Mia,dia ketakutan dan menundukkan kepalanya.