Devil's Brother

Devil's Brother
BAB 22



mobil Mario pun sampai di pekarangan rumah arsen.


"bener nih kamu ga mau ikut masuk?" ucap Mia memastikan


"iya sayang,aku tungguin kamu di sini aja" jawab Mario tersenyum manis


"baiklah" ucap Mia sambil turun dari dalam mobil.


'ting tong' Mia menekan bel rumah arsen


'ceklek'pintu pun terbuka.


"loh,ko sendirian.kirain sama Mario"ucap arsen mengedarkan pandangan nya.


"sama Mario ko,tapi katanya dia mau nungguin di dalam mobil aja." ucap Mia sambil menunjuk mobil Mario yang terparkir tidak jauh darinya.


"ayo masuk" ucap arsen mempersilahkan


"mana om sama Tante?"ucap Mia melihat ke sekeliling yang tampak sepi


"bokap sama nyokap belum pulang kerja" ucap arsen. dia pun segera menghempaskan


tubuh nya ke atas sofa,yang berada di depan Mia.


"oh Iyah, tadi katanya mau bahas tentang Sarah,memang nya ada apa sih?" ucap Mia memasang wajah seriusnya.


"gini, aku kan sama Sarah pacaran udah lama.aku pun udah mutusin mau tunangan sama dia, aku niat nya besok bikin acara tunangan nya" ucap arsen tak kalah serius


"hah, yang bener.berarti Sarah belum tau rencana pertunangan ini dong?"ucap Mia


" iya aku mau kasih kejutan sama dia,menurut kamu, kejutan apa yang cocok sama dia?" ucap arsen


"oh... kamu mau kasih kejutan.mmm... apa ya yang bagus?" ucap Mia sambil berfikir


" gini aja ,gimana kalau besok kamu ajak dia ke suatu tempat, tapi tempat nya kamu hias dulu yang indah aku yakin Sarah pasti suka" ucap Mia


" ide yang bagus" ucap arsen senang


" jangan lupa, besok kamu beli bunga juga buat Sarah" ucap Mia lagi


"ok siap" ucap arsen


"yaudah aku mau pulang dulu ya,kasian Mario udah nunggu lama" ucap Mia sambil berdiri dari duduk nya.


"iya. hati hati ya" ucap arsen sambil mengantar Mia ke depan pintu utama,arsen pun melambai lambaikan tangan nya.


Mia masuk kedalam mobil Mario yang tidak terkunci,dia merasa bersalah karena melihat prianya tertidur lelap dengan posisi duduk.perlahan lahan tangan nya mengelus pipi Mario dengan lembut, dimulai dari hidung, mata, dan bibir,tidak luput dari sentuhannya.


Mario mulai merasakan sentuhan di wajahnya


mulai terganggu,dan sedikit demi sedikit dia membuka mata nya.


Mia terkejut saat mata yang awalnya tertutup menjadi terbuka dan menatap ke arah nya.


"eh, maaf. aku ngga maksud buat bangunin kamu" ucap Mia


"tidak masalah, ayo aku antar kamu pulang ke rumah" ucap Mario,padahal sebenarnya dia ingin marah karena telah mengganggu tidur nyenyak nya.


"nyusahin aja nih cewe" ucap Mario dalam hati nya.


...*****...


" Mario, ga mau mampir dulu ke dalam" ucap Mia


"ngga deh sayang.lain kali aja, soalnya aku capek banget hari ini"ucap Mario pura pura tersenyum


Mario menahan amarah nya sejak dari tadi.ingin sekali,dia berteriak dan mengatai gadis yang kini tengah di samping nya.


" baiklah..hati hati ya di jalan,jangan ngebut ngebut,bye" ucap mia,ketika sudah keluar dari mobil Mario


"oke sayang, bye" ucap Mario


Mia pun merasa bersalah,karena dia sudah membuat pria nya sangat kelelahan.


'tibg tong' dia menekan bel di rumah nya


'cklek' munculah seorang pria,yang mampu membuat nya terkejut


" ka Marcel !! kapan Kaka pulang?"


" cih,Lo terlalu bertingkah kalo ga da gue di rumah"ucap Marcel dingin


mia yang mendengar cacian Kaka nya hanya menghela napas,dia terlalu lelah untuk berdebat dengan Kaka nya.


"dari mana aja Lo" ucap seseorang yang tiba tiba muncul dari belakang Marcel.


"rumah temen ka" ucap Mia akhirnya, dia tidak mau membuat Kaka nya Lucas marah.


"pake acara bohong lagi, jujur aja lo udah jual tubuh Lo kan" ucap Lucas tajam


"Kaka jangan suka nuduh dong, mia..." ucap Mia terpotong


"Lo udah berani ya sekarang sama gue ?" ucap Lucas sambil menarik tangan Mia dengan kasar


"ma..maaf ka,pliss jangan lagi" ucap mia.dia tidak mau Kaka kakanya melukai pisik nya lagi


"berisik" ucap lucas.dia pun semakin mencengkram tangan Mia sekuat tenaganya


entah kenapa,Marcel yang melihat itu,rasanya dia ingin marah.


" lepasin tangan kotor Lo dari nya"ucap Marcel tajam dan nyaring


"punya hak apa Lo nyuruh gue" ucap Lucas tidak kalah nyaring


"Lo ....."ucap Marcel marah.dia pun langsung menarik kerah baju Lucas dengan kencang


" apa ? Lo pikir gue takut apa sama Lo?" ucap Lucas dengan tenang.dia pun tidak ada niatan untuk melepaskan tangan Mia.


'bugh bugh' pukulan milik marcel melayang ke arah pelipis Lucas.tidak tanggung tanggung Marcel tidak hanya melayangkan satu pukulan saja melainkan 2 pukulan.


mendapat pukulan tersebut,Lucas pun tidak bisa menahan kesabarannya lagi.dengan sengaja diapun menghempaskan tangan milik Mia.


"well.. gue ga yakin kalo Lo bisa kalahin gue ucap Lucas sombong


"hahaha jangan banyak bicara Lo" ucap Marcel


' bug bug' bug'mereka berkelahi sangat brutal


"cukup" ucap Mia berteriak sangat keras.saat itu juga, kedua Kaka nya berhenti dan menatap tajam ke arah Mia.


" cukup ka" ucap Mia dan memelan kan suaranya.nyalinya menciut kembali ketika mendapat tatapan tajam dari kedua kakanya.