
sesampai nya di rumah,seperti biasanya rumah tampak sepi. memang ke tiga Kaka nya itu tidak pernah kembali.terakhir kali yang Mia tau bahwa ketiga Kaka kakanya itu tengah sibuk mengurusi perusahaan warisan ayahnya.
"huh..apa Mario masih marah ya"ucap Mia menatap layar ponsel nya. dia bingung apakah dia harus menghubungi pria itu atau tidak
to Mario
"Mario kamu di mana? udah makan?"
akhirnya Mia memutuskan untuk mengirim pesan singkat kepada mario.dia cemas kalau pria nya belum makan.
Mia terus menunggu balasan dari Mario, inilah salah satu perubahan yang di rasakan mia akhir akhir ini.
tidak lama setelah itu,rasa kantuk menyerangnya, membuat kedua matanya perlahan menutup.
...******...
ketika Mia bangun hari sudah gelap.
" astaga,hampir telat" ucap Mia gelisah
sekarang sudah waktunya untuk Mia bekerja.
Mia sudah bekerja sekitar 2 bulanan di kafe.yang pastinya pekerjaan ini tidak di ketahui mario.padahal Mario sering memberi uang kepada Mia secara suka rela.mau tidak mau Mia pun menerimanya,alasan nya karena Mario tidak suka penolakan dari Mia. ( eits jangan salah sangka ya,di sini Mia tidak pernah memakai uang pemberian dari Mario sedikit pun)
'ting' terdengar bunyi handphone milik Mia
from Mario
"keluar sayang,aku udah di depan rumah kamu"
Mia tersenyum membaca pesan dari mario.tidak membuang waktu lama,dia bergegas turun ke bawah untuk menemui Mario
'ceklek'
"masuk dulu" ucap Mia setelah membuka pintu
"aku minta maaf ya, udah bentak kamu tadi" ucap Mario menggenggam kedua tangan Mia
"iya,udah aku maafin ko" ucap Mia tersenyum
"kamu ga di apa apain kan,waktu ga ada aku?" ucap Mario serius
"ngga ko ga di apa apain" ucap Mia berbohong
"oke baguslah,kamu siap siap ya" ucap Mario
"siap siap mau kemana " ucap Mia bingung
" kita pergi dinner" ucl Mario tersenyum.
"dinner?"
"iya dinner di luar,cepet gih"
"i...iya tunggu ya" ucap Mia setengah berlari
di dalam kamar Mia tampak bingung,apakah dia harus pergi atau tidak.sebaiknya dia tidak pergi kerja dulu,sekali kali tidak apa apa pikirnya
disisi lain Mario yang sedang menunggu Mia, suara deringan dari saku celana miliknya pun berdering.
"halo tuan Mario, ada kabar buruk.tuan dan nyonya terlibat kecelakaan dan keduanya koma" ucap sang penelepon.
"bagaiman bisa" ucap Mario menggeram marah
"dari penyelidikan kami,pelakunya adalah anak buah dari keluarga Wiliam"
'tuut' panggilan di matikan sepihak oleh Mario
"shit" ucap Mario mengepalkan kedua tangan nya
"Mario ayo"ucap Mia bersemangat ketika selesai mengganti pakaian.
"eh tunggu, kenapa muka kamu merah?"ucap Mia yang baru saja menyadari wajah Mario tampak merah
"ga apa apa ko sayang,ayo" ucap Mario menarik tangan Mia
Mia tersenyum lembut ke arah pria tersebut.dia merasa malam ini Mario sangat tampan.walaupun begitu Mia merasa tingkah Mario sedikit aneh.
"ga ada apa apa ko sayang,cuma urusan kantor aja" ucap Mario bohong
"yaudah,tapi jangan terlalu banyak pikiran ya,nanti kamu sakit" ucap Mia tersenyum lembut
"iya sayang,btw kamu mau pesan apa?" ucap Mario menatap Mia
""apa ya, bentar" ucap Mia, lalu dia membuka buku menu yang sudah di sediakan.
Mia sedikit bingung dengan pilihan makanan yang ada di dalam buku menu tersebut.pasalnya restoran yang di pilih Mario bergaya ke Eropa eropaan dan dia belum pernah ke restoran ini.dia pun memilih makanan sembarang saja.
"hm..ini aja deh" ucap Mia menunjuk nama makanan yang tertera di buku menu tersebut.
"paela Spanyol? kamu ga takut gendut sayang? ini makanannya terbuat dari nasi. ini makanan berat" ucap Mario menaikan satu alis nya
"haha masa sih?" ucap Mia salah tingkah
"tapi kalau kamu mau itu juga ga papa, bentar ya aku pesenin dulu! waiters" ucap Mario sambil mengangkat tangan nya untuk memanggil pelayan restoran.
"iya tuan,mau pesan apa?" ucap pelayan restoran
"saya pesan ini 2 sama ini dua"ucap Mario menunjuk nama makanan dan minuman di dalam menu
"baik tuan" ucap pelayan dengan sopan,setelah mencatat pesanan nya.
tidak lama kemudian,pelayan membawakan pesanan mereka.mereka pun segera memakan nya.
"Ting' suara telepon Mia berbunyi
from arsen
"Mia,bisa kerumah ku ga sekarang?"
Mia mengerutkan dahinya bingung.
to arsen
"ada apa sen? kayanya aku ga bisa deh,soalnya aku lagi makan sama Mario"
tidak lama arsen pun membalas
from arsen
"ada yang mau aku bahas sama kamu,tentang Sarah. udah kamu datang aja,kan kamu bisa ke sini setelah selesai makan"
sepertinya penting,pikir Mia.
to arsen
"iya..iya.. aku usahain datang"
Mario menyadari sejak tadi Mia tampak sedang kebingungan.
"ada apa sih sayang" ucap Mario lembut
""eh tau nih arsen,tiba tiba nyuruh aku ke rumah nya"ucap Mia
"emang nya ada apa?" ucap Mario
"katanya mau bahas sesuatu tentang Sarah,kamu masih ingat Sarah kan"ucap Mia
"pacarnya" ucap Mario
"iya,kamu izinin aku kan ke rumah arsen?" ucap Mia aga ragu
"iya,boleh ko sayang.nanti setelah selesai makan,aku antar kamu ke rumah Mario" ucap Mario tersenyum.
tidak terasa makanan dan minuman yang mereka pesan sudah habis tak Ter sisa.
"bentar ya sayang,aku mau ke toilet dulu" ucap Mario berdiri dari tempat duduk nya.
"baiklah" ucap Mia
miapun memainkan ponsel nya dengan bosan sambil menunggu Mario.
" ayo" ucap Mario,dia pun menggenggam tangan Mia dengan lembut,mereka pergi ke arah kasir dan mereka pun pergi menuju rumah arsen.