Devil's Brother

Devil's Brother
BAB 28



mia berjalan mendekati Lucas yang tengah berbaring di atas kasur


''tahan ya ka,sebentar lagi ka David pulang'' ucap mia


lalu entah mengapa tangan Mia mengusap keringat di dahi Lucas


''kak, aku mau ngambil selimut dulu ya''ucap mia.padalah Lucas sudah di selimuti dengan selimut yang sangat tebal.tapi Lucas masih merasa kedinginan.


''ka Marcel,tolong ya, jagain ka Lucas dulu sebentar,aku mau ngambil selimut dulu''ucap Mia


''ck..dasar,ngerepotin aja lo''ucap marcel kesal.


'cklek' pintu kamar luas terbuka dan munculah seorang wanita yang membawa selimut tebal berwarna soft pink ditangan nya.


lalu, diapun membuka selimut itu untuk menyelimuti kakanya.lagi lagi,Mia mengusap keringat di dahi lucas.marcel yang melihat itu, entah mengapa rasanya ingin marah.terlihat kedua tangan nya sudah terkepal kuat.


''jangan Deket Deket,nanti kamu ketularan''ucap Marcel pedas.


''kak,sebaik nya Kaka diam,dan duduk disana''ucap Mia jengah mendengar perkataan Marcel yang tidak bermutu itu.


''aargghhh...awas ya lo''ucap Marcel. akhirnya,dia mengikuti perintah Mia,dan duduk di sofa .sebenarnya dia ingin marah kepada Mia.


tapi dia memiliki akal sehat.mana mungkin,dia menyiksa adik angkat nya yang sedang sibuk mengurusi saudaranya.kalau sampai itu terjadi,bisa bisa dia juga yang repot menggantikan peran untuk mengurusi saudara nya yang sakit ini, dan dia,tidak mau hal itu terjadi.


''udah ga dingin lagi kan ka?" ucap Mia memastikan,Lucas hanya bisa mengangguk untuk memberi jawaban.


''aku ambilin air dulu,buat kompres ya kak''ucap Mia,lalu dia keluar lagi untuk mengambil air hangat.


Mia menggilas handuk kecil untuk meletakan nya di kening Lucas.


''kok keringetan lagi sih''ucap Mia,lalu dia mengusap keringat yang hampir menetes di atas bantal.


'cklek' pintu terbuka, dan munculah orang yang di tunggu tunggu sejak tadi.


''nih,sup nya'' ucap David, lalu menyodorkan kresek warna hitam kepada Mia.


''makasih ya ka''ucap Mia tersenyum


''mia pergi ke dapur dulu ya ka''ucap Mia .


''ka lucas,ayo makan dulu, sini Mia bantuin''ucap Mia, lalu membantu mendudukkan Lucas, dan menyandarkan nya ke kepala kasur.


''aaaa'' Mia menyodorkan sendok yang berisi sup


baru tiga suapan yang masuk kedalam mulut lucas,tetapi pria itu sudah enggan membuka mulut lagi.


''ayo kak,buka mulut nya lagi'' ucap Mia


''gue enek,jangan maksa''desis Lucas tajam


''yaelah,manja banget jadi cowo''ucap Marcel tajam


''sekali lagi aja ya ka''ucap Mia berusaha membujuk


''aaaa'' Mia menyodorkan kembali sup nya ke dalam mulut lucas


''oke,tinggal minum obat nya ya ka''ucap Mia,dja pun meberikan obat kepada Lucas.


'glek glek' tidak ada penolakan dari Lucas,dia langsung meminum obat yang di berikan Mia.


''sekarang Kaka tidur aja ya''ucap mia, lalu membantu Lucas merebahkan badan nya,tidak lupa dia juga menarik selimut hingga batas dada Lucas.


''cepat sembuh ya ka'' ucap Mia sambil tersenyum


'deg'jantungg lucas berdetak kencang, saat melihat senyuman adik nya ini.


''kak Marcel,tadi ngapain nyari aku?''ucap Mia mendekati Marcel yang tengah duduk santai diatas sofa.


''eem..ooh iya,gue lupa.tadi gue mau ngajak Lo ke pemakaman ayah.lo belum pernah kesana kan''ucap Marcel


''eeemmm....be..belum ka''uacap Mia bohong.


padahal dia sudah pernah ke pemakaman kedua orang tuanya itu,waktu mereka di kuburkan.bukan hanya waktu itu saja,tapi ia rutin melakukan itu setiap seminggu sekali.dia tidak pernah absen untuk mengunjungi makam kedua orang tuanya.


''berhubung Lo sibuk ngurus tu cowo lemah,sebaiknya di ganti besok aja.oke''ucap Marcel


''i..iya kak''uap mia