Crysan

Crysan
Membingungkan



Setelah kejadian beberapa hari lalu, Crysan masih saja memikirkan tentang kata kata Ridho. Sungguh, dia sama sekali tidak tahu soal apa yang dimaksud oleh cowok satu itu. Sampai sekarang, Crysan yang asyik dengan segala pemikirannya tidak mengindahkan Nadya dan Avni yang memanggil namanya dari tadi. Sungguh pikiran Crysan memang sedang melayang jauh kepada Ridho.


" Ris, kantin yuk?! Mau nggak? Gue laper ", ucap Nadya sambil memohon kepada Crysan agar mau ikut dengannya juga Avni.


Avni, dia hanya diam dan memperhatikan raut wajah Crysan yang tentunya tidak dapat dijabarkan dengan apapun. Tersadar kalau ada yang memanggilnya, Crysan langsung bangkit dan berjalan mendahului Nadya juga Avni. Tak ada satupun dari mereka yang berinisiatif untuk langsung mengikuti Crysan. Avni terlalu shock dengan perubahan sikap Crysan. Sedangkan Nadya, masih bingung karena Crysan yang langsung pergi begitu saja.


" Udah, ayo ikutin Paris. Entar dia malah nyasar kagak jadi ke kantin ", ucap Firdaus tenang. Cowok cupu ini memang baru saja kembali dari perpustakaan.


Begitu sampai di kantin, mereka bertiga harus bersusah payah mencari sosok Crysan. Tak ada yang tahu kalau Crysan juga bersusah payah mencari keberadaan ketiga sahabatnya itu. Tadi, dia terlalu sibuk dengan pemikirannya yang tak penting. Dan, sekarang tersesatlah Crysan di tengah-tengah kerumunan siswa Wijaya Bakti yang lain. Tapi, tak butuh waktu lama pula Crysan menemukan apa yang dicarinya. Berjalan pelan melewati sela-sela yang ada, Crysan mendekati meja yang telah ditempati oleh Avni, Nadya, juga Firdaus.


Lah, kok malah mereka pesen makan duluan? Batin Crysan sedikit kesal.


" Enak ya kalian bertiga? ", tanpa melihat ketiganya Crysan memilih langsung duduk dan memakan semangkuk bakso yang tadi sempat dipesan. Menusuk bakso paling besar lalu menggigitnya.


" Sorry Ris, habis tadi kita cariin lo. Lo nya nggak ketemu ", jawab Avni sekenanya dan mereka berempat memutuskan untuk melanjutkan menikmati pesanan masing masing.


Tunggu, ini kayak parfumnya...


Menolehkan kepalanya ke arah kanan, Crysan malah menemukan orang yang selalu menghantui pikirannya sejak pagi. Disana, Ridho berdua dengan seorang cowok yang lain. Crysan sendiri tidak tahu cowok itu siapa, yang jelas cowok yang tadi bersama dengan Ridho sudah menuju kearahnya. Crysan yang sadar akan kelancangannya menatap cowok tadi langsung memutar arah pandangannya. Crysan tahu kalau dia tengah diperhatikan, tetapi dia lebih memilih fokus dengan apa yang sedang dia hadapi. Semangkuk bakso dengan kuah sambal yang sangat disukai Crysan juga segelas es jeruk.


" Hai, sorry ganggu ", Crysan juga yang lain menghentikan kegiatan asyik mereka. Fokus keempatnya sekarang adalah cowok yang sedang berdiri di samping Crysan dengan wajah yang bisa dibilang tampan. Merasa tidak mendapat respon, cowok tadi langsung saja duduk tepat di sebelah Crysan. " Disini yang namanya Crysan siapa? ", tanya cowok tadi.


Crysan yang merasa namanya terpanggil langsung menoleh ke samping kiri. Tepat berhadapan dengan cowok itu. Dahi cewek ini sudah dihiasi dengan kerutan-kerutan kecil tanda bahwa dia memang sedang bingung saat ini. Avni yang pertama kali sadar, langsung menginjak kaki Crysan sehingga membuat cewek itu berteriak kecil. Cowok tadi langsung menoleh ke samping yang artinya melihat Crysan. Cowok itu lantas mengangguk dan menarik lengan kiri Crysan. Bermaksud menuntun Crysan untuk berdiri bersamanya.


" Pinjem Crysannya sebentar ya. Ada urusan penting ", perkataan cowok yang tak diketahui namanya oleh Crysan itu semakin membuat Crysan bingung. Dia hanya melihat ketiga temannya dengan tatapan memelas agar ditolong. Namun, Avni juga yang lain terlebih dahulu gagal paham dengan tatapan Crysan. Ketiga teman Crysan itu hanya mengangguk, terlebih Avni yang terlihat sangat terpesona oleh cowok tadi.


" Lo ditunggu sama Ridho di taman belakang. Dia sendirian disana. Nggak usah takut, dia nggak akan gigit lo juga ", ucap cowok tadi masih dengan mencekal lengen kiri Crysan.


Terus nasib baksoku gimana? Mubazir dong ya?


" Itu Ridho ada disana. Cepetan kesana ya, gue tungguin disini. Good Luck ", lagi cowok itu mengatakan sesuatu yang gagal dipahami oleh Crysan. Cowok itu juga menunjukkan keberadaan Ridho.


Memang benar Ridho hanya seorang diri. Crysan sempat terpana dengan apa yang dia lihat. Tampilan rapi seorang Ridho yang dia lihat hari ini, bukan tampilan acak-acak yang dia jumpai seperti saat pertama kali terlambat dan bersama di ruang BK. Cowok itu menatap lurus ke depan tanpa melihat Crysan. Ridho sempat terusik sejenak saat Crysan tak sengaja menginjak dedaunan kering yang memang berserakan disekeliling. Sama dengan apa yang dilakukan oleh Ridho, Crysan juga memilih menatap lurus ke depan. Menikmati apa yang tersaji di taman belakang sekolahnya itu.


" Maaf ", ucap Ridho memecah suasana hening diantara mereka berdua. Mendengar kata maaf itu, Crysan sontak melihat Ridho yang masih bertahan dengan sikapnya. Ingin Crysan bertanya namun dia tahan dan membiarkan Ridho melanjutkan.


" Kamu. Nggak kenapa napa kan ?", lagi Crysan harus kebingungan. Dia memang selalu bingung dengan kondisi yang seperti ini. Merasa tidak ada tanggapan apapun dari Crysan, Ridho memilih untuk meneruskan kalimatnya yang sengaja ia penggal. " Maaf untuk kata-kataku yang kemarin. Cuma ya emang sih apa yang aku bilang kemarin bisa aja jadi kenyataan. Ingat, aku cuma nggak mau kamu diganggu sama Karin. Dia anak XII IPA 1, lagi ngejar-ngejar aku juga ".


Sudah? Terus apa hubungannya dengan diriku coba?


Ridho lalu menoleh ke arah Crysan, memastikan bahwa cewek manis itu benar-benar mendengar semua penuturannya. Sedangkan Crysan? Dia balas menatap Ridho dengan kerutan di dahi yang tak kunjung hilang. Bagi cewek ini, semua hal yang dikatakan Ridho tidak ada hubungannya dengan dia. Kalau dikata Crysan dekat dengan Ridho? Jawabannya tentu tidak. Karena alasan utama Crysan yakni dia hanya ingin bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Tak pernah terbersit sedikitpun niat Crysan untuk dekat dengan Ridho dan mengharap sebagai pacarnya. Eh?! Merasa tak mendapat respon dari cewek yang menyita perhatiannya sejak pertama bertemu ini, Ridho lantas menautkan jemarinya pada jemari Crysan. Menuntun cewek yang tengah gagal fokus itu kembali ke kantin.


***


Waktu yang tersisa benar-benar dimanfaatkan oleh Ridho untuk duduk disamping kanan Crysan. Jangan ditanya bagaimana reaksi ketiga teman Crysan yang lain. Tentu saja, aneh. Crysan sendiri? Dia sudah mulai paham dengan apa yang diucapkan Ridho tadi, juga maksud dari Good Luck yang dikatakan oleh cowok yang sebelumnya datang bersama Crysan. Cowok itu saat ini juga bergabung dengannya. Lebih tepatnya duduk disebelah kiri Avni. Ridho sempat melirik Crysan sejenak sebelum pikirannya kacau dan melayang entah kemana. Cowok ini terlalu bingung untuk memutuskan segalanya.


" Sya ", ucap Ridho pelan, tepat di telinga kanan Crysan. Sya? Memang aneh saat kali pertama Crysan mendengar panggilan itu. Tapi, apalah daya karena itu memang nama akhirnya kan? Parisya? " Bolehkan aku panggil kamu dengan nama itu? ", tanya Ridho akhirnya Dan disetujui oleh Crysan lewat anggukan cewek itu.


Hening cukup lama sebelum bel masuk kembali terdengar. Menandakan bahwa jam istirahat telah berakhir. Satu per satu siswa Wijaya Bakti telah meninggalkan aktivitas mereka di luar kelas dan kembali ke kelas asal mereka. Begitu pula dengan Crysan, Avni, Firdaus, dan Nadya. Jangan lupakan Ridho juga temannya yang tak tahu siapa itu namanya. Crysan sebenarnya cukup risih kalau Ridho terus mengikuti dirinya. Belum lagi ditambah dengan tatapan sirik dari kakak kelasnya dan teman sebaya yang lain. Lagi pula siapa yang tidak mengenal Ridho? Most wanted di Wijaya Bakti ditambah Ridho memiliki otak yang cerdas. Tak ketinggalan pula sikap acuh dan rekor tawurannya yang tak pernah tertinggal. Dan itu semua tak ada dalam kriteria pacar Crysan kelak. Maybe.


" Sya, aku mau ngenalin temenku yang tadi bawa kamu secara paksa ", cowok ini memotong perkataannya dan mencari keberadaan Eki yang sudah hilang bak ditelan bumi. " cowok yang tadi sama kamu ke taman belakang itu namanya Eki ", lanjut Ridho dan mendapat jawaban 'O' dari ketiga teman dekat Crysan.


" Apa nama gue disebut? ", ucap Eki walaupun pelan tapi membuat Ridho terkejut. Dengan tatapan elangnya, Ridho menyuruh Eki untuk memperkenalkan diri pada keempat adik kelasnya yang saat ini tengah bersama mereka. Bukan, lebih tepatnya Ridho yang bersama mereka.


" Oh, hello. Kenalin gue Eki, nama lengkapnya Eki Alditama. Salam kenal ya ", kata Eki dengan cengengesan yang dia tampilkan. Crysan hanya tersenyum kecil sambil menjabat tangan Eki yang tak tersentuh siapapun sejak dijulurkan tadi.


" Aku Crysan Parisya, kak. Salam kenal juga ", jawab Crysan yang tak lupug dari perhatian Ridho.


" Aku Avni Gracelma Prahita. Bukannya waktu itu kak Ridho udah ngenalin kakak ini ke kita ya? ", tanya Avni penasaran.


" Masak sih? Aku lupa deh kayaknya ", jawab Ridho sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Crysan juga heran untuk apa Eki diperkenalkan kembali. Memang tadi dia sempat lupa dengan nama Eki tapi, wajahnya terasa familiar bagi mata Crysan yang baru beberapa minggu di SMA ini.


" Iya, yang waktu itu di kantin. Tadi, aku sempet lupa namanya juga sih sebenarnya ", jawab Crysan menimpali jawaban Ridho tadi. Ridho hanya mengangguk dan kembali menatap teman Crysan yang lain. Jadi, intinya disini yang Ridho juga Eki ketahui namanya cuma Crysan dan Avni.


" Kalo kalian berdua siapa? ", tanya Eki spontan dan mendapat pekikan kaget dari Nadya yang walaupun sudah berakhir istirahat masih memakan es krim coklat yang sempat dibeli. Crysan, Avni, Ridho, Eki, dan Daus hanya tertawa melihat tingkah konyol Nadya.


" Aku Firdaus, kak. Biasa dipanggil Daus "


" Nadya, kak. Nadya Adhistira Putri. Maaf tadi kaget "


Sampai di kelas Crysan, Ridho lantas melepas cekalannya di lengan kanan Crysan. Dan cewek itu hanya diam, sebelum memutuskan untuk mencekal pergelangan tangan kiri Ridho. Ridho akhirnya berbalik dan memandang cewek yang ada didepannya itu dengan tatapan tanya.


" Kak Ridho. Emh, hubunganku sama omongan kakak tadi apa ya? ", dan Ridho hanya tersenyum sebelum melepas cekalan Crysan dan berbalik meninggalkan Crysan dengan penuh tanda tanya. Ridho hanya menggeleng tanda juga tak tahu. Crysan sendiri memilih mengangkat bahunya acuh dan masuk ke dalam kelas.


Selama lima belas menit pertama Crysan tidak mendapat pertanyaan apapun dari temannya. Namun, menjelang lima belas menit berikutnya salah satu teman sekelasnya menghampiri Crysan. Ya, kelas Crysan sedang jam kosong karena guru mapel pada jam tersebut tengah izin tidak masuk. Orang yang pertama kali bertanya adalah Erika. Erika ini bukan biang gosip, dia hanya kepo sedikit. Belum lagi teman Crysan yang lain. Khususnya para cewek yang memang sangat mengidolakan Ridho.


" Siapa tuh Ris? Gebetan ya? ", tanya Erika yang langsung disambut oleh pertanyaan dari Jessi.


" Kali Crysan mau pacaran. Dia kan ngomongnya mau fokus sekolah. Iya nggak Ris? ", sekarang adalah Awan. Walaupun dia laki-laki tapi, dialah 'Ratu Gosip' yang sesungguhnya.


" Cie...Cie...makan makan atuh Ris. Kan udah ketemu sama Pangeran Inggris ", Septi dengan logat sundanya juga ikut nimbrung dalam pertanyaan tak penting itu.


Mendengar celotehan semua temannya, Crysan hanya diam. Cewek ini kembali fokus memikirkan apa hubungan antara dirinya dengan perkataan Ridho.


Brakk!!!


Bukan itu bukan Crysan yang menggebrak meja. Melainkan Nadya dan Avni yang bersama-sama menggebrak meja mereka agar semua anak yang bertanya kepada Crysan diam. Sedangkan, orang yang sedang dibela malah melamun sambil memainkan pensil diatas mejanya. Erika dan yang lain langsung terdiam dan kembali ke bangku mereka masing-masing. Tak ada yang berani membuka suara.


" Kalian denger ya. Khususnya lo, Awan. Cowok kebanyakan hormon cewek. Urusan Crysan nggak usah lo urusin ", ucap Nadya, meskipun pelan tapi, sarat akan permohonan dan penuh tekanan pada setiap nada bicaranya.


" Kayak hidup situ udah bener aja ", timpal Avni dan berhasil membuat Awan sedikit berkaca-kaca.


Tersadar dari lamunannya, Crysan langsung melihat keadaan sekitar. Crysan bingung, kenapa semuanya terdiam dan tak ada satupun yang berani melihat Avni maupun Nadya. Akhirnya cewek ini, memilih bertanya kepada Daus lewat tatapan matanya. Paham dengan akar masalah yang ada, Crysan langsung menghampiri Awan. Meminta maaf pada cowok itu juga pada yang lainnya atas ucapan dan kelakuan Avni juga Nadya. Crysan juga memaksa kedua temannya itu untuk meminta maaf. Dengan berat hati, Avni dan Nadya meminta maaf. Sungguh semua ini diluar dugaan Crysan.


Hanya karena aku diantar kak Ridho sampe kelas. Jadi seperti ini? Pada ribut sendiri, ish. Nyebelin.