Crysan

Crysan
Between of Them



Crysan menikmati Cheesecakenya dengan diam. Dia memilih duduk termenung di rumah pohonnya. Sejak Farra sang ibu memanggilnya untuk makan siang, Crysan belum turun. Akhirnya, sang ibu kembali dengan sepotong cheesecake dengan topping cherry diatasnya. Crysan hanya memakan itu dan dia kembali memandang langit biru yang tak kunjung berganti menjadi awan mendung. Crysan kini berganti memandang sketchbook yang dia biarkan tergeletak di dekat kasur lipat miliknya di rumah pohon itu. Semua sketsa yang selama dia buat, dilihat begitu saja oleh Ridho kemarin. Hari dimana Crysan pergi bersama Bram dan malah pulang bersama Ridho, menjadi hari tersial untuk Crysan. Saat itulah, Ridho dengan lancangnya membuka sketchbook milik Crysan. Memandangi satu per satu sketsa dari tangan Crysan dan tersenyum kecil. Entah bagaimana caranya Ridho bisa masuk ke kamar Crysan. Cowok itu masuk saat Crysan tengah mandi dan memakai pakaiannya di kamar mandi, suatu kebiasaan yang sering dilakukan cewek ini.


*Flashback


Dengan langkah gontai, Crysan memasuki kamar mandi dengan membawa semua pakaiannya yang bersih. Dia memang mempunyai kebiasaan mandi yang cukup lama. Saat Crysan sudah selesai dengan ritualnya, dia keluar tanpa memperhatikan sekeliling. Dimana Ridho tengah duduk di tepi ranjangnya. Dengan sebuah buku berada ditangannya. Ridho hanya tersenyum kecil sesekali terkikik melihat sketsa yang dibuat oleh Crysan. Merasa ada yang aneh dengan kamarnya, Crysan langsung menoleh ke belakang. Cewek ini siap melempar apa saja yang dekat dengannya ke arah orang yang dengan santainya duduk diranjangnya.


Melihat kegiatan yang sedang dilakukan oleh Ridho, cewek itu menghampiri Ridho dengan mata melotot. Merampas sketchbook miliknya dan langsung menutup buku itu. Memindahkan sketchbook dari tangan Ridho ke dalam pelukannya. Ridho hanya melongo dengan apa yang dilakukan Crysan. Iya, cowok ini memang sedikit lancang karena menyentuh barang orang lain yang cukup pribadi. Crysan menghela nafas sejenak sebelum berjalan ke meja belajarnya. Menarik kursi dan duduk disana. Mengamati Ridho dari tempatnya. Sedangkan Ridho, hanya melihat Crysan dengan tatapan yang sama seriusnya dengan cewek itu. Crysan berdecak kesal karena tatapan Ridho itu.


" Aku minta maaf deh. Maaf karena buka sketchbook kamu tanpa izin ", ucap cowok itu masih bertahan dengan posisinya. Malah sekarang salah satu kaki Ridho sudah dinaikkan ke ranjang Crysan.


Crysan tampak ingin menyela tapi, diurungkannya karena percuma menyela omongan Ridho. Cewek ini memilih diam dan matanya berlarian ke arah lain. Kemana saja yang penting tidak bertabrakan dengan mata elang milik Ridho. Melihat Crysan yang hanya diam, Ridho memutuskan untuk meneruskan ucapannya.


" Kamu nggak cantik kalo cemberut ", lagi Crysan melihat ke arah cowok itu dan tambah cemberut. Tak tahan melihat ekspresi Crysan, Ridho lantas menghampiri cewek itu.


Ridho berjongkok di depan Crysan. Menggenggam kedua tangan Crysan sehingga memaksa Crysan untuk melihat ke cowok itu. Ridho hanya tersenyum memamerkan deretan giginya yang putih itu. Crysan berusaha melepas genggaman Ridho tapi nihil. Yang ada malah Ridho semakin menggenggamnya dengan erat.


" Lepasin kak, ih! ", kesal Crysan dengan segala tingkah Ridho.


" Oke, aku pulang ya. Jangan cemberut gitu, nanti nggak cantik ", ucap Ridho sambil mencubit kedua pipi Crysan. Crysan tersenyum tipis, benar-benar tipis sampai Ridho tidak bisa melihatnya*.


Flashback off


Kembali Crysan menghela nafas pelan, vanilla cheesecake yang tadi diantar oleh ibunya juga tinggal menyisakan satu potongan kecil. Segelas susu putih yang diantar bersama kue itu juga tersisa setengah. Tapi, kedua benda itu tak membuat Crysan melupakan tingkah menyebalkan Ridho.


***


Satu minggu berlalu, di hari Sabtu ini, Crysan berencana untuk menghabiskan waktu dengan jalan-jalan di mall atau sekadar hangout dengan Avni dan Nadya. Ketiganya sudah berjanji untuk bertemu di salah satu pusat perbelanjaan yang cukup terkenal di wilayah Jakarta Selatan. Crysan dengan diantar oleh ayahnya, memilih datang lebih awal dari pada yang lain. Sampai di tempat yang dia tuju, Crysan sempat terkejut karena melihat Nadya yang suka terlambat sudah datang terlebih dahulu. Nadya melambaikan kedua tangannya dan Crysan segera menghampiri temannya itu.


" Cantik bener neng, mau janjian sama siapa ?", tanya Nadya dengan kedua alis yang dia naik turunkan. Bermaksud menggoda Crysan, dan cewek itu hanya tertawa pelan. Tak lama kemudian Avni datang bersama cowok yang sudah tidak asing lagi bagi Crysan. Cowok itu, Eki.


" Sorry telat. Tadi nunggu jemputan, datangnya lama soalnya ", jujur Avni dan mendapat cubitan di pipi kanan cewek itu.


" Udah yuk, langsung masuk aja ", ajak Crysan dan langsung diangguki oleh Nadya juga Avni. Eki hanya memasang wajah datar.


Bram sama sekali tidak peduli kalau sekarang mereka ada di tempat umum. Setelah Eki berdehem, barulah Bram melepas pelukannya. Bram langsung menggandeng Crysan menuju tempat Eki, Avni, dan Nadya berada. Mereka kemudian melanjutkan acara hari Sabtu itu dengan menonton film. Tentu saja ini usul dari Avni yang termasuk ke dalam film lovers. Nadya yang melihat kedua pasangan yang berjalan didepannya itu lantas menelepon Firdaus yang sering absen. Setengah jam sebelum film main, Firdaus sudah hadir diantara mereka berlima. Memasuki bioskop, Bram sama sekali tidak melepaskan Crysan dan membiarkan cewek itu jauh dari jangkaunnya.


" Udah biasa hangout kayak gini? ", tanya Bram setengah berbisik kepada Crysan. Cewek itu hanya mengangguk tapi, sedetik kemudian dia menggeleng.


" Kalo hangout sama Avni dan Nadya sih sering. Tapi kalo kayak triple date gini nggak pernah ", jawan Crysan sambil melihat wajah Bram.


Andai aja yang duduk disamping aku itu Kak Ridho bukannya Kak Bram. Batin Crysan jauh menerawang bersama lamunannya setelah menjawab pertanyaan Bram. Crysan kini sudah terfokus pada film yang dipilih oleh Avni tadi. London Love Story 2.


Selesai dengan kegiatan melelahkannya Crysan menawari Avni dan Nadya untuk mampir kerumahnya. Dan apa yang dia lihat? Ridho sudah dengan santainya, duduk manis di sofa ruang tamu rumahnya. Di depan Ridho ada Farra, ibu Crysan yang sedang menanyakan beberapa persoalan kepada Ridho. Crysan melangkah mendekat dan menyalami ibunya. Pandangannya tak lepas dari Ridho. Cewek itu menyipitkan matanya dan menuntut jawaban dari Ridho. Sebenarnya tidak masalah Ridho datang kerumahnya. Namun, kali ini menjadi masalah karena di belakang Crysan ada Avni, Nadya, Eki, Firdaus, dan jangan Lupakan Bram.


Rasanya kenapa mau pingsan ya? Tanya Crysan dalam hati. Memang rasanya tubuh kecilnya itu ingin pingsan. Duduk di sebelah Ridho, dan memilih bersandar pada bahu cowok itu. Tentu saja Crysan tidak sadar dengan apa yang dia lakukan. Ibunya sudah pergi ke dapur untuk mengambil minuman dan beberapa camilan. Setelah Farra mempersilakan teman Crysan duduk, wanita tiga puluh tahun itu hanya tersenyum melihat tingkah putrinya. Ridho juga tersenyum melihat tingkah Crysan, cowok itu bahkan bersikap seolah tak ada orang didepannya.


" Jangan bobok di pelukan kakak, Sya. Nggak malu diliat sama Bram? ", bisik Ridho dan dengan cepat Crysan beringsut dari pelukan Ridho.


Cewek ini hanya tersenyum malu kepada lima orang yang tengah melihatnya. Enam orang ditambah dengan Ridho. Wajahnya kembali cemberut karena melihat Ridho ada didekatnya. Ridho sebenarnya sedikit risih dengan tatapan tajam Bram. Cowok ini berusaha menahan kalimatnya yang akan dia keluarkan karena lagi dan lagi melihat Bram bersama dengan Crysan.


Peduli setan sama perasaan gue. Gue sayang sama Risya, masa bodoh sama 'D'. Pikir Ridho mencoba menepis apa yang selama ini mengganjal dipikirannya juga di hati cowok berdarah Inggris ini.


Hari demi hari telah berlalu, dan tanpa disadari sekarang adalah Senin. Hari yang paling dibenci banyak orang. Langkah kaki Crysan terasa sangat berat. Setelah membantu Miss Melody membawa buku tugas bahasa Inggris ke kantor guru tadi, Crysan ingin langsung pulang. Ketiga temannya? Jangan dintanya, sekarang Avni, Nadya, dan Firdaus sangatlah tidak kompak dengan Crysan. Avni yang sibuk bermesraan dengan Eki. Firdaus juga sibuk berduaan dengan Nadya, PDKT kata mereka berdua saat Crysan iseng bertanya waktu itu.


Crysan sempat terpental ke belakang karena seseorang dengan lancangnya menarik tas punggung coklat milik Crysan. Andai saja tidak ada lengan kokoh yang menahan dirinya, bisa dipastikan cewek ini jatuh ke belakang. Crysan sekarang sudah sangat menghafal apa saja yang sering dilakukan Ridho, terutama hal seperti ini.


" Kak Ridho lepasin ini tempat umum nggak punya malu ", ucap Crysan asal tanpa menoleh ke belakang. Orang yang tengah menahan Crysan ini hanya diam dan tak bereaksi.


" Kak, lepasin. Kak Ridh....", ucapan Crysan terhenti saat melihat orang yang ada di belakang cewek ini adalah Bram. Bukan Ridho, dan dari posisinya Crysan bisa melihat Ridho yang sedang berjalan menuju arahnya.


" Pulang bareng gue? ", tanya Bram cepat dan menatap Crysan seolah menilai dari atas sampai bawah. Crysan hanya diam tak menjawab.


" Sya, sorry lama. Pulang sekarang ?", tanya Ridho setelah berada dekat dengan Bram juga Crysan.


" Emh...aku pulang bareng sama... "