
Salah satu orang yang bahagia dengan menjauhnya Crysan dari Ridho adalah Karin. Pasalnya cewek centil satu ini telah lama menaruh hati pada Ridho. Juga Helen yang masih tergila-gila dengan Bram, semakin leluasa mendekati mantan kekasihnya itu. Dua orang yang benar-benar kompak dengan rencana yang mereka lakukan. Di bawah kendali seseorang tentunya. Memang Karin dan Helen terkenal sangat sadis di Wijaya Bakti, baik omongan maupun sikapnya yang jauh dari kata sopan. Jangan lupakan Marsya, mantan Bram yang juga sempat membenci Crysan. Duduk di teras rumahnya, Karin tersenyum sinis. Menatap sebuah foto dan nomor ponsel seseorang. Foto yang menampilkan seorang cowok dan cewek berambut hitam panjang tengah asyik berduaan di salah satu mall. Foto yang sempat diambil Karin beberapa waktu lalu. Tanpa sepengetahuan kedua objek itu tentunya.
Sekarang pandangannya berpindah kepada cewek lain yang kemarin baru saja menginjakkan kakinya di Indonesia. Cewek itu adalah sepupu Karin. Sahabat sekaligus cinta pertama Ridho, mungkin. Cewek itu adalah Daniella. Orang yang Karin tahu sangat ditunggu kehadirannya oleh Ridho. Bahkan sampai saat ini, cowok itu belum tahu kalau bidadarinya sudah kembali dari California. Saat ditanya, Daniella hanya menjawab dengan senyuman. Ya, cewek itu akan kembali sekolah di tempat yang sama saat dia pergi dulu. SMA WIJAYA bakti, tempat dimana Daniella bertemu dengan Ridho. Dekag dengan cowok itu dan dilupakan oleh cowok itu.
" Hei, Rin. Mau temenin aku cari perlengkapan sekolah? ", ajak Daniella kepada Karin yang langsung disetujui oleh sepupunya itu. Memilih berjalan lambat agar langkahnya tidak sejajar dengan Daniella, Karin sempat tersenyun sinis.
" Daniella, tungguin aku ", teriak Karin penuh dengan kepalsuan.
Sore yang cerah, tanpa mendung di atas sana. Tapi, lain lagi dengan Crysan, dia sudah muram sama seperti awan mendung yang siap memuntahkan air hujan yang ditampung oleh sang awan. Avni, Nadya, dan Daus sampai berdecak berkali-kali melihat wajah tak bersahabat Crysan. Hampir beberapa minggu ini, Crysan jarang berkomunikasi dengan siapapun. Crysan terlihat menjadi pendiam. Bukan Crysan yang ceria dan selalu bersikap cuek kalau diejek teman satu kelasnya. Tengah asyik dengan pikirannya yang melayang ke negeri antah berantah, Crysan dikejutkan dengan dering ponselnya sendiri. Membuka layar kunci dan membaca pesan yang masuk. Bukan, itu bukan pesan dari nomor yang meneror Crysan kemarin. Tetapi, pesan dari nomor Ridho.
From : Kak Ridho
Hay, lg sibuk nggak? Nanti gue jemput, dandan yg cantik ya.
Crysan masih menimbang, apakah dia akan membalas pesan dari Ridho atau tidak. Masalahnya ini pertama kali Ridho mengirim pesan setelah Crysan menjauhi cowok itu. Juga Ridho yang selalu menghindari Crysan setiap mereka berpapasan. Akhirnya, dengan tangan gemetar, Crysan membalas pesan itu. Bodoh memang, dia sudah berjanji untuk tidak mendekati Ridho. Entah, janji kepada siapa yang penting Crysan tidak mau mendapat teror lagi. Tidak ada balasan setelah itu. Setelah Avni pulang, kemudian disusul oleh Daus dan Nadya yang pulang kini tersisa Crysan yang ada di ruang tamu. Merenung menatap toples kue kering yang masih penuh. Sesekali memutar toples itu atau menggesernya ke tempat lain. Sungguh, Crysan asyik mencari kesibukan sendiri. Bahkan dia lupa kalau Ridho akan menjemput dirinya. Crysan sudah tidak peduli lagi.
20 menit kemudian....
Ridho sudah sampai di depan rumah Crysan. Dengan tampilannya yang sangat casual. Ridho berdiri di samping mobil SUV-nya dengan sebuket bunga krisan warna merah muda. Sebenarnya ini sedikit aneh untuk Ridho tapi, mau bagaimana lagi. Ini demi papanya yang sempat bertanya perihal Crysan. Dan itu juga gara-gara mbak Sus yang tak sengaja mengatakan kalau Ridho memiliki pacar yang sangat cantik dan baik hati.
*Flashback
Makan malam itu berlangsung secara damai, tanpa keributan seperti biasa. Tanpa permintaan aneh dari Lucky agar Ridho tidak satu meja dengannya. Atau tanpa lirikan sadis, sinis, juga tatapan kebencian dari mamanya. Sungguh malam yang indah bagi Ridho. Mbak Sus, asisten rumah tangga dirumahnya yang memang tinggal di rumah itu datang mengantar makanan pencuci mulut.
" Maaf, tuan. Saya mau bilang sama tuan kalau......", Mbak Sus berbisik di telinga papa Ridho dan juga telinga Lusi, mama Ridho. Berbeda dengan Lusi yang reaksinya biasa saja, Adi sang papa lantas tersenyum.
Selesai makan malam, Adi menarik tangan putranya itu menuju ke halaman belakang. Tanpa sepengetahuan kedua orang tersebut, Lisa mengikuti mereka dan menguping pembicaraan antara ayah dan anak itu. Lisa sempat menegang ditempatnya. Ridho sangat menyayangi dirinya juga Lusiana, adiknya yang telah meninggal. Adik sekaligus....
" Kamu, punya pacar ya? Besok ajakin kesini. Makan siang bareng-bareng di rumah ", ucap Adi penuh semangat seperti akan mengikuti lomba tujuh belasan.
" Iya, pa. Besok ya, sekalian mau Ridho kenalin sama mama ", jawab Ridho pelan dan menekankan kata mama*.
Flashback off
Maka dari itulah, Ridho berdiri di depan rumah Crysan. Bahkan dia tak yakin kalau Crysan mau ikut dengannya. Ridho sadar dia salah menjauhi cewek itu. Tapi, mau bagaimana lagi? Dia terus diteror oleh nomor tak dikenal. Semua pesan berisi tentang Ridho yang harus menjauhi Crysan. Dan pemilik nomor itu mengaku sebagai salah satu ketua tawuran SMA lain yang merupakan musuh sekolah mereka.
Setelah berhasil membawa Crysan pergi kerumahnya, Ridho mendesah lega. Menuntun Crysan masuk ke dalam rumah dan langsung disambut ramah oleh papanya. Sedangkan, Lisa, hanya berdiri di sebelah Adi dengan tatapan yang entah sulit diartikan. Pertama kali saat Crysan menyalami tangan Lisa juga terasa dingin. Lisa hanya tersenyum manis, senyum yang tidak pernah dilihat oleh Ridho. Sebuah senyuman yang sangat ikhlas. Dalam hati Ridho mengucap syukur. Entahlah, cowok itu tidak tahu kenapa sampaj sekarang mamanya itu sangat berbeda kepada dirinya. Tidak pernah mengambil raport itu sudah biasa bagi Ridho. Dibentak apa lagi, tidak jarang Ridho mendengar suara piring atau gelas pecah. Gara-gara papa dan mamanya bertengakr, tentu saja sumber masalahnya adalah hal sepele yanh dilakukan Ridho dan Lucky.
Tanpa sadar, Lisa menarik tangan Crysan. Membawa cewek yang baru saja dikenalkan oleh putranya itu ke arah taman miliknya. Ridho dan papanya sempat beradu pandang, merasa aneh dengan perempuan berusia empat puluh satu tahun itu. Ridho dengan terpaksa mengikuti mamanya, takut kalau Crysan diintrogasi oleh mamanya itu. Tapi, semua dugaan Ridho salah. Yang dia lihat adalah Crysan yang sedang tersenyum bersama mamanya. Dua orang yang sangat berarti bagi Ridho sedang asyik berbincang di sana.
Risya berarti untukku ternyata. Tapi, D? Lagi batin Ridho mempertanyakan tentang kedudukan Crysan dihatinya. Sekali lagi, Ridho terpaut dengan cewek berinisial D yang dia tunggu. Daniella.
" Masa sih tante? Kak Ridho kayak gitu? ", tanya Crysan penasaran dengan cerita Lisa. Juga mencoba menahan sakit hatinya dengan pengakuan dari Ridho. Ridho tidak bisa mendengar percakapan itu dengan jelas karena jarak yanh memisahkan.
" Iya, dia anak yang baik. Masak kucing sakit di pinggir jalan aja dipungut dibawa pulang ", lanjut Lisa menceritakan semua hal tentang Ridho yang sempat dia ketahui sekilas lewat pengasuh Ridho dulu.
" Tante sayang banget ya sama kak Ridho? ", tanya Crysan yang langsung mengubah raut muka Lisa. Perempuan itu tampak gugup dan gelisah. Berulang kali dia ingin mengatakan sesuatu tapi dia urungkan. Crysan juga tidak mau membahas pertanyaan yang dia ucapkan tadi. Dari gelagat Lisa saja dia tahu, kalau mama Ridho ini sebenarnya menyayangi Ridho tapi, ada suatu hal yang membuatnya harus menyembunyikan rasa sayangnya itu.
" Papa nggak nyangka, mama kamu bisa akrab sama Crysan cepat kayak gitu ", gumam papa Ridho. Dan Ridho hanya tersenyum, memang saat Lucky mengenalkan Abigail waktu itu mamanya sedikit risih. Ridho tahu karena dia menilai dari gerakan tubuh sang mama yang tampak tak nyaman dengan adanya Abigail. Berbeda dengan Crysan saat ini. Apalagi kalau Ridho mengingat dulu dia pernah mengenalkan Daniella kepada papa dan mamanya. Sama, Lisa juga tampak tak nyaman. Tapi, Ridho bisa berbuat apa? Mengatakan kalau dia tidak menyukai Daniella, itu salah. Karena nyatanya dia sangat menyukai bahkan mencintai sahabat sekaligus cinta pertamanya yang tak sampai itu.
Senyuman Lisa masih mengembang sempurna saat mengantar Crysan keluar rumah megah itu. Walaupun Crysan masih kelas satu SMA, tapi dia sangat dewasa saat berbicara dengan Lisa. Khususnya membahas tentang permasalahan yang tengah menjadi topik utama dalam berita di televisi. Dari situ, Crysan tahu kalau mama Ridho itu sangat menyukai berita dan butuh teman yang bisa menanggapi obrolannya.
" Tante, Crysan pulang dulu ya ", pamit Crysan sambil menyalami tangan Lisa juga Adi secara bergantian. Bahkan Lisa sempat memeluk Crysan lama dan mencium kedua pipi cewek itu.
" Iya, sayang. Kapan-kapan main kesini lagi ya. Nanti tante ceritain sesuatu tentang....", Lisa tidak meneruskan kalimatnya. Dia melirik sekilas pada Ridho dan Crysan tahu tentang maksud Lisa. Cewek ini hanya tersenyum dan menghampiri Ridho yang siap mengantar dirinya pulang.
Baru saja Ridho dan Crysan akan membuka pintu mobil di masing-masing sisi, sebuah suara yang tak asing bagi Ridho terdengar.
" Ridho "
Panggil suara itu lembut. Menghentikan tangan Ridho yang akan membuka pintu mobil. Juga Crysan yang sudah menutup kembali pintu mobilnya. Ridho kini sudah mendekati Daniella dan memeluk cewek itu erat. Tanpa memedulikan tatapan penasaran dari Crysan. Tatapan bingung dari papanya dan tatapan tak suka dari Lisa, mamanya. Ridho lantas menggandeng Daniella masuk kembali ke dalam rumah. Melupakan Crysan yang akan dia antar pulang. Dengan senyun terpaksa dan juga mendapat tatapan bersalah dari orang tua Ridho, Crysan berpamitan sekali lagi. Pergi meninggalkan rumah Ridho, mencari taksi yang akan mengantar dirinya ke rumah.
Dia telah kembali Crysan. Kekasih dari kak Ridho telah kembali. Crysan tahu kalau air matanya mengalir, tapi dia biarkan.
Sementara di lain sisi, Daniella tersenyum puas. Ridho dengan mudah melupakan Crysan tadi. Seakan tersadar dengan tujuan sebelumnya, Ridho bangkit dan berlari menuju ke halaman rumahnya. Mencari orang yang tadi bersamanya. Tapi, nihil, orang yang dia cari sudah tidak ada.
" Crysan sudah pulang naik taksi tadi ", ucap Lisa dengan nada sinis di belakang putranya itu. Putra yang telah dia anggap sebagai anak kandung sendiri.
Maafin aku, Sya. Batin Ridho meminta maaf. Cowok itu kembali ke dalam dengan perasaan yang campur aduk. Harusnya aku tadi nggak ngelupain kamu begitu aja. Cowok itu lantas mengacak rambutnya. Frustasi dengan langkah yang dia ambil.