Contract With You

Contract With You
Bab 21



Yuhi masih kebingungan dengan apa yang harus dia lakukan. Di mana jalan yang seharusnya dia pilih.


"Jadi, kamu hanya harus membuat sebuah kecelakaan untuk Mika. Terserah kamu harus berbuat apa. Tetapi yang jadi pelaku kamu bukan aku,"


Itulah yang dibisikkan Stella pada Yuhi. Stella mengancam Yuhi, jika tidak mau menurutinya. Dan kertas yang ditunjukan oleh Stella itu adalah foto Alice dan anak Yuhi yang tengah disembunyikan oleh Yuhi.


"Jika kamu tidak mau menurut, Alice dan putra nya akan aku berikan pada Ayahmu,"


Menang terdengar sangat sederhana, namun bagi Yuhi mereka adalah segalanya. Karena jika sampai mereka ditangkap oleh Ayah Yuhi, maka mau tidak mau Yuhi harus kembali ke dalam sarang buaya yang sempat dia tinggalkan dulu.


"Darah dibalas dengan darah,"


Gumam Yuhi yang sudah berada di dalam kantornya. Matanya lebam karena terlalu banyak menangis.


Mata merahnya yang biasanya bersinar kini redup seperti langit malam.


"Mika sudah dipastikan tidak akan selamat. Tetapi Aiko. Semoga saja dia baik-baik saja," gumam Yuhi menatap lurus ke arah luar.


....


Sudah dua Minggu Aiko tidak sadarkan diri di rumah sakit. Mia kembali sadar ketika sudah 5 hari di rawat.


Seperti hari-hari sebelumnya. Mia selalu bersama Aiko di dalam ruang rawat. Tetapi aneh, sampai sekarang tidak ada yang mau memberitahu di mana Mika berada. Bahkan Leo tutup mulut tentang keberadaan Mika.


"Aku tidak paham urusan orang-orang kaya," gumam Mia yang tengah membaca buku di samping Aiko yang masih berbalut perban.


Clekk ..


Seseorang membuka pintu ruang Aiko. Leo dengan seorang lelaki pendek di belakangnya.


"Apa Nyonya sudah sadar?" tanya Leo dengan pandangan lelah ke arah Mia.


"Belum," jawab Mia lesu.


Leo berjalan masuk ke dalam dengan Yuhi yang mengikutinya.


"Jadi, bisa kamu jelaskan ini?" tanya Leo dan membuat Yuhi tersentak.


"Maaf," jawab Yuhi pelan.


Mia menutup buku yang sedang ia baca, "Memang apa yang dilakukan Tuan ini?" tanya Mia seraya menunjuk ke arah Yuhi.


Leo menghela napas dan mengambil kursi untuk untuk duduk.


Yuhi hanya berdiri di sudut ruangan. Dia diam seribu bahasa. Entah karena malu atau kebingungan masih saja mengisi kepalanya.


"Nona sudah berada di sini sejak kapan?" tanya Leo pada Mia.


"Sejak aku sadar. Banyak yang ingin aku tanyakan. Bisa kamu menjawabnya sekarang juga?" ucap Mia dengan pandangan serius ke arah Leo.


"Tentu saja,"


"Pertama, siapa penyebab semua ini? Kedua, dimana suami Aiko sekarang? Dan yang terakhir, apa hubungannya semua ini dengan Tuan di sana itu?" tanya beruntun Mia dengan nada menekan.


Mendengar apa yang ditanyakan Mia membuat Leo malah membungkam mulutnya. Rasanya dia sangat terpukul dengan apa yang terjadi saat ini.


"Cihh, lupakan. Aku yang akan menjawabnya," ucap Yuhi mendekat ke arah Mia.


"Apa maksudmu?" mata Mia membara karena marah. Sebenarnya amarahnya sudah tidak bisa ditahan lagi. Rasanya dia ingin mengamuk sekarang juga karena tidak kunjung mendapatkan jawaban.


"Untuk pertanyaan pertama mu. Penyebab dari semua ini adalah aku dan Stella. Hubunganku dengan Stella memang tidak baik, namun dia ingin aku menjalankan rencananya dengan mengancam keluargaku. Dan jika kamu bertanya dimana Mika. Dia sekarang berada di tangan Stella. Aku tidak tahu apa yang dia lakukan," jawab Yuhi dengan sesekali menghela napas.


Mia mengepalkan tangannya. Matanya menatap benci ke arah Leo dan Yuhi.


"Kami mohon maaf. Sepertinya ada yang terjadi pada Tuan Mika. Aku dengar dua hari lalu dia sudah terlihat di dalam perusahaan," ujar Leo dengan nada pasrah.


Banyak pertanyaan yang sebenarnya ingin dia tanyakan langsung pada Mika jika dia sudah sadar.


"Apa?!" ucap Mia dan Yuhi bersamaan mendengar apa yang dikatakan oleh Leo.


"Bukankah dia masih koma?!" tanya Yuhi cepat.


"Tidak mungkin dia sadar secepat itu," lanjut Mia dengan nada penasaran.


"Tidak. Dia memang sudah sadar. Yuhi kamu lupa. Kita bertiga adalah memiliki kekebalan terhadap luka yang berbeda dengan manusia biasa. Bukan hal mustahil jika Mika sembuh secepat itu," jelas Leo kembali menundukkan kepalanya.


"Tetapi jika dia sudah sadar tidak mungkin dia tidak mencari Aiko," ucap Mia kembali menyangkal apa yang diucapkan Leo.


Yuhi menggeleng pelan, "Mungkin saja kepalanya terluka dan membuat ingatannya hilang," lanjutnya dan membuat Mia dan Leo menoleh ke arahnya.


"Maksudmu Stella memanfaatkan Mika yang kehilangan ingatannya?" tanya Leo menebak-nebak apa isi kepala Stella.


"Jika itu terjadi maka, bagaimana dengan Aiko?" ujar Mia gemetaran.


"Mungkin ini bisa menjadi bukti apa yang aku katakan," Yuhi menyambar remote televisi yang berada di atas meja.


Dia menyalakan televisi ruangan tersebut dan memunculkan sebuah berita utama.


Ini berita...


"Berita terkini datang dari Presdir Perusahaan Aiha. Setelah selamat dari kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya, dia bersama tunangannya akan melakukan upacara pernikahan akhir bulan ini. Berita ini tersebar dengan luas ketika sang mempelai wanita, Nona Stella menyatakan sendiri kapan upacara pernikahan tersebut di adakan,"


"*Terima kasih untuk kesempatan yang langka ini. Aku sangat senang dengan semua ini. Awalnya aku sangat sedih ketika mengetahui tunanganku, Mika sudah menikah dengan seorang gadis desa,"


Stella menangis tersedu-sedu di depan kamera. Kemudian seorang lelaki yang tidak asing lagi berjalan ke arahnya. Dia Mika.


"Sudah jangan menangis lagi. Masalah itu sudah berlalu. Wanita ****** itu memanfaatkan ku untuk menikahi nya. Kamu adalah wanita ku sekarang,"


Mika dan Stella pun sangat mesra di depan kamera.


Dengan begini, apa yang dikatakan Yuhi benar adanya*.


"Tidak mungkin," bulir bening meluncur dengan derasnya dari mata hijau Mia. Dia sangat terpukul melihat apa yang baru saja terjadi. Dia memikirkan bagaimana nanti nasib Aiko jika melihat ini? Apa yang akan dia katakan? Apa yang akan dirasakan?


Leo tercengang sekaligus marah melihat apa yang terjadi.


Yuhi kembali mematikan televisi tersebut dan hanya menyisakan kesedihan di antara mereka.


"Akan aku bawa Aiko ke Inggris," ucap Yuhi memecahkan keheningan di antara mereka.


"Ti tidak bisa!! Kamu tidak boleh membawa Aiko ke mana-mana!" teriak Mia dengan spontan.


"Apa yang kamu rencanakan?" tanya Leo dengan khawatir.


"Semua ini salahku. Aku akan bertanggung jawab. Jika tebakan ku tidak salah, mungkin saja Aiko sedang mengandung anak Mika sekarang," jelas Yuhi.


Petir kembali menyambar Mia dan Leo.


"Aiko, sedang hamil??"


Menaklukkan Hati Si Gadis Kecil


Happy reading~