Contract With You

Contract With You
Bab 1 Season 1, Menaklukkan Hati Si Gadis Kecil



Aiko


Gadis berumur 19 tahun yang menafkahi dirinya dan ibundanya yang sedang sakit keras dengan berkerja paruh waktu di kedai makanan. Dia membayar kuliahnya dengan uang yang dia hasilkan sendiri. Hidup Aiko dipenuhi lika-liku dan air mata. Walaupun Aiko tidak seperti gadis pada umumnya, dia tetap cantik dengan rambut yang sangat panjang.


Aiko adalah gadis apa adanya, sangat ramah dan pendiam.


Aiko memiliki postur tubuh yang ramping dengan rambut pirang yang sangat panjang. Kulitnya putih dengan sorot mata seperti kristal berwarna biru yang dingin dan keras.


Mika


CEO dari perusahan terbesar di kota, siapa yang tidak kenal dengan Mika. Sejak kecil Mika sudah menduduki kursi CEO dan selalu sibuk dengan studinya. Ibunya adalah seorang desainer ternama dan ayahnya telah meninggal dunia saat Mika masih kecil. Tampangnya yang ganas walaupun sebenarnya dia penuh kasih. Mata merahnya selalu menatap sesuatu yang benar-benar berguna baginya.


Mika adalah seorang yang penuh kasih dengan pemikiran dan cepat dan teliti. Sangat bijaksana, itulah mengapa dia membuat perusahaan ayahnya menjadi nomor satu di kotanya.


Mika memiliki postur tubuh yang gagah dan tinggi. Kulitnya putih dan terawat. Sorot matanya tajam dan memiliki kesan mengerikan.


°°


Namaku Aiko. Mungkin ini adalah pertama kalinya aku menginap di hotel. Rasanya sangat aneh. Lift yang sedang aku tumpangi seperti akan membawaku pergi jauh dari bumi ini.


Lift yang ditumpangi Aiko berhenti di lantai 34. Aiko langsung mencari kamarnya. Kamar paling pojok dan memberi kesan sangat menyeramkan. Aiko membuka pintu kamar tersebut.


"Setidaknya aku hanya menginap satu malam saja," gumam Aiko. Dia meletakan tasnya dan ponsel di meja kecil dekat tempat tidur. Dia membuka jendela besar dan melihat pemandangan kota dari atas. Angin meniup rambut Aiko yang panjang.


Tanpa disadari ternyata Aiko salah masuk kamar dan seorang laki-laki tinggi berdiri di belakang Aiko yang sedang berjongkok di depan jendela.


"Gadis kecil dan lugu, ya," ucapnya, sontak membuat Aiko terkejut dan segera berbalik. Lelaki tinggi dengan baju serba hitam itu berjongkok dan mendekat ke arah Aiko memperlihatkan matanya yang berwarna merah menyala.


"Aaaaa!!! Vampir jangan takuti aku!!" teriak Aiko seraya menutupi wajahnya.


"Aku bukan vampir. Aku punya permintaan untukmu," ucapnya.


Aiko membuka matanya dan melihat lelaki itu dengan teliti. Rambutnya berantakan dengan baju serta hitam.


"T..tuan Mika! Maafkan saya, saya tidak tahu itu anda. Sepertinya saya salah masuk kamar," Aiko langsung berdiri melihat lelaki di depannya ternyata CEO perusahaan ternama. Aiko langsung berjalan cepat untuk meninggalkan Mika. Namun, Mika menggenggam tangan kanan Aiko.


"Aku punya permintaan untukmu," ucap ya lirih.


"Permintaan apa? Aku hanya gadis kecil yang tidak tahu apa-apa," jawab Aiko.


"Menikahlah denganku. Akan ku berikan apapun yang kau mau," jawab Mika.


"Apa?!"


Setengah jam yang lalu, di kediaman ibu Mika


"Mika, kau sudah berumur 24 tahun. Bukankah sudah saatnya untukmu menikah?" ibu mika yang sedang makan malam semeja dengan Mika tiba-tiba mengucapkan kalimat yang tidak ingin didengar oleh Mika.


Mika menghentikan makannya.


"Ibu, aku masih terlalu muda untuk menikah," jawab Mika santai.


"Brak!" ibu memukul meja dengan kerasnya dan membuat Mika dan para pelayan terkejut.


"Masih muda katamu! Mika, kau sudah berumur 24 tahun. Ibu sudah menyiapkan calon untukmu, Minggu depan kau harus menikah dengannya!" ucap ibu Mika dan membuat Mika kesal.


"Ibu, aku sudah memiliki calon sendiri," jawab Mika seraya berdiri.


Maaf ibu, aku berbohong padamu. Tapi aku tidak ingin dijodohkan dengan wanita pilihan ibu... ucap Mika dalam hati.


"Benarkah, bawa pulang nanti calonmu. Ibu ingin menantu ibu adalah gadis yang lugu dan tidak suka kemewahan," ucap Ibu seraya pergi meninggalkan meja makan.


Mika menghela napas.


"Baik tuan muda,"


Mika akhirnya pergi meninggalkan rumah dan menginap di hotel.


Kembali ke waktu sekarang


"Menikahlah denganku," ucap Mika.


"Apa?! T..tuan Mika anda bercanda, aku hanya gadis biasa. Mana bisa disandingkan dengan anda," jelas Aiko seraya melangkah pergi meninggalkan Mika.


"Tolong kabulkan permintaan ku. Menikah lah denganku," ucap Mika kesekian kalinya.


Mendengar ucapan Mika, Aiko berbalik dengan tanda tanya yang mengelilingi nya.


"Akan ku jamin hidupmu," ucap Mika dengan tatapan serius.


"S...saya rasa, saya tidak pantas, Tuan," sangkal Aiko. Aiko memegang dadanya yang terasa sesak.


Di tengah suasana mencekam di antara mereka, ponsel Aiko berbunyi. Aiko langsung menyambar ponselnya dan mengangkatnya.


"Halo, saya dari pihak rumah sakit. Mengabari pada anda selaku anak pasien. Ibu anda sedang koma di rumah sakit, harap anda kemari sekarang,"


"S....saya akan segera ke sana," Aiko langsung menutup teleponnya dan bergegas keluar dari kamar.


"Kamu mau pergi kemana?" teriak Mika seraya mengejar Aiko.


Aiko berlari di koridor hotel seraya menangis. Dia tergelincir karpet yang agak licin dan jatuh terduduk di lantai. Mika menghampiri Aiko dan berjongkok di dekatnya.


"Apa yang terjadi? Katakan padaku, akan ku bantu jika aku bisa," ucapnya lembut.


"Ibu saya koma. Bisakah anda antar saya ke rumah sakit? Saya harus menemuinya sekarang juga," ucap Aiko menunduk. Mika tersenyum dan mengusap air mata Aiko.


"Akan aku antar sekarang. Ayo, mobilku di bawah," Mika menggendong Aiko di depan dan berjalan menuju lantai paling bawah.


"S...saya bisa berjalan sendiri, b....bisakah anda turunkan saya," ucap Aiko dengan wajah yang memerah.


"Tidak apa-apa, lagian kamu sangat ringan," ucapnya.


Sesampainya di lantai paling bawah, Mika langsung menuju parkiran dan mengambil mobilnya. Dia meletakan Aiko di kursi depan samping supir. Mika menyalakan mobilnya dan melaju ke arah rumah sakit tempat ibu Aiko dirawat.


Sepanjang perjalanan Aiko terdiam dan menatap keluar jendela mobil yang mulai terlihat tetesan air hujan membasahi kota.


Mika melirik ke arah Aiko dan tersenyum.


"Siapa namamu?" tanyanya. Aiko menoleh ke arah Mika.


"S..saya Aiko," ucap Aiko.


"Jangan terlalu formal denganku kamu jadi gugup kan. Aku Mika," jelasnya.


Aiko hanya membalasnya dengan seulas senyum simpul di wajahnya dan berpaling lagi ke arah jendela.


Setelah beberapa waktu berlalu akhirnya Aiko dan Mika sampai di rumah sakit.


Mobil berhenti, Aiko segera keluar mobil dan berlari menuju kamar ibundanya. Mika mengikuti Aiko dari belakang.


Aiko berlari dengan terburu-buru. Dia melewati para pengunjung dan perawat yang ada di dalam rumah sakit. Sampai dia akhirnya berhenti di sebuah ruang yang diselimuti kaca. Di dalamnya sudah ada seorang pasien yang dikelilingi oleh beberapa perawat.


Menaklukkan Hati Si Gadis Kecil