Contract With You

Contract With You
Bab 13



Gadis yang sedang menuju ke kantor Mika adalah Stella. Kekasih masa kecil Mika yang sudah lama tidak bertemu. Bertahun-tahun dia tidak bertemu dengan Mika.


Tidak banyak yang tahu bahwa Mika sudah menikah. Bahkan sepertinya tidak ada yang tahu. Karena pernikahan Mika mungkin kontrak, jadi tidak dipublikasikan.


"Nona, saya mendapat kabar bahwa tuan Mika telah membeli rumah baru," ujar sopir Stella yang sedang sibuk menyetir mobil.


"Benarkah? Apa mungkin dia membeli rumah sebelum menikah denganku?" ucap Stella girang. Dia mulai berdandan dan merapikan rambut panjangnya.


"Saya doakan anda Nona,"


Di tengah-tengah keadaan ini. Sebuah ingatan masa lalu melintas dan membuat rangkaian memori indah di pikiran Stella.


Sejak dulu. Ketika sebuah perusahaan ingin melakukan hubungan atau kerjasama, terkadang mereka akan menjodohkan anak mereka agar hubungan menjadi lebih baik. Mika dan Stella juga begitu. Stella adalah nona muda dari perusahaan properti di Inggris. Ia terkenal dengan gadis yang lembut dan ramah. Namun tidak banyak yang tahu bahwa dia malah tumbuh seperti pelac*r sekarang.


Di Suatu Tempat Di Inggris


Seorang anak laki-laki sedang duduk di taman sambil memegang iPaD di tangannya. Dia Mika saat berusia 7 tahun. Mata merah dengan pipi putih bersih dan rambut yang berantakan selalu menjadi ciri khas nya.


"Apa yang sedang kamu lihat?" Stella tiba-tiba datang dan berbisik tepat di telinga Mika. Mika pun mengalihkan pandangannya pada gadis dengan rambut dikepang dua itu.


"Pergerakan saham. Perusahaan ayah sedang masa pemulihan, jadi aku diperintahkan untuk mengawasinya," jawab Mika dengan nada datar tanpa rasa ramah sedikitpun.


"Mika. Apa pekerjaan mu sudah selesai?" tanya seorang lelaki yang tiba-tiba datang. Dia ayah Mika.


Ayah Mika terkenal dengan orang yang sangat tegas namun suka memaksa. Tipe orang yang kasar namun sangat baik pada orang yang dia cintai.


Mika turun dari tempat duduknya dan berlari menuju ayahnya.


"Saya sudah menyelesaikan semuanya ayah. Apa kita bisa pulang ke tempat Ibunda sekarang?" tanya Mika seraya memberikan iPaD yang sedari tadi dia pegang.


Ayah Mika menerima iPaD tersebut, "Kita akan berangkat sekarang," ucapnya.


"Anu, paman. Apa paman dan Mika akan meninggalkan aku?" Stella berlari ke arah Mika dan menangis tersedu-sedu.


"Maaf ya Stella. Tetapi kami harus pulang sekarang," ucap Ayah Mika seraya mengusap air mata gadis tersebut.


Pada akhirnya Mika dan Stella tidak pernah bertemu lagi setelahnya. Stella memang sangat mencintai Mika, namun Mika tidak pernah membalas cintanya.


Saat Stella ingin menemui Mika lagi, dia diberi kabar bahwa perusahaan nya putus hubungan dengan perusahaan Mika saat Mika mengambil alih kursi Presdir.


Ayahnya juga menentang Stella untuk menemui Mika. Pada akhirnya sekarang Stella berbohong dan pergi menemui Mika.


°°°°


"Jangan melamun,"


Kejut Mika kepada Aiko yang sedang melamun di meja makan saat sarapan. Lamunan Aiko pun buyar dan hanya membalas Mika dengan senyuman.


"Hari ini aku akan pulang sampai larut. Tidak usah menunggu ku sampai pulang. Kamu istirahat saja," ujar Mika pada Aiko dengan wajah lesu. Raut wajahnya mudah dibaca bahwa dia pasti dipaksa untuk mengikutinya.


"Apa aku boleh ikut temanku jalan-jalan?" tanya Aiko dengan girang.


Karena setelah kejadian hari itu Aiko tidak boleh keluar rumah oleh Mika. Padahal kejadian itu sudah berminggu-minggu yang lalu.


"Tidak," jawab Mika dengan tegas dan membuat Aiko kehilangan harapannya.


"Kenapa?? Aku ingin bertemu temanku," ucap Aiko yang sudah memeluk kaki Mika seraya memohon.


"Bersikap seperti apapun aku tidak akan mengizinkan nya," jawab Mika seraya menahan tawa melihat tingkah istrinya itu.


"Ayolah, aku mohon," tetapi Aiko membalasnya dengan nada manja dan membuat Mika tidak kuat lagi menahannya. Namun di detik terakhir dia masih bisa menahannya.


"Bersikap manja pun tidak akan mempan padaku," ucap Mika seraya mengelus pelan kepala Aiko.


"Bagaimana dengan ini...cup," satu ciuman mendarat di pipi kiri Mika dan membuatnya mematung sebentar.


"Ya, sudah pergi sana," Akhirnya Mika kalah dan membiarkan Aiko pergi jalan-jalan bersama temannya.


°°°


Angin dingin mulai berhembus mengelus kulit. Daun yang berguguran ikut terbawa angin dan membuat suasana kota menjadi sedikit muram karena langit tidak selalu cerah.


"Ahchoo," gadis cantik dengan baju tebal sedang berdiri sendirian di pinggir jalan. Kemudian dia melihat ponselnya.


"Hah, dasar sialan! Membuat ku menunggu di tempat seperti ini! Dia itu manusia atau bukan sih??!!" teriak Mia dengan hidung yang memerah karena menunggu Aiko yang tidak kunjung datang.


Tidak lama setelah menyumpahi Aiko, sebuah mobil hitam berhenti di depan Mia. Dan memunculkan orang yang sedari tadi ia tunggu sampai membeku.


"Maaf membuatmu menunggu," ucap Aiko keluar dari mobil dan menyapa Mia.


"Kamu benar-benar, aku sampai membeku disini," jawab Mia dengan nada marah.


"Maaf maaf. Ayo, aku akan membelikan mu banyak makanan," ujar Aiko seraya menyeret Mia ke dalam mobil.


Mobil pun melaju menembus jalanan.


••••


"Haruskan saya temani anda nyonya?" tanya Leo ketika Aiko keluar dari dalam mobil.


"Tidak apa-apa. Mia ada di sampingku, kok," jawab Aiko seraya mengandeng Mia yang berdiri di sebelahnya.


Leo tersenyum, "Saya akan menjemput anda nanti,"


Mobil Leo melaju pergi meninggalkan Aiko dan Mia di pusat perbelanjaan.


"Kenapa kamu selalu dikelilingi oleh banyak orang tampan sih?" tanya Mia dan membuat Aiko bingung dibuatnya.


"Entahlah," jawab Aiko seraya tersenyum.


"Ahhhh, sudahlah. Ayo, masuk kedalam. Aku ingin merampok uangmu," ucap Mia seraya menarik Aiko masuk ke dalam pusat perbelanjaan yang sangat besar entah apa isinya.


Aiko dan Mia mendatangi semua tempat di sana untuk melihat-lihat dan kembali beberapa barang. Waktu berjalan sangat cepat dan tidak terasa ternyata sudah mulai malam. Sebelum pulang mereka memutuskan untuk beristirahat di kafe.


"Aku lelah," keluh Mia.


"Uangmu banyak juga ternyata," ucap Aiko seraya menyeruput kopinya.


"Tentu saja. Aku selalu berkerja keras setiap hari," jawab Mia dengan bangga.


Keduanya tertawa dan mulai membicarakan apa saja. Namun ada hal membuat Aiko terkejut. Hal sangat dia takutkan terjadi.


"Ada apa Aiko?" tanya Mia karena Aiko tidak merespon apa yang dia katakan. Karena tidak mendapat jawaban Mia mengikuti pandangan Aiko dan melihat seseorang.


Ternyata yang membuat Aiko terkejut adalah Mika yang sedang berjalan dengan seorang gadis. Gadis cantik yang menempel nempel pada Mika seperti kutu. Walaupun Aiko tahu Mika tidak merespon gadis tersebut, tetapi itu membuat hati Aiko hancur.


Entah mengapa dia merasa marah. Ada gejolak di hatinya dan membuatnya muak.


"Heh!! Bukannya itu suamimu. Bisa bisanya dia berjalan dengan wanita lain selain istrinya sendiri," kesal Mia. Kemudian dia menengok ke arah Aiko yang sudah berlinang air mata.


Aiko membulatkan tekadnya. Dia berdiri dari kursinya dan berlari menghampiri Mika yang berada tidak jauh dari dia duduk.


"Mika. Ayo, kita lihat sebelah sana," ucap gadis yang bersama dengan Mika. Gadis itu adalah Stella.


Mika hanya melihat Stella dengan datar tanpa menjawabnya.


"Mika,"


Sebuah suara membuat Mika menoleh ke arahnya. Melihat Aiko yang menatap Mika dengan tatapan kecewa.


"Apa yang sedang kamu lakukan di sini?"


Menaklukkan Hati Si Gadis Kecil