
Menerima dengan lapang dada atas ucapan kasar yang terucap dari ketua regu pasukan yang nampak geram itu, sebuah permintaan maaf yang tidak lagi mampu mendinginkan suasana yang semakin tegang membuatnya kembali mengajukan ketersediaan mereka dalam mengadu kekuatan seperti sebelumnya.
" Baiklah jika memang itu adalah putusan terbaik yang bisa kalian tawarkan, aku tidak akan segan meniadakan kalian seperti dua ahli pedang sebelumnya. " ucapnya sembari mengalungkan kedua lengannya satu sama lain ketika melihat regu pasukan yang sebelumnya nampak enggan menantang keberadaan dari Reino mulai bersiap diri dalam satu formasi.
Menutup mulut mereka dengan rapat tak kala Reino mempertanyakan setiap nama yang mewakili diri masing-masing mereka termasuk ketua regu pasukan maupun ahli sihir yang hanya mengikuti kemauan pemimpin mereka dengan keterpaksaan, ucap perkenalan diri tanpa sadar mulai terdengar tidak lama setelah gemuruh kilat yang menyambar diantara celah formasi yang mereka buat.
" [ Seperti yang telah disepakati bersama para dewa dunia ini. ] Aku akan menyisakan ketua regu pasukan yang menentang itu sebagai kelinci percobaan atas hal yang tidak aku ketahui dalam dunia ini dan meski pada akhirnya mungkin dia akan menyesali setiap perbuatan yang telah di ambilnya saat ini. Aku mohon pada kalian untuk memberinya tempat terbaik diantara orang-orang terkasih yang kalian sayangi. " gumamnya lirih sembari menari diatas serangan yang menghujani diri dengan begitu derasnya.
Mencoba memfokuskan diri terhadap opsi terbaik untuk memberikan bukti dari apa yang terucap dalam diri atas perjanjian yang disepakati mengenai hukuman yang dijatuhkan berdasar pada kemampuan khusus yang diaktifkan, sebuah aliran waktu yang terasa semakin melambat diantara dirinya dengan mereka yang menyerang membuatnya menemukan satu jawaban pasti atas kesepakatan yang pernah dituangkan dalam perjanjian oleh dewa-dewi dari dunia ini.
" Hak Istimewa Al Eral Cosmical Dx! Bangkitkan sosok " Aferia Naestapa " untuk menebus kesalahan fatalnya pada dunia setelah memaksakan kehendak egois yang dimiliki. " lanjutnya sembari mengusap jasad dari ketua regu pasukan yang hanya tersisa bagian kepalanya tak kala serangan balik yang dirinya lesatkan tidak mampu di tahan oleh kekuatan dari mereka yang menyerang dirinya.
* sjlbs * Sebuah patahan pedang yang rusak tiba-tiba di lesatkan secara cepat pada bagian dada dari Reino dan membuat patahan pedang itu masuk cukup dalam pada bagian yang sama dari luka dalam yang tercipta sebelum jiwa Reino menempati jasad kosong tanpa jiwa.
" Lihatlah kalian! Kita berhasil menjatuhkan dirinya!! Hahahaha!! " teriak ketua regu pasukan itu yang masih belum menyadari bahwa seluruh pasukan yang dirinya pimpin telah kehilangan nyawa yang bahkan jasadnya pun ikut kehilangan bentuk aslinya.
Membiarkan patahan pedang yang menancap itu untuk sementara waktu demi mencegah pendarahan diri yang semakin parah, rasa panas dan perih yang terasa begitu menyiksa kembali membuatnya mengingat rasa sakit yang sama tak kala Aya memaksakan tubuh renta yang dimiliki sebelumnya untuk dibawa paksa ke dalam dunia tempatnya berada saat ini.
" *Argh! * [ Ya ampun. Aku benar-benar ingin membunuhnya kembali. ] " pikirnya begitu menyadari bahwa luka fatal yang sebelumnya nampak dalam diri mulai mengecil dan membuatnya semakin kesakitan untuk mengeluarkan patahan pedang yang menancap dalam diri sebelumnya.
" Nah begitulah akhir dimana aku memutuskan untuk menolong mereka berdua yang nampak begitu dekat dengan kematiannya. " jelasnya pada seorang perwakilan dari kesatria elf yang duduk dihadapan dirinya begitu regu pasukan ekspedisi dari ras elf mulai tiba tidak lama setelah regu serupa dari ras manusia telah dibinasakan olehnya.
Mengakui adanya ucapan diluar nalar yang serupa layaknya kebohongan semata, bentuk tanduk rusa maupun sayap elang yang ada di punggung pemuda dihadapan dirinya membuktikan bahwasanya kebenaran dari pria yang mengakui diri sebagai titisan dewa bukanlah omongan kosong belaka terlebih pada gelang emas yang mengikat beberapa bagian dari tubuhnya.
" Baiklah, tuan- Al Eral Cosmical Dx. Saya mohon undur diri untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait hubungan antara ras manusia yang datang dan menyerangnya secara tiba-tiba. " ucap perwakilan dari kesatria elf itu sebelum pergi meninggalkan Aya yang terdiam di sudut ruangan dapur dengan ribuan tanya yang timbul dalam benaknya.
Meminta Aya untuk duduk di kursi yang sama dengan kursi yang diduduki perwakilan kesatria elf sebelumnya untuk mengucapkan rangkaian kebohongan untuk menutupi kebenaran yang sebenarnya, rasa curiga yang sebelumnya timbul tak kala mendengar bahwasanya Reino akan membela rasnya yang tidak lain adalah ras manusia mulai membuang jauh perasaan itu di waktu yang tidak lama setelah keterbukaan dari apa yang selalu Reino katakan padanya membuatnya yakin bahwa Reino tetaplah sosok tuan yang sama seperti dalam dunia sebelumnya.
" Jadi, untuk lebih jelasnya akan seperti ini. " lanjutnya mengulang penjelasan palsu pada perwakilan elf sebelumnya yang mana dalam ucapan penjelasan itu mengaitkan masa lalu kelam dari Aya yang disesatkan penduduk desa hingga akhirnya di pertemukan dengan dirinya tanpa sengaja hingga hidup bersama cukup lama dalam hutan belantara sebelum kedatangan para manusia yang mengusik ketenangan dirinya.
Mengingat kembali peristiwa yang sebenarnya terjadi pada beberapa ratus tahun sebelum pertemuannya dengan pahlawan yang menolong dirinya, rasa cemas dan khawatir yang semula sempat timbul di waktu Reino mengatakan kebohongan yang berdasar pada masa lalu kelamnya mulai mereda di waktu mendengar bahwa waktu sekarang ini merupakan waktu yang berbeda dari waktu terakhir dirinya terlempar ke dunia Reino berada.
" [Mungkin jika diperjelas kembali, di usiaku yang ke dua puluh tahun itu, aku diselamatkan oleh " Ranca Nael " dan setelah dua atau tiga tahun bertualang bersama " Neti Gryna " mengamuk atas dasar penolakan dari " Ranca " yang lebih memilih diriku. Lalu, setelah hidup selama empat atau sekitar enam ratus tahun dalam dunia yang berbeda, aku dipertemukan kembali dengan " Ranca " yang terlahir dari dunia itu dan jika dihitung kembali berdasar pada peristiwa itu dengan sekarang, kemungkinan besar ada sekitar dua atau empat tahun telah berlalu dalam waktu dunia ini. ] " pikirnya dengan serius di waktu Reino memilih untuk menuliskan sesuatu mengenai dunia tempatnya tinggal sebelumnya sebelum waktu memakan habis kenangan yang tersisa dalam ingatannya.
Melihat secara seksama sebuah mata pena dari bulu seekor unggas, pemikiran mendalam mengenai kemampuan khusus yang dimiliki hanya aktif dalam satu kesepakatan bersama membuatnya memutuskan untuk kembali mempertajam instingnya yang mulai memudar.