
" Selamat datang kembali, ketua! " ucap sapa para remaja yang membuka jalan khusus baginya menuju sebuah gedung besar bertingkat yang diatasnya tergambar lambang kesatuan dari kelompok bersenjata yang ada di bawah kendalinya.
Menyapa hangat mereka dengan melambaikan tangannya sembari menyebutkan nama-nama dari generasi muda penerus bawahan darinya, salah seorang pria yang hampir sama seusia dengan dirinya nampak senang menunggu di depan lift yang mengenakan setelan rapi dengan pin nama yang tertera di atas pin organisasi miliknya.
" Terima kasih untuk semua kerja keras kalian, Bobi. Aku sudah yakin bahwa sudah saatnya aku melepaskan posisi ini untukmu seorang dan meski aku tidak tahu bagaimana langkahmu kedepannya, aku harap bahwa nantinya kamu akan lebih baik dari apa yang aku lakukan sampai akhir ini. " ucapnya pada Bobi setelah menekan Lift menuju lantai bawah tanah yang mengurusi berbagai masalah teknis informasi rahasia yang terkoneksi dengan beberapa organisasi lain yang telah lama bekerja sama.
Mengingat kembali awal pertemuan mereka yang mana Bobi masih berada pada posisi bawahannya di masa sekolah menengah, gelak tawa dari keduanya yang sama-sama mengakui kebodohan mereka dalam pertempuran mengancam nyawa membuat Aya yang ikut menemani Reino bertanya-tanya mengenai hal yang mereka bicarakan meski taruhan nyawa waktu itu adalah kebenaran yang tidak terelakkan.
" Ho~, yeah. Setelah kepergian anda pun, kami akan bertanggung jawab memenuhi hal yang telah anda sampaikan sebelumnya. Meski kami tidak terlalu yakin dengan kemampuan kami yang masih layak untuk setara dengan anda, kami akan berusaha semaksimal mungkin dalam setiap hal yang mencakup seluruh area warisan anda. " ucap Bobi dengan sedikit rasa penyesalan akibat kelalaian yang menyebabkan luka fatal pada Reino yang membuatnya harus segera meninggalkan posisinya.
Menyatakan dengan jelas bahwa kemampuan retas yang dimiliki Reino sampai di segani beberapa organisasi pemerintah, keuangan ataupun sesama organisasi haram lainnya, penolakan yang muncul atas pujian lain dari kemampuan penggunaan senjata belati maupun senja api yang dimiliki tidaklah sehebat pada masa mudanya membuat Aya semakin yakin bahwa keputusannya untuk menarik diri Reino ke dalam dunia tempatnya berada adalah keputusan yang tepat tak kala Reino yang bahkan dalam usia senjanya masih dapat melawan beberapa sukarelawan sebagai bukti bahwa kekuatan besar dalam dirinya masih belum hilang sepenuhnya.
" [ Mungkin ini adalah saat yang tepat untuk membawa tuan Rin ke dunia asalku!] " ucap Aya dalam hati tak kala mendapati sebuah undangan pesta kostum dari remaja perempuan yang menjadi penggerak roda penghijauan yang akan diadakan di sekitar area universitas mereka.
Mengenakan set kostum dewa perang dari sebuah game pc yang cukup populer dalam era saat ini untuk dirinya sendiri maupun memberikan sebuah set kostum malaikat jatuh untuk Aya demi memberikan kesan pelengkap layaknya pasangan serasi, langkah kaki yang menjejaki setiap sisi bangunan universitas itu mulai terhenti pada sebuah ruang club dari pecinta alam yang sebagian dekorasinya mengambil tema kastel terlantar lengkap dengan para remaja yang mengenakan set kostum sekte gelap maupun penyihir dan vampir.
" [ Demi penguasa dimensi ruang dan waktu, ijinkan hambamu untuk menggunakan sedikit kuasa yang ada padamu demi meniadakan paling mengancam dihadapan diriku. ] " ucapnya dalam diam sembari melihat sebuah ritual sederhana yang sengaja dibuat untuk mendramatisir suasana di kala akhir pesta kostum sebelumnya menyisakan keberadaan dirinya, Rein dan beberapa remaja perempuan yang sebelumnya mengundang mereka.
Bersama munculnya sebuah cahaya terang diatas Reino beserta para remaja perempuan itu yang tidak lama setelahnya mulai bermunculan berbagai serbuk cahaya yang menghujani mereka, Aya yang secara sadar mengaktifkan sihir pemindahan dimensi yang sama selayaknya musuh yang pernah merapalkan hal serupa pada dirinya mulai menggenggam erat pergelangan tangan tuannya yang bersamaan dengan itu para remaja yang merasa tidak menduga akan hal mistik semacam itu akan terjadi mulai berlari menyelamatkan diri tak kala serbuk cahaya itu mulai membakar lantai maupun dekorasi.
" A!!!! Ha!!!! Ha!!! " teriaknya yang begitu kesakitan tak kala setiap bagian tubuh darinya mulai mengkerut secara perlahan bersama pandangan cahaya terang yang menyelimuti diri bersama rasa sakit itu memudarkan sisa kesadarannya.
Memeluk erat tubuh dari tuannya kembali tak kala energi yang ada disekitarnya semakin menampakkan kesamaan pada energi sihir yang dirinya kenal, sebuah mantra lain mulai diucapkan oleh Aya yang dalam keadaan sadar memukulkan telapak tangannya pada punggung Reino tepat pada bagian corak tato yang mulai memudar sebelum akhirnya beberapa pentagon yang menyatu sebagai satu rangakaian sihir kombinasi mengurung seluruh bagian tubuh dari Reino yang tidak lagi menampakkan tanda kehidupan.
" Dengan nama Dewi Kehidupan " Lavena Tyuri'i Nave. " Ijinkan dia yang menjadi saudara seperjuangan dalam pertempuran kalih ini untuk kembali menyatu dalam raga dari dunia ini! " lanjutnya tidak lama setelah menghantamkan kubus kecil yang berisikan jiwa Reino yang terbelenggu ke dalam jasad seorang pria yang nampak jelas terluka cukup dalam pada bagian dadanya.
* Blezszszbzss. Sbruuuummm!!!!!! Sdrummmsss!!! Sdrummmm!!! sdrummmsss!!! Jgerrrss!!! * Meski sempat terjadi sebuah penolakan dari jasad yang tergeletak itu tanpa sebuah sebab yang jelas, kubus yang membelenggu jiwa dari Reino mulai terhisap masuk pada jasad itu yang tidak lama setelahnya pusaran angin yang begitu kuat menciptakan badai tornado di sekitar tempat Aya berada sebelum gemuruh dari tanah yang bergetar menciptakan gunung-gunung batu yang menjulang tinggi menyerupai awan badai yang menghujani diri sebelum akhirnya sambaran kilat raksasa meluluhlantakkan tanah yang menjadi tempat Aya berdiri.
" Tidak pernah aku sangka, bahwa harapan yang berdasarkan pada keinginan semata membawaku pada dunia asing yang jauh berbeda dari dunia asalku sebelumnya. " ucapnya dengan kesadaran penuh tak kala jasad yang menjadi raga barunya masih berselimut cahaya putih dari sambaran kilat sebelumnya sebelum menggenggam erat kedua telapak tangannya hingga menampakkan kilat cahaya listrik statis yang lebih kecil dari kilat cahaya yang menyambar di sekitar tempatnya berada.
Melihat secara samar sebuah tubuh pria dengan sepasang tanduk besar serupa tanduk rusa pegunungan maupun sepasang sayap elang salju yang begitu putih bercahaya dengan balutan warna merah menyala pada bagian dada yang sebelumnya merupakan luka, Aya yang sebelumnya merasakan adanya lonjakan energi sihir di waktu penolakan jiwa Reino dengan jasad sebelumnya berhasil menciptakan bariarel pertahanan sihir maupun sihir penguat tubuh yang pada akhirnya membuatnya berhasil selamat dari gemuruh badai yang cukup mengerikan jikalau dilihat dari sudut pandang orang awam ataupun para binatang sekalipun akan dibuat gemetar ketakutan.