CEO Rei In Different World

CEO Rei In Different World
Penyesuaian dasar



Membenarkan ucapan Aya mengenai keinginan serupa untuk menjadi satu keluarga dimasa mendatang sembari menariknya kembali untuk jatuh dalam pelukan, sebuah isyarat kecil mengenai hal yang seharusnya tidak boleh dibicarakan membuat Aya menyesali ucapan itu sebelum sentilan pelan pada dahinya membuat wajah garang dari Reino kembali tersenyum seperti biasanya.


" * Arghm * Baiklah, karena kami sudah bersedia untuk membantumu menyelesaikan tugas itu. Setidaknya dalam waktu luang yang ada saat ini, kamu bisa mengingat kembali sebuah petunjuk yang berkaitan dengan peranmu itu. " ucapnya setelah memastikan tiada barang yang tertinggal dalam tas perlengkapan mereka.


Berjalan dengan beriringan menuju sumber mata air yang sempat Aya temukan demi menemukan hulu maupun hilir mata air itu yang dirasa akan menuntun mereka pada satu komunitas petualang maupun suatu perkampungan, waktu yang berlalu sepanjang pencarian tidak mematahkan semangat dari Reino yang sesekali harus menggendong tubuh Aya maupun Spia secara bergantian di saat menemui tebing curam maupun medan terjal sepanjang jalan.


" * bszptss, Sfuuuuhuuuhmmss * [ Aku harap aku bisa menemukan beberapa tanaman herbal untuk dijadikan cerutu.] " pikirnya sesaat sembari menarik nafas panjang diujung tebing curam yang secara jelas menampakkan beberapa cahaya yang dirasa sebagai sebuah perkampungan sesuai harapannya.


Menurunkan tubuh Aya dan Spia yang memeluk erat tubuhnya setelah mendaratkan tas berisi perlengkapan petualang pada giliran pertama, beberapa sosok yang dirasakan sebagai sebuah ancaman mulai menampakkan diri dari balik kegelapan yang membuatnya segera memasang badan sembari bersiap mengungkapkan kebenaran dari apa yang diucapkan Dewi Nara, sebuah rapalan sihir mulai terucap sebagai syarat pembuka kemampuan itu sebelum empat simbol dasar yang ada dalam gelang emasnya menampakkan diri dihadapan dirinya.


" [ Baiklah. Ingat kembali kemampuan mu sebagai seorang pembunuh bayaran yang berada pada situasi genting dengan nyawa yang menjadi taruhannya.] " ucapnya dalam hati sembari memastikan kesesuaian job yang di pilih sebelum menggunakan sebuah simbol misterius yang disebutkan sebagai simbol kombinasi.


" Dengan nama Al Eral Cosmical DX, aku aktifkan kemampuan khusus " All In " dengan aturan dasar yang mengikat mereka untuk bertarung penuh mengerahkan kemampuan mereka yang berani melawan, maupun pengampunan bagi mereka yang menyerah tanpa perlawanan. " gumamnya sembari mengusap pelan semua gelang emas yang mengikat dirinya.


* Gsssriiissiiiiiinngsssss * " [ Aku harap dengan adanya sedikit aturan dasar itu, mereka yang benar-benar menyerah dapat terbebas dari hukum pemusnahan. ] " lanjutnya sembari mengadu dua buah pedang besar berwarna hitam hingga menimbulkan lengkingan keras yang memekakan telinga bagi mereka yang mendengarnya.


Memeluk erat tubuh Spia di waktu badai energi menampakkan diri diantara tempat Reino berdiri, rasa syukur atas ketepatannya mengaktifkan sihir bariarel seperti waktu sebelumnya kembali menyelamatkan dirinya dari kekacauan mana yang mampu merenggut nyawa mereka.


" Bantai! " Teriaknya sembari melesat masuk ke dalam hutan belantara diantara tempat mereka berada sebelum menemukan fakta bahwa mereka yang dirasakan sebagai sebuah ancaman telah tergeletak lemas diantara semak-semak yang ada di sekitar tempatnya berada sebelumnya.


Menyusuri seisi wilayah hutan di waktu kemampuan itu benar-benar tidak dapat dihentikan secara instan membawanya pada beberapa pertemuan dengan binatang buas yang nampak kuat sebelum dirinya kembali bersama beberapa jasad dari hewan buas yang dikalahkannya dalam waktu singkat sebelum beberapa waktu setelahnya dirinya kembali lagi dengan beberapa tubuh dari mereka yang dirasa mengancam untuk dibangkitkan menggunakan hak istimewa yang berkaitan dengan beberapa sosok pilihan yang dapat dihidupkan kembali dari kematiannya.


Mengatakan secara jelas kesepakatan diantara dirinya dengan para dewa yang memutuskan hak istimewa dapat diberikan dengan perbandingan 3 nyawa kembali setelah 7 nyawa dicabut langsung olehnya, rasa takut atas kemampuan sejati dari Reino yang nampak baik padanya mulai timbul tak kala raut wajah yang tidak menampakkan tanda penyesalan masih terlihat jelas di waktu Reino mengambil beberapa harta benda dari mereka yang telah kehilangan nyawa.


" Dengan nama Al Eral Cosmical Dx, aku mohon kepada kalian yang telah mengikat kesepakatan denganku untuk memberikan tempat terbaik untuk mereka yang telah bertaruh nyawa melawan diriku yang hanya berniat membela diri dihadapan mereka. " ucapnya meminta pada para dewa-dewi dunia itu untuk memenuhi kesepakatan yang telah diputuskan secara bersama-sama.


Mengambil nafas panjang sembari mengucapkan mantra yang diajarkan oleh Dewi Nara untuk mengubah kembali gelang emas yang membelenggu diri, perasaan yang kembali dirasa tidak asing mulai membuatnya kehilangan keseimbangan yang bersamaan dengan hal itu Aya yang sebelumnya mengetahui adanya efek kekacauan mana dalam diri Reino mulai bergegas memberikan penyembuhan instan yang dikuasainya untuk mencegah tuannya kembali ke dalam mode pemulihan yang berlangsung selama beberapa hari.


" Spia! Aku mohon! Bantu aku menyembuhkan Reino! " teriaknya di waktu genting saat Reino mencoba mengatakan bahwa efek samping dari penggunaan sihir itu benar-benar membuatnya malu terhadap dirinya sendiri.


* Sdudumss * guncang energi sihir yang tiba-tiba terasa menusuk dada sebelah kanan tempat simbol penyembuhannya berada membuatnya segera mengambil barang titipannya dalam tas perlengkapan besar yang tidak jauh dari mereka sebelum meracik ramuan sederhana dan memaksakan tubuh Reino yang kehilangan kesadarannya untuk meminum habis ramuan yang dibuat olehnya.


" * Ghaks * [ Apa-apaan rasa pahit getir memuakkan ini !] " pikirnya setelah memutahkan sesuatu yang terasa begitu menjijikan dalam mulutnya tak kala mencoba mengharapkan kecupan hangat dengan sensasi luar biasa yang diberikan Aya di saat dirinya berpura-pura kehilangan kesadarannya.


" Tuan!!! Syukurlah tuan baik-baik saja!! " Teriak Aya yang langsung memeluk tubuh Reino dengan penuh semangat hingga membuat keduanya jatuh menghantam tanah cukup keras setelahnya.


Menenangkan tangis Aya yang memberikan kesan malu-malu kucing terhadap perasaan sejati yang dimiliki Aya terhadap dirinya sempat ingin membuatnya tertawa sebelum rasa menjijikan dari sesuatu yang tersisa dalam mulutnya kembali membuatnya memuntahkan isi perutnya.


" Nh, Aya. Aku harap kamu tidak kembali memasukkan sesuatu hal yang macam-macam ke dalam mulutku sebelumnya. Mengerti ? " ucapnya dengan rasa kesal yang masih bisa di samarkan melalui senyuman.


Menganggukkan kepalanya dengan senyum bahagia yang masih nampak dalam wajahnya, ucap pembenaran mengenai sesuatu yang masuk itu merupakan ramuan pemulihan yang dibuat oleh Spia dengan bahan seadanya untuk membantu memulihkan kondisi Reino yang dirasa mengancam nyawa, kekesalan yang sebelumnya hendak mencapai batasan diri di waktu mendengarkan bahan dasar ramuan yang terkesan menjijikan berubah menjadi tawa di waktu yang sama tak kala Spia mengakui kelemahannya dalam menggunakan sihir penyembuhan yang berakibat pada opsi terakhir pembuatan ramuan sebagai pelarian.