CEO Rei In Different World

CEO Rei In Different World
Pesan



Berjalan pada barisan terbelakang dari rombongan petualang baru yang berjalan mengikuti arahan petualang tingkat tinggi itu melalui jalan setapak yang perlahan mulai pudar akibat rumput liar yang tumbuh menjulang, seorang pria elf yang menaiki seekor binatang serupa raptor berwarna merah lengkap dengan balutan besi layaknya zirah pelindung lagi beberapa kantung besar berisikan anak panah sebagai penjelas bahwa pria elf itu merupakan seorang pemanah handal, sapaan sederhana dari tangan kanan yang diangkat pada pria elf itu langsung membuat batuan besar yang menutup jalan masuk menuju sebuah goa menampakkan dirinya.


" Terima kasih Erneral. " ucap petualang tingkat tinggi itu sembari memberikan koin emas yang tersembunyi diantara jarinya pada pria elf penjaga pintu masuk rahasia itu.


Membicarakan keperluan mereka pada Ernal dengan segera dan setelahnya sepucuk surat mulai di kirimkan ke sisi lain dari bukit tempat mereka berada menggunakan anak panah yang melesat begitu cepatnya, balasan tanda perijinan yang cukup lama di tunggu mereka dalam goa yang ternyata merupakan markas rahasia bagi para tentara penjaga pun tiba setelah seekor burung parkit berwarna biru dengan corak dada keputihan menjatuhkan sebuah kristal sihir berwarna putih buram.


" Seperti yang sudah dijelaskan dalam perjalanan tadi. Apa yang kalian lihat barusan merupakan salah satu cara bagi kita untuk berbagai sebuah informasi penting baik itu sebagai pesan darurat meminta pertolongan maupun perijinan untuk keluar dari area penjagaan." ucap petualang itu sembari menjelaskan bahwa dalam berbagai kejadian tertentu, pesan yang akan dikirimkan oleh para penjaga perbatasan untuk saling bertukar informasi dapat beruwujud berbagai hal.


Pesan menggunakan kertas yang diikat dengan tali dan benang untuk dilesatkan dengan anak panah dapat berarti sebagai pesan formal dalam artian sebagai pesan perijinan untuk keluar masuk zona pengawasan maupun permintaan tolong untuk mencari sesama petualang yang hilang diantara lautan pepohonan sejauh mata memandang.


" Dan tentunya, meski naga itu nampak kecil. Naga itu tidak boleh diremehkan, karena bagaimanapun juga kecepatan berlari dari naga itu hampir setara dengan djagoar hitam pelindung hutan maupun elang jambul emas yang melesat jatuh mencengangkan mangsa dari atas langit ke atas permukaan tanah dalam sekejap mata. " lanjutnya mengenai pesan darurat yang mengharuskan para penjaga perbatasan untuk mengorbankan dirinya demi keselamatan penduduk maupun petualang yang berada dalam bahaya.


Memandang satu sisi area hutan belantara yang mengingatkannya pada ucapan Afe mengenai jarak pandang mata yang memalsukan jarak perjalanan yang sesungguhnya, ucap tanya dari petualang yang menghawatirkan dirinya atas sesuatu membuatnya mengucapkan perkiraan jarak tempuh yang harus dicapai dari satu tempat penjagaan ke tempat penjagaan lain tanpa sadar.


" Seperti yang diucapkan oleh Fladis. Apa yang kamu ketahui sungguh membuat kami sangat khawatir atas potensi dasar bahwa kamu akan menjadi musuh kami di masa depan nanti." ucap Ernal begitu mendengar ucapan Reino mengenai satu sihir yang mampu mengecoh ras lain selain dari ras mereka dengan begitu mudahnya.


Tertawa sesaat yang menjadi balasan pertama atas ucapan dari Ernal membuatnya menyadari bahwa kejadian buruk yang diakibatkan oleh Fladis telah sampai ke seluruh bawahannya sebelum dirinya mengucapkan pembelaan diri pada Ernal yang menyatakan bahwa potensi perselisihan diantara mereka bukanlah sekedar rumor belaka.


Menambahkan ucapan lain yang diambil dari perkenalan dirinya mengenai dirinya yang merupakan satu-satunya sosok yang selamat dari rasnya yang musnah, sindiran halus bagi maniak perang maupun bangsawan hidung belang yang memiliki banyak pelayan kembali terucap begitu saja dari mulutnya tak kala Ernal menyingung masalah dirinya yang dapat dianggap setara layaknya pelayan jikalau kekuatan hebat yang berlawanan dengan aturan dunia diucap layaknya canda.


" Baiklah, baik. Aku hargai jawaban mu yang cukup membuatku memahami bahwa Fladis menaruh harapan tinggi pada terwujudnya kerjasama di masa mendatang bersamamu." ucap Ernal setelah memutuskan untuk menghentikan perdebatan yang semakin berat pembahasannya sebelum para petualang pemula yang diijinkan berkeliling sekitar area penjagaan kembali dengan banyak luka akibat pertarungan melawan monster tingkat menengah yang ikut menjadi bagian dari sistem keamanan tambahan dari pihak penjaga perbatasan.


Menggendong tas besar berisi perlengkapan petualang khusus yang semula di bawa oleh Aya pada punggungnya sembari menggendong tubuh Aya yang nampak begitu lelah dalam gendongan layaknya seorang putri pada dekapan dirinya sebelum memberikan hormat terakhir pada Ernal di waktu pembelajaran dasar sebagai petualang membuahkan hasil perijinan berupa kertas resmi disertai identitas diri sebagai petualang tingkat rendah yang sekaligus berfungsi sebagai tanda pengenal diri diluar batas wilayah yang disepakati bersama para pahlawan maupun perwakilan diantara para ras yang sering kali berselisih paham.


" He,em. Jadi benar bahwa bulu putih yang terlepas itu merupakan bulu yang sama dengan bulu sayap miliknya. Hehe [ untunglah bahwa Fladis benar-benar bisa membuatnya merasa nyaman dalam rumah singgah itu. ] " gumamnya sembari melihat kepergian dari para petualang pemula bersam Reino yang masih diselimuti energi sihir misterius menggunakan batuan kristal sihir yang dibawa burung parkit sebelumnya untuk melihat besaran energi yang mendasari tumbuh kembang para petualang pemula itu.


Menemlelkan secara perlahan bagian hidungnya pada hidung Aya yang sebelumnya begitu senang memainkan janggut panjang darinya yang dikatakan begitu halu lagi menggemaskan dari sudut pandang Aya, canda tawa yang menghiasi setiap langkah menuju perjalanan pulang mereka yang begitu jelas nampak bermanja-manja membuat seorang elf diantara rombongan itu mulai merapalkan mantra pengecoh agar Reino maupun Aya tidak lagi menampakkan diri diantara rombongan mereka.


" Hehe [ sedari awal niatan ku hanyalah hidup bahagia kembali dengan Raka dan karenanya aku tidak lagi peduli dengan keberadaan kalian yang terus mengusik kebahagiaan terbesarku bersama Raka. ] " tawanya menyembunyikan kebenaran bahwa dirinya sudah menyadari adanya sihir yang dirapalkan demi menyesatkan jalan bagi dirinya maupun tuannya tak kala berfikiran bahwa perpisahan diantara mereka dengan dirinya dan tuannya merupakan hal yang terbaik dimatanya.


" [ Dan meski dalam arti sebenarnya Raka dalam dunia ini telah tiada akibat tindakan bodoh dari Magenta, aku sendiri merasa bersalah pada Reino yang merupakan bentuk keberadaan lain dari Raka dalam dunia berbeda untuk disatukan kembali dalam tubuh Raka yang sebenarnya merupakan tubuh pahlawan yang mereka banggakan sebelumnya.] " lanjutnya menyesali rahasia terbesar dalam hidupnya yang tidak akan pernah dikatakan pada Reino sebagai tuannya meski menjelang kematiannya.


Membicarakan beberapa hal berbeda demi mengulur waktu untuk menjauhkan kesadaran dari tuannya atas perpisahan diantara mereka dengan rombongan petualang pemula itu mulai diakhiri dengan pelukan manja darinya yang sesekali mengigit telinga dari Reino yang masih enggan melakukan hubungan intim yang selalu diucapkannya sebagai canda.