
Hai Readers!! ketemu lagi sama Thor๐
semoga kalian puas dengan cerita nya yahh๐๐
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
Vio dalam perjalanan pulang dan ternyata Varo menunggunya. Vio jelas kesal melihatnya, apalagi Varo memegang tangannya dengan kesal. Dia memperingati Varo untuk tidak mengira kalau dirinya takut pada Varo , walau Varo berhasil membuatnya di pecat dari pekerjaannya, tapi dia tetap tidak akan pergi dari rumah Varo .
Varo jelas semakin kesal karena Vio masih berani bicara. Dia mendorong tubuh Vio ke dinding dan mendekatkan wajahnya. Vio hendak kabur, tetapi Varo menahannya dengan tangannya.
โIni adalah peringatan terakhir!โ tekan Varo .
โAnjing yang hanya tahu cara menggonggong, tidak tahu cara menggigit!โ balas Vio .
โKau bilang aku anji**?โ marah Varo dan hendak mencium Vio dengan kesal.
Tetapi, Vio tidak takut dan malah menantang Varo melakukannya. Dia menyebut Varo ngecut yang berani menyakiti seorang wanita yang sama seperti ibu Varo (sama-sama perempuan maksudnya). Dan mendengar itu, Varo mengurungkan niatnya, dia hanya menyuruh Vio untuk bersiap karena telah menolak pergi dari rumahnya.
--
Varo bermain basket dengan penuh amarah. Dia teringat saat ayahnya membawa pulang Vio dan ibunya. Dia masih tidak bisa menerima. Dan semakin mengingat dan memikirkannya, membuat emosinya semakin tersulut.
Flashback
Ibu Varo (Aletta) marah pada William karena tidak peduli padanya dan Varo . Dia marah karena William hanya fokus bekerja setiap hari, seolah pekerjaan itu lebih penting darinya dan putranya. William jadi kesal, bertengkar tiap hari telah membuatnya kenyang.
โAku dan putraku tidak penting. Tidak sepenting wanita itu. Wanita yang kauโฆโ
โBerhenti membcicarakan orang lain!โ bentak William.
โAku tidak bisa menyentuh wanita itu kan? Kau sangat mencintainya, kan? Huh?โ marah Aletta..
Tetapi, William malah tidak mau menjelaskan apapun dan menyuruh Aletta untuk berhenti membahas hal seperti itu. Aletta merasa kecewa karena William seperti tidak peduli pada putra mereka. William menjawab kalau dia peduli karena itu dia bekerja mencari uang untuk mereka lebih daripada yang orang lain lakukan.
โJadi, apa yang kau inginkan?โ
โAku yang harusnya bertanya. Apa yang kau inginkan dariku, agar kau bisa mengerti kalau aku dan putra kita perlu cinta darimu!โ
Tetapi, William malah merasa kalau dia dan Aletta punya cara pandang berbeda, dan tidak tahu harus melakukan apa lagi.
โTidak peduli seberapa banyak waktu telah berlalu, kau tidak pernah membuka hatimu untukku. Aku akan mengingatnya hingga hari mati, kau tidak pernah mencintaiku! Kau tidak pernah mencintaiku!โ Ujar Aletta.
Dan Varo ternyata melihat pertengkaran kedua orang tuanya tersebut. Dia merasa kasihan pada ibunya, dan marah pada ayahnya.
*Flashback off
Lamunan Varo mendadak terhenti karena Davin melempar bola basket ke kepalanya. Davin , Devan dan Alina datang menemuinya. Dan Davin dan Devan mengajaknya bermain bersama, sepertinya mereka mengerti kegundahan hati Varo .
--
Viona menemui Selin di cafรฉ dan memberitahu permasalahannya hingga masalah dia sudah di pecat. Selin jelas kaget dan merasa kalau Vio sangat sial dan bertanya langkah Vio selanjutnya.
โMau apa lagi, ya cari kerjaan baru,โ jawab Vio .
Dan Selin juga menyarankan Vio untuk melapor saja pada William agar William yang mengajari Varo . Vio tidak mau karena tidak ingin membuat masalah untuk William. Selin tidak bisa berkomentar lagi selain menyuruh Vio untuk berhati-hati, karena setelah ini, hidup Vio pasti tidak akan damai lagi.
--
Vio pulang ke rumah, dan melihat motor Varo yang terparkir. Dia merasa berat untuk melangkahkan masuk ke dalam rumah. William yang baru pulang, melihat Vio yang sepertinya berat masuk ke dalam rumah, menduga kalau itu pasti karena Varo . Vio dengan canggung membantah hal itu. William mengerti dan mengingatkan agar Vio memberitahunya kalau ada masalah, terutama kalau Varo mengganggu.
Vio dan William masuk ke dalam rumah sambil berbincang dengan dekat. Dan Varo yang bersembunyi di sudut, melihatnya dengan kesal*.
--