
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
--
Alice sedang membuat makan malam dengan di bantu oleh pembantunya Sisil. Sisil memuji Alice yang sangat pandai masak, dan Alice merendah dengan bilang kalau anaknya Vio lebih jago masak darinya. Pas sekali, Vio masuk dan membantu masak.
Alice bertanya kerjaan Vio hari ini, dan viona tidak berani bilang kalau dia sudah di pecat. Jadi dia berbohong.
Viona membantu mengangkat air panas. Tapi, sebuah bola tiba-tiba terlempar ke arahnya, membuat panci berisi air panas yang sedang di pegangnya terjatuh dan mengenai tubuhnya. Ibunya serta Sisil jelas panik. Dan Varo dengan tenang datang mengambil bolanya dan berkata kalau tangannya kepeleset tadi.
Viona tidak percaya karena dia yakin kalau Varo sengaja. varo malah memperingati Viona untuk tidak mencari masalah. Vio dengan tegas berkata pada Varo kalau dia tidak takut pada Varo , anak pembuat masalah.
“Jika kau tidak senang, lampiaskan padaku. Jangan pada Viona ” ujar Alice .
Dan Varo langsung mengangkat bolanya untuk melemparkannya pada Alice . Viona langsung melindungi ibunya. varo ternyata tidak melempar bola itu, dia hanya menggertak. Dan dia tersenyum sinis saat melihat Vio dan ibunya ketakutan.
William ternyata ke dapur dan melihat yang dilakukannya. Varo masih bisa berbohong kalau dia tidak melakukan apapun. Untungnya ada Sisil yang langsung memberitahu yang terjadi. Varo langsung berteriaknya menyuruhnya diam.
“Kau menyakiti Vio dan ibunya. Dan kau masih tidak mengaku?! Kau pria atau bukan?! Jika kau berani melakukannya, kau harus berani mengaku!” bentak William ( ayah Varo ).
“Okay, aku sengaja. Puas?!” jawab Varo dengan marah.
William langsung menyuruh Varo untuk meminta maaf pada Vio Dan ibunya . Varo menolak dan William langsung ingin menampar Varo . Alice langsung berteriak melarang dan William tidak jadi menampar.
“Ibu bicara padamu seumur hidupnya, tapi ayah tidak pernah mendengarnya. Tapi wanita ini, kau langsung menurut! Aku berhak untuk marah mewakili ibu!” marah Varo . Benar-benar marah dan kecewa.
Varo berlari keluar rumah dengan marah. Vio mengejarnya walau ibunya melarang. Dan hal ini membuat ibunya sedikit lemas.
Varo sudah naik ke atas motornya, tetapi Vio muncul di depannya dan melarangnya pergi hingga Varo meminta maaf padanya dan ibunya. Tetapi varo menolak dan menyuruh Vio minggir. Jika tidak, dia akan menabraknya. Vio tetap berkeras. Varo menatapnya tajam dan memainkan gas motornya dan brum…
Kiew menghindar.
“Jika kau tetap tinggal di sini, berarti kau dan aku adalah musuh!” tegas Varo dan pergi.
Flashback
Saat Ibunya di rumah sakit, ternyata Vio ada mendengar pembicaraan ibunya dengan dokter. Ibunya di diagnosis dengan kanker tulang stadium akhir. Dokter menyarankan ibunya untuk terapi dan mungkin umur Alice bisa lebih panjang dari yang di perkirakan. Alice juga ingin, tetapi dia tidak punya biaya. Vio jelas merasa sedih.
End
William lagi-lagi minta maaf pada Vio mewakili Varo . Dan juga minta maaf karena tidak bisa melindungi ibunya . Vio berkata kalau dia tidak menyalahkan William.
“Dan aku juga ingin kau menjamin satu hal, Alvaro tidak akan melakukan sesuatu apapun padaku. Tapi, aku ingin meminta persetujuanmu jika dia melakukan sesuatu pada ibuku lagi, bolehkah aku tidak menolerir nya lagi?” Ujar Vio .
William mengangguk, “Aku percaya pada penilaianmu. Dan aku juga berterimakasih banyak jika kau bisa membantuku membuat Varo sadar sekali saja kalau hal yang di lakukannya salah.” jawab William.
--
Alvaro pergi ke tempat sepi. Wajahnya penuh kemarahan.
Flashback
Varo berada di rumah sakit menemui ibunya yang dalam kondisi kritis. Dan bahkan dalam kondisi itu, ibunya masih menunggu kedatangan William. Varo bahkan berkata kalau ayahnya akan datang.
“Varo anakku, Jika aku tidak ada lagi, kau harus menjaga ayahmu.” kata Aletta dengan lirih.
Varo jelas meminta ibunya untuk tidak berkata hal seperti itu, ibunya harus bertahan dan hidup lama bersamanya. Aletta menangis dan memegang pipi Varo.
“Varo… aku… aku menyanyangimu, anakku. Aku menyanyangi….,” dan ibunya menghembuskan nafas terakhirnya.
Varo menangis histeris memanggil ibunya.
Flashback off