Between Love and Hatred

Between Love and Hatred
Chapter 12



Diperusahaan..


Asistennya Robert memberikan dua kotak kalung sesuai pesanan Tuan William. Isi dua kotak kalung itu adalah kalung dengan lambang gemini. Robert merasa kalau tahun ini sedikit berbeda karena William memesan sendiri hadiah itu untuk Varo padahal biasanya dia hanya memberi uang pada varo dan menyuruhnya membeli sendiri hadiah ulang tahun.


“Aku berencana mengurangi pekerjaanku dan secara bergantian memberikan perhatian lebih dan menjaga Varo dan Viona”


“Tapi, aku takut kalau Varo akan mengira… kalau kau mengurangi pekerjaanmu adalah karena Alice dan Viona. ” Ujar Robert.


“Dimata Alvaro, apapun yang ku lakukan selalu salah.” William sedih.


“Itu karena Anda selalu membuat Varo kecewa dan marah.” jawab Robert.


“Karena itu aku ingin memperbaikinya,” ujar William dengan serius.


--


Alina menemui Devan di café Devan yang belum di buka itu. Devan menghindangkan segelas kopi untuk Alina . Sepertinya, ada sesuatu serius yang mereka bicarakan.


“alvaro adalah orang penting bagimu Alina . Lalu, bagaimana denganmu? Apa kau orang penting juga bagi Varo ?” tanya Devan , sepertinya dia berusaha menyadarkan Alina kalau Varo tidak menyukainya.


Tetapi, Alina merasa kalau Varo juga menganggapnya sebagai orang penting. Walaupun Varo tidak mengatakannya, Alina yakin kalau Varo mencintainya karena dia lah satu-satunya wanita yang paling dekat dengan Varo .


“Jika ada wanita lain yang dekat dengan Varo , kau selalu menyingkirkannya,” ingati Devan .


“Benar. Aku punya hak!” bentak Alina.


“Hak apa?” Tanya Devan .


“Kekasih,” tegas Alina . (OMG, halu woy.)


 “Jika kau merasa seperti itu dan merasa bahagia, itu terserah padamu. Tapi hati-hatilah karena kau akan kecewa,” nasihat Devan .


Tetapi, Alina menatapnya tajam dan menegaskan kalau dia tidak akan kecewa. Devan tidak tahu lagi harus berkata apa pada Alina untuk menyadarkannya.


--


Varo sendiri merasa berat untuk masuk ke dalam rumahnya. Setelah berdiam beberapa saat, dia masuk ke dalam rumah yang gelap. Wajahnya tampak muram.


Dan dari kegelapan keluar Vio yang membawa kue ulang tahun, di ikuti oleh ibunya dan William .Mereka menyanyikan lagu ulang tahun. Melihat Vio yang membawakan kue ulang tahun untuknya, tanpa sadar Varo tersenyum lebar, dia tampak bahagia. Bahkan saat Vio menyuruhnya untuk meniup kue ulang tahun, dia langsung meniup kue tersebut.


Lampu di nyalakan. William mengucapkan selamat ulang tahun, dan Alice pun demikian. Seperti tersadar dengan situasi yang sebenarnya, wajah Varo langsung berubah kembali menjadi muram. William tidak menyadari hal tersebut, dia bahkan memberikan kotak kalung dan memberitahu Varo kalau itu adalah hadiah darinya dan Alice.


varo menerima kotak itu. Dan Sisil malah memberitahu Varo kalau hari ini adalah hari ulang tahun Vio juga. Dan walaupun hari ini hari ulang tahun Vio , tetapi Vio tetap membuat kue ulang tahun untuk Varo sendiri. Semua tersenyum dengan bahagia. Kecuali Varo .


Varo melihat kotak hadiahnya, sebuah kalung dengan liontin berbentuk lingkaran dimana ada lambang bintang ‘Gemini’. Dan Varo melihat kalau Vio juga menggunakan kalung yang sama seperti hadiah yang di terimanya.


Flashback


William memberikan hadiah tersebut terlebih dahulu pada Vio .Vio berterimakasih atas hadiah tersebut.


Flashback off


“Kalung ini…” Ujar Varo .


“Aku memberikannya juga pada Vio . Aku secara khusus memesan kalung itu untukmu. Simbol dari gemini. Bintang zodiak kau dan Vio .” jelas William .


Varo tampak lebih marah. Sepertinya, dia mengira kalau ulang tahunnya di rayakan tahun ini oleh William karena sekalian rayakan ulang tahun Vio juga. Dan Varo denga kejamnya, mendorong kue itu ke mulut Vio dan menyuruhnya untuk memakan kue itu sendiri. Semua jelas kaget dengan sikap Varo tersebut.


William sangat marah dan mulai mengomeli Varo . Varo balas marah. William sudah hendak memukul Varo , tetapi Vio melarang. Dia sendiri yang akan membalas, dan dia mendorong kue itu juga ke wajah Varo . Alice kaget dan menarik Vio . Varo marah, dan Sisil segera menahannya.


“Aku sudah bilang padamu. Jika kau melakukan sesuatu padaku, aku tidak akan menyalahkanmu. Tapi, jika kau berani menyentuh ibuku…!” bentak Vio dengan marahnya.


 Varo langsung protes pada William karena tidak memarahi ataupun menampar Vio ketika Vio bersikap seperti ini padanya. Tapi, saat dia melakukannya, William menjadi sangat marah dan menamparnya.


“Aku dan Alice tidak berselingkuh,” tegas William, agar varo dapat sadar.


“Aku tidak percaya. Mulai dari sekarang… jangan buat pesta ulang tahun untukku. Silahkan rayakan sendiri. Karena jika ada aku, aku akan menghancurkannya,” tegas Varo . “Dan ini,” sambil menunjukkan kotak hadiah William , “Aku tidak perlu,” dan membanting kotak itu.