Between Love and Hatred

Between Love and Hatred
Chapter 21



🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Viona , William dan Sisil pergi ke makam Alice ( ibunya Vio ) Vio berbicara seolah kepada ibunya kalau dia akan menepati janjinya, tinggal bersama dengan William. Dia juga akan menjadi anak yang kuat, jadi ibunya tidak perlu khawatir lagi dengannya


-----------


Usai William mengunjungi makan, robert memberikan laporan padanya kalau Varo masih belum di temukan. William meminta Robert untuk terus mencari. Robert mengerti dan dia memberitahu kalau ada satu tempat yang belum mereka kunjungi . William seolah tersadar.


Makam istrinya, ibu Varo. William pergi ke makam istrinya, dan berbicara seolah kepada istrinya untuk membantunya membujuk Varo agar mau pulang ke rumah. Dia merasa sangat khawatir pada Varo . Tanpa di sadari William, Varo bersembunyi di balik pohon besar dekat makam ibunya itu dan mendengar semua perkataan William.


“Aku tahu, dulu, aku tidak menjadi ayah yang baik. Tapi, aku akan mencoba menjadi lebih baik dari ini.” Ujar William berbicara di depan makan Aletta.


Mendengar ucapan William itu, Varo jadi terharu dan hendak keluar dari persembunyiannya.


“Alice sudah meninggalkanku,” lanjut William. Dan hal itu membuat Varo batal keluar menemuinya. “Dapatkah aku memintamu untuk memaafkannya? Hal yang pernah kami lakukan dan membuatmu marah, biarkan aku saja yang menanggungnya. Aku harap Alice dapat beristirahat dengan tenang, Aletta.”


Varo sangat marah mendengar permintaan ayahnya itu. Bagaimana bisa, ayahnya datang ke makam ibunya dan meminta ibunya untuk memaafkan ‘selingkuhan’ nya agar ‘selingkuhan’ nya itu bisa beristirahat dengan tenang.


--


Vio dan Selin pergi ke kampus usai dari makam. Selin masih membahas mengenai Varo yang kabur dari rumah seperti anak kecil. Vio memperbaiki Selin, Varo bukan kabur tapi di usir. Bagi Selin itu sama saja. Vio dan Selin juga merasa kasihan pada William karena harus mempunyai anak pembangkang seperti Varo .


Tapi, ternyata bukan. Itu orang lain yang memang tidak sengaja melempar bola dan terkena Vio . Orang itu bahkan langsung minta maaf. Selin langsung malu karena sudah salah mengira.


--


Varo pergi ke time zone untuk meluapkan amarahnya. Dia ingat saat ibunya masih hidup dan bertengkar dengan ayahnya karena ayahnya tidak pernah mencintainya. Varo benar-benar marah mengingat hal itu.


Saat dia mau keluar dari mall, usai bermain, dia tanpa sengaja melihat Vio di salah satu restoran. Vio pergi ke sana untuk melamar pekerjaan part time, tapi ternyata restoran tidak sedang mencari pegawai.


Lagi asyik melihat Vio , Varo mendapat telepon dari Davin yang memintanya untuk datang ke restoran Devan sekarang juga. Dia mau ngajak makan bersama. varo menolak karena dia sedang sibuk sekarang.


Sibuk ngikutin Vio yang pergi ke semua restoran dan mencari pekerjaan part time. Sayangnya, semua restoran menolak untuk memperkerjakannya. Vio sampai hilang semangat karena sangat sulit mencari pekerjaan.


Tidak menemukan pekerjaan, Vio memutuskan untuk mampir sebentar ke rumah lamanya. Saat masuk ke dalam rumah saja, dia sudah merasa seolah melihat ibunya . Setiap sudut rumah itu, terdapat kenangannya dengan ibunya . Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya karena merindukan ibunya. Dan semakin dia berada lama di sana, dia mulai menangis.


“Ibu, aku akan membuat rumah ini kembali menjadi milik kita lagi,” janji Vio (berarti rumah itu sekarang milik orang lain dan sedang kosong).


--