Between Love and Hatred

Between Love and Hatred
Chapter 26



Alina mengajak Varo untuk selfie. varo sedikit malas, tetapi tetap melakukannya. Alina langsung mengirimkan foto itu pada Devan dan Davin .


Devan erusaha tersenyum melihat foto itu. Sementara Davin melakukan video call pada Alina dan Varo . Dia menggoda mereka yang pasti sedang bersenang-senang. Alina membenarkan hal itu. Devan meminta Varo utnuk menjaga Alina dengan baik.


“Kau tidak memberitahu ayahku, aku dimana, kan?” tanya Varo memastikan


“Apapun yang kau ingin ku katakan, aku akan katakan seperti itu,” jawab Devan .


Dia tidak menyadari kalau Vio menengar pembicaraan mereka. Untung, belum terlalu jauh mereka bicara, Devan menyadari kehadiran Vio dan bertanya, apa Vio sudah mau pulang.


Alina dan Varo kaget mendengar Devan memanggil nama Vio . Di tambah lagi, Devan langsung mengakhiri percakapan. Karena itu, Varo langsung pergi.


Alina langsung bertanya pada Davin , dan Davin memberitahu kalau Vio bekerja di restoran Devan . Davin juga mengatakan kalau masalah pribadi dan pekerjaan itu urusan berbeda.


“Tapi itu saling berhubungan,” jawab Alina dengan nada tidak suka dan mematikan telepon.


Dia menghampiri Varo dan berkata akan meminta Devan untuk memecat Vio .


“Itu urusan Devan . Biar dia putuskan sendiri. Tapi beritahu Devan untuk tidak pernah menyebut nama gadis itu di depanku.” Ujar Varo .


“Baik, akau ku sampaikan.” jawab Alina sambil tersenyum.


------------


Devan mengantar Vio hingga ke depan restoran, dan Vio sebelum pergi bertanya pada Devan.


“Kau tahu kan dimana Varo sekarang?" Tanya Vio .


“Kau ingin menyusulnya?” jawab Devan dengan berbalik bertanya pada Vio .


“Ya, dia harus pulang ke rumah. Ayahnya menunggunya. Dan aku akan merasa sangat bersalah jika dia tidak pulang. Jangan bilang kalau kau tidak tahu, karena aku tidak akan percaya.” jawab Vio .


“Aku tidak bisa melanggar janjiku pada temanku. Sebagai gantinya, tolong bilang ke ayah Varo kalau Varo baik-baik saja. Suatu hari dia akan pulang. Dan untukmu, jika kau tidak ingin merasa bersalah pada Varo, maka tolong gantikan tanggung jawabnya untuk menjaga ayahnya selama dia tidak ada.” Ujar Devan .


Setelah Vio pergi, Devan kembali melihat foto Alina dan Varo yang di kirimkan Alina tadi. Wajahnya jadi muram.


--


Esok hari,


Saat mau pulang kuliah, salah seorang teman kampusnya memanggil Vio dan memberitahu kalau Professor Saviti memanggil Vio .


Entah apa yang di sampaikan oleh Prof. Saviti, karena muka Vio berubah menjadi sangat senang. Dia bahkan langsung pergi menemui Varo dan meminta izin untuk cuti.


--


Alina sudah mulai melakukan aktivitas kampus. Dan saat sedang melihat mading, Alina sangat terkejut melihat ada foto Vio tertempel di mading. Vio terpilih menjadi mahasiswa pertukaran. Alina sangat kesal karena merasa seolah Vio terus mengikutinya dan Varo .


Varo melihat Alina di depan mading, dan ingin ikut melihat pengumuman, tapi Alina segera menghalangi. Dia mengajak Varo pergi dan makan siang bersama.


Sepanjang jalan, Alina merasa tidak tenang. Varo menyadari hal itu dan bertanya ada apa. Tapi, Alina mengatakan tidak ada, dia hanya memikirkan tugas laporan yang harus di serahkan.


“Kau khawatir padaku ya?” tanya Alina senang.


“Ya. Kalau ada masalah beritahu aku, kita hanya berdua di sini.”jawab Varo .


“Baik. Terimakasih ya, sudah khawatir padaku,” senang Alina dan menggandeng tangan Varo .


--


Davin datang ke restoran Devan , tapi malah mendapati kalau restoran di tutup. Davin berusaha menghubungi devan, tapi tidak di angkat.


Bersambung...