
πππππππππ
Varo menangis mengingat hal tersebut.
--
Vio keluar dari kamar ibunya, dan masuk ke kamarnya. Dia juga menangis. Memohon pada dirinya sendiri untuk dapat bertahan.
Vio dan Varo menangis di tempat berbeda. Untuk hal yang berbeda.
βAku akan membuatmu menerima ibuku dan aku. Tunggu dan lihat saja!β tekad Vio dan menghapus air matanya.
βKau dan ibumu adalah musuhku,β tegas Varo .
--
Esok hari..
Viona , ibunya dan Sisil melakukan derma dengan memberikan sumbangan dan pada biksu. william keluar dan ikut melakukan derma.
Saat biksu sudah pergi, William memberikan ucapan selamat ulang tahun pada Vio . Dan Vio berterimakasih atas ucapan itu.
βViona lahir di hari yang sama seperti Alvaro. Sungguh kebetulan,β komentar sisil.
βOh! Jik kau tahu dia lahir hari ini juga, aku akan tinggal di perut ibuku sehari dua hari lagi,β komentar Vio .
Ibu langsung mencubitnya karena asal bicara. Vio tertawa dan berkata kalau dia hanya bercanda. William kemudian menyarankan untuk membuat pesta ulang tahun karena ulang tahun Vio dan Varo adalah sama.
βBiasanya, Varo merayakan ulang tahun dengan ibunya. Tapi tahun ini, ibunya sudah tidak ada lagi. Aku ingin semuanya sama seperti sebelumnya,β beritahu William.
Dan Alice mengangguk.
Saat di dalam rumah, Vio memeluk ibunya dan mengungkapkan rasa sayangnya. Ibunya juga mengungkapkan rasa sayangnya pada Vio . Dan dia mengajak Vio untuk membantunya menyiapkan kue ulang tahun untuk Varo . Vio sedikit keberatan, tetapi ibunya membujuknya, dan Vio akhirnya setuju. Membuat kue ulang tahun itu mudah.
--
βAku mencintaimu, ibu.β Ujar Varo sambil menangis.
πππππππππππππππππ
Viona pergi ke mall untuk berbelanja.
Vio pergi ke mall untuk berbelanja bahan-bahan membuat kue. Dan dia malah tanpa sengaja berjumpa dengan Devan . Devan menyapanya dengan ramah dan mengajaknya untuk berbincang sebentar. Vio menolak dengan ketus.
βNamaku Devan β perkenalkan Devan walaupun Vio tidak mau mendengarnya. βAku dan Varo , kami berbeda.β
βTapi mereka bilang kalau orang dengan tipe yang serupa bergaul dan berteman satu sama lain. Kau adalah teman Varo , jadi kau pasti punya kelakuan yang sama dengannya.β jawab Vio dengan nada Datar.
Tetapi, Devan tetap mengajak Vio berbincang dan meminta maaf karena dia tidak berencana membuat Vio kehilangan pekerjaan. Vio tidak peduli karena sekarang dia sudah jadi pengangguran. Dan orang kaya seperti Devan pasti tidak akan mengerti pentingnya pekerjaan baginya.
βItuβ¦ sekarang aku sedang berencana membuka cafΓ©. Dan aku masih kekurangan pegawai. Tolong, bekerjalah untukku,β pinta Devan .
βTidak,β tolak Vio dengan takut. βIniβ¦ pasti Varo yang menyuruhmu untuk mengerjaiku, kan?β jawab vio.
βHey, Vio Tolong bedakan. Aku sedang mencari orang yang mau bekerja untukku, bukan mengerjai orang. Sekarang, kau terima saja ini dulu dan pikirkan,β ujar Devan menyodorkankartu namanya.
Vio tidak mau mengambilnya. Tetapi, Devan meletakkan kartu nama itu dalam genggaman Vio dan langsung kabur.
--
Vio sudah pulang dan sibuk membuat kue ulang tahun. Sisil hanya berdiri memperhatikan dan memuji Vio yang sangat ahli memasak. Dia bahkan menggoda Vio yang sengaja membuat kue untuk Varo , tapi Vio membantah hal itu.
--
Alina menemui Varo di cafΓ© dan memberikan hadiah ulang tahun untuk Varo . Varo sedikit terkejut karena Alina ingat ulang tahunnya, dan dia mengucapkan terimakasih. Alina meminta Varo untuk membuka hadiahnya dan lihat. Dia menatap varo dengan pandangan penuh harap, sehingga mau tidak mau Varo membukanya.
Setelah melihat hadiah Alina , dia menyuruh Alina untuk tidak memberikan hadiah lagi padanya lain kali. Hari ini hanyalah hari yang sama seperti biasanya. Alina menolak, baginya Varo adalah orang yang penting baginya. Tampak jelas kalau Alina sangat menyukai Varo . Dan Varo tampak tidak nyaman dengan hal tersebut.
Bersambung...