Between Love and Hatred

Between Love and Hatred
Chapter 8



🍃🍃🍃🍃💓🍃🍃🍃🍃🍃


Setelah pesanan Varo siap, Vio menyemangati dirinya sendiri untuk mengantar pesanan tersebut. Saat dia  sudah menghidangkan pesanan itu, Varo meminta di bawakan air putih. Vio mengerti dan meminta untuk menunggu sebentar.


“Jadi, kau datang ke sini untuk dia atau kopi?” tanya Alina dengan kesal.


“Apa?” Varo bingung.


“Aku tahu kalau kau tertarik pada gadis itu!” bentak Alina .


“Kau berpikir berlebihan. Aku datang untuk minum kopi.”


Tetapi Alina tetap tidak percaya. Dan Devan bahkan bertanya apa sebenarnya yang hendak Varo lakukan?


Pas sekali, Vio datang dan mengantarkan minuman. Saat dia mau pergi, Varo menyuruhnya berhenti. Vio berusaha sabar dan bertanya apa lagi yang Varo perlukan? Varo langsung bangkit berdiri sambil bertepuk tangan dengan keras dan menarik semua perhatian pengunjung café.


“Ibu dari wanita ini berselingkuh dengan ayahku!” ujar Varo dengan suara keras. Dan membuat semua pengunjung dan pegawai café menjadi tertarik. Jelas, Vio merasa malu. “Ibuku baru saja di kremasi beberapa hari yang lalu, dan ayahku sudah membawanya ke rumahku. Super! Berhenti sekolah saja. Ibumu kan sudah memberi contoh cara mendapat pria kaya yang bodoh. Dan kemudian kalian akan hidup dengan nyaman. Ngapain kau masih  mau susah-susah?” Ujar Varo .


Vio benar-benar marah hingga dia memaki dan melempar cake yang ada di meja Varo ke muka (lebih tepatnya pipi) Varo dan juga melempar minuma ke baju Varo . Agar dia berhenti.


Manager yang melihat kekacauan itu segera mendekat dan meminta maaf. varo tak mau dan berteriak menyuruh manager untuk memecat Vio atau dia akan menuntut. Alina senyum sinis melihat kebencian Varo pada Vio .


--


Alina membantu membersihkan krim kue dari muka Varo . Dan Devan langsung to the point berkata kalau Varo pasti sengaja melakukan itu agar Vio di pecat. Varo membenarkan. Dan Alina membela Varo , kalau Vio memang pantas di pecat.


"Pelanggan itu Tuhan Raja. Walau semarah apapun dia, dia harus menahannya. Sebenarnya, dia itu juga salah.  Dia tidak tahu cara mengontrol emosi-nya,” komentar Alina .


“Alina , jika kau di hina hingga ke ayah dan ibumu, apa kau masih bisa tahan?” tanya Devan balik.


“Tapi, aku tidak akan pernah menjadi pegawai siapapun,” jawabnya dengan sombong. “Aku akan marah dan mau segila apapun aku, aku akan selalu benar!” jawab Alina .


“Kau terlalu membelanya.” Ujar Devan .


Davin berusaha mengambil alih agar Devan dan Alina tidak bertengkar. Davin menasehati Varo untuk bicara pada Ayahnya , karena pasti ada alasan di balik yang di lakukannya. Tetapi, Varo tidak mau dan malah marah. Dia bertekad akan membuat Alice ( ibunya Vio ) dan Vio keluar dari rumahnya.


Bersambung....


Jangan lupa Vote,like Dan comment guys!😁💓👍👍