Between Love and Hatred

Between Love and Hatred
Chapter 20



🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Varo sudah kembali ke condo. Alina datang dan memberikan makanan untuk Varo serta pelajaran kuliah tadi. Dia juga memberitahu Varo kalau dia sudah meminta izin pada dosen kalau hari ini Varo sakit. Tapi, Varo malah tidak mau belajar lagi.


“Kenapa? Kau bertengkar lagi dengan ayahmu?” Tanya Alina .


“Aku belajar dengan giat karena aku ingin mewarisi bisnis ayahku. Tapi sekarang, aku mungkin tidak harus melakukannya lagi. Terus belajar hanya akan membuatku letih sia-sia saja!” Ujar Varo .


“Lalu, apa yang akan kau lakukan selanjutnya? Kenapa tidak mempelajari hal lain?”   Ujar Alina .


“Aku tidak tahu. Yang aku tahu, aku hanya ingin pergi ke tempat yang sangat jauh!” jawab Varo .


Mendengar perkataan Varo yang ingin pergi ke tempat jauh, membuat senyum Alina tersungging. varo bisa pergi kemana saja, mau keluar kota ataupun keluar negeri, terserah, dan dia akan terus ikut dengan Varo .


"Bagaimna kalo Kita pergi ke Luar negeri? " tawar Alina .


“Luar negeri?” gumam Varo mendengar perkataan Alina tersebut.


--------


William walau tampak tidak peduli pada Varo , tapi sebenarnya dia merasa sedih dengan perkataan Varo kemarin padanya. Dia juga khawatir pada Varo . Dia kemudian memutuskan untuk ke kamar Varo , dan betapa terkejutnya dia saat melihat kalau barang-barang Varo sudah tidak ada. Lemari pakaiannya juga kosong.


William langsung panik dan menelpon Asistennya Robert. Dia segera menurunkan perintah untuk mencari Varo .


--


Varo meminta Alina memberinya waktu untuk berpikir karena masih ada sedikit masalah yang masih dia cari jawabannya.


“Masalah apa?” tanya Alina sedikit kesal.


“Bukan masalah penting, tapi aku ingin tahu.”


Dan untuk mengalihkan Varo melihat kotak makan yang Alina bawakan. Alina tahu kalau Varo tidak mau memberitahunya, jadi dia tidak memaksa.


--


Robert menemui Devan dan Davin . Dia menanyakan keberadaan Varo , tapi mereka berbohong tidak tahu karena Varo sudah tidak masuk kuliah beberapa hari ini. Devan berjanji pada Robert kalau dia akan memberitahu kalau Varo sudah menghubungi mereka. Robert mengerti dan pamit pergi.


“Kenapa kau tidak bilang Varo bersama Alina ?” tanya Davin bingung. 


Flashback


Ternyata saat Alina pergi menjemput Varo kemarin malam, Devan dan Davin diam-diam membuntutinya.


Flashback off


“Tidak.” jawab Davin .


“Biarkan saja dia sendiri dulu. Jika dia ingin pulang, dia akan pulang sendiri.” Ujar Devan .


Dan Devan langsung pergi. Davin bingung tapi ikut keputusan Devan saja.


--


Varo berdiri di dekat jendela dan melihat hadiah kalung ulang tahunnya itu. Dia ingat saat Ayahnya memberikannya hadiah itu dan ternyata sama seperti Viona . Dia juga ingat saat Ayahnya bilang dia akan kembali ketika sudah kehabisan uang, jadi tidak usah di cari.


Varo sangat marah. Dia membuka jendela dan hendak membuang kalung tersebut. Namun, dia tidak bisa. Dan karena itu, dia menjerit frustasi.


--


William berada di ruang kerjanya dan melihat fotonya semasa muda dengan Alice.


Flashback


“Aku sangat mencintaimu,” ujar William. “Maukah kau menikah denganku?” Tanya William.


Alice sangat senang mendapatkan lamaran itu, dan setuju untuk menikah dengan William. William langsung menyematkan cincin di jari Alice .


Setelah itu,


“Ayah ingin aku menikah dengan Aletta. Jika aku tidak setuju, ayah akan menyakiti Alice ” curhat William pada seorang pria.


“Kalau seperti itu, apa yang akan Anda lakukan?” tanya pria itu.


Setelah itu,


William mengenakan jas, pergi ke rumah Alice . Dia mengetuk pintu dan memanggil Alice , tetapi Alice tidak membukakan pintu. William terus memohon, tapi Alice tidak membukakan pintu sama sekali.


Flashback off


"Pada akhirnya, aku juga harus membiarkanmu pergi. Aku minta maaf. Karena membuat kekacauan di hidupmu,” sesal William.


Dia kemudian melihat fotonya bersama varo.


"Aku tidak rela kehilanganmu, Varo .”  gumam William.