
ππππππππππ
Varo menangis mengingat hal itu. Dan dengan menguatkan hatinya, dia pergi dari rumah.
Pas sekali, Alina menelponnya. Setelah berpikir sesaat, Varo mengangkat telepon Alina . Dan Alina langsung menanyakan keadaannya dan bahkan menawarkan diri untuk menjemput Varo .
βMmm,β jawab Varo .
βTunggu sebentar, ya.β perintah Alina.
Alina langsung pamit pada Davin dan Devan untuk pergi menjemput Varo . Davin mau ikut tapi Alina tidak mengizinkannya. Akhirnya, Davin tidak memaksa dan hanya meminta Alina memberitahu Varo kalau dia khawatir.
--
Dirumah ..
Viona masuk ke dalam kamarnya. Dia membereskan semua baju-bajunya. Sisil yang masuk ke kamar Vio untuk mengantarkan makanan, tentu kaget melihat Vio yang berberes. Di tambah lagi Vio bilang akan pergi dari sini dan belum memberitahu William mengenai niatnya itu.
Sisil segera berlari ke lantai bawah untuk melaporkan hal itu pada William.
William langsung naik ke atas dan bertanya apa yang Vio lakukan.
βAku mau pergi dari sini. Ibuku sudah tidak ada, aku tidak tahu alasanku untuk tetap di rumah ini.βujar Vio .
βKau harus tinggal denganku.β tegas William.
βAku tidak mau.β jawab Vio acuh.
Sisil langsung merebut koper Vio . Dia meminta Vio untuk mendengarkan perkataan William sendiri sebelum memutuskan pergi. William meminta Vio untuk jujur, apa alasan Vio tidak mau tinggal.
βAku tidak mau tinggal dan membiarkan dia menghina ku lagi.β Ujar Vio .
βTidak akan. Aku tidak akan membiarkannya. Jika kau tidak ingin melihatnya, aku akan membiarkanmu tinggal di kamar lain yang terletak di bagian berbeda rumah ini.β jawab William.
βTapi paman, kau tidak ingin dia kembali? Jika aku pergi, dia akan pulang.β Tanya Vio.
William terdiam. Dia menarik nafas dalam. βviona , kau sudah berjanji pada ibumu, bukan? Kalau kau akan tinggal denganku. Dapatkah aku menagih janji itu darimu?β Ujar William.
Viona Hanya bisa terdiam.
------
Di lapangan..
βLalu, dimana kau akan tidur malam ini?β Tanya Alina .
βMungkin hotel. Dan kemudian baru mencari tempat baru,β jawab Varo .
βMalam ini, kenapa kau tidak tinggal di condo yang ayahku belikan? Dan besok, baru kita pikirkan langkah selanjutnya.β tawar Alina .
Varo memikirkan tawaran Alina dan setuju. Alina berusaha menenangkan Varo dengan berkata kalau besok William pasti sudah tidak marah lagi. Varo merasa itu tidak mungkin karena ini adalah pertama kalinya ayahnya mengusirnya dari rumah. Sekarang, dia sudah tidak punya siapapun lagi.
βvaro , kau masih ada aku. Aku akan selalu ada di sisimu. Aku tidak akan meninggalkanmu,β ujar Alina .
πππππ
Esok hari,
Viona pergi ke makam ibunya . Dia melihat foto ibunya dan memeluknya sambil menangis sedih. Masih berat baginya melepaskan kepergian ibunya. Dan diam-diam, Varo ke sana juga dan melihat hal tersebut.
Dia hendak menghampiri Vio , namun dia kalah cepat. Ayahnya terlebih dahulu menghampiri Vio dan memeluknya. Melihat hal itu, timbul kembali rasa marah dan cemburu di hati Varo .
πππππππ
Varo kembali ke rumah saat rumah dalam keadaan kosong. Dia membereskan barang-barangnya dan membawanya. Termasuk kalung hadiah Ayahnya (ternyata waktu itu dia pungut lagi) dan sapu tangan Vio (yang waktu itu dia buang ke tong sampah, ternyata di ambil lagi).
Saat dia mau pergi, dia melihat kepulangan Vio dan Ayahnya beserta Robert dan Sisil. Varo langsung bersembunyi. Sisil membantu Vio ke kamar. Sementara itu, Robert bertanya pada William, apa dia harus mencari Varo .
βTidak perlu!β jawab William.
β William,bukankah kau khawatir pada Alvaro?β Tanya Robert.
βJika dia sudah kehabisan uang, dia akan balik sendiri! Orang sepertinya, tidak akan bisa tahan,β ujar William meremehkan Varo . Varo jelas kecewa mendengarnya.
βDia putra Anda. Aku rasa, Anda harus mencarinya.β Ujar Robert .
βDia yang bilang kalau bahkan jika aku mati, dia tidak akan kembali. Apa kau masih mau mencarinya dan membawanya kembali?β Tanya William.
Robert tidak tahu harus berkata apa. Dia merasa kalau mungkin bukan itu yang hendak di katakan Varo , tapi William tidak peduli. Baginya Varo terlalu sombong, jadi dia mau lihat sejauh apa Varo bisa bertahan.
Varo benar-benar terluka mendengar ayahnya tidak mau mencarinya.
πππππππ