Between Love and Hatred

Between Love and Hatred
Chapter 27



Beberapa hari / bulan (?) ya?


Viona dan beberapa orang terpilih telah tiba di Korea. Mereka bertemu dengan orang Korea asli dan mencicipi makanan khas Korea. Vio sangat bersemangat dan mencoba makanan-makanan itu. Mereka sedang dalam tahap untuk mempelajari kultur masakan Korea dan Thai.


Alina dan Varo ternyata juga pergi ke restoran yang sama seperti yang di kunjungi oleh Vio . Sayangnya, Varo tidak melihat Vio , melainkan Alina yang melihat. Jadi, Alina segera mengajak Varo untuk pergi dari restoran dengan alasan dia mau makan yang lain. varo sedikit kesal, tapi tetap ikut.


--


Selesai berjalan-jalan, Varo mengantar Alina kembali ke apartemennya. Sebelum Varo pergi, Alina tiba-tiba mengajak Varo untuk melakukan travelling keluar Seoul. Dia ingin mengunjungi pulau Jeju.


“Bukankah kita harus kuliah?” Tanya Varo .


“Hmmm, hanya ada kelas yang tidak perlu absen. Kita bisa mengejarnya dengan membaca buku nanti.” jawab Alina .


“Ada apa denganmu belakangan ini? Kau bertingkah aneh.” Tanya Varo penasaran dengan sikap Alina .


“Tidak. ini normal,” bohong Alina dan membujuk Varo untuk ikut.


Akhirnya, Varo bersedia. Dan Alina langsung meminta untuk berangkat besok. varo mengangguk setuju.


--


Vio sudah kembali ke kamarnya dan segera membongkar barang-barang di kopernya. Dia berteleponan dengan Selin , dan Selin merasa sangat iri. Dia juga sedih karena akan makan sendirian untuk seminggu ke depan. Selin kemudian apa lagi yang akan Vio lakukan nanti.


“Aku berencana untuk berjalan-jalan di sekitar sini. Dan kemudian besok, Professor dan petugas akan membawa kami mengelilingi kampus.” Ujar Vio berbicara lewat telpon.


“Jangan lupa untuk membeli semua barang berdasarkan list yang sudah di buat ya.” jawab Selin disebrang telpon Sana.


--


Davin masih belum bisa menghubungi devan . Dia sampai kesal dan meninggalkan pesan suara. Setelah itu, dia melempar bola basket di tangannya dengan penuh emosi.


Brak!!! Bola basket itu mengenai selin dan membuat handphone Selin jatuh serta hancur. Selin sangat kaget hingga terdiam sebelum menangis. Vio heran karena Selin tiba-tiba mematikan pembicaraaan, tapi dia nggak ambil pusing.


Davin dengan tenang menghampiri Selin dan mengambilkan handphone di lantai sambil berkata :


“Ini masih bisa di gunakan. Masih bisa.” Ujar Davin.


Selin menjerit. Dan begitu melihat wajah Davin , Selin semakin emosi. Dia mengenali Davin sebagai teman Varo dan memarahi Davin yang punya kebiasaan sama seperti Varo , melempar bola pada orang.


“Aku tidak bilang kalau aku akan kabur. Tapi saat membuat kesalahan, aku harus minta maaf terlebih dahulu, kan?” Ujar Davin .


“Tidak tahu. Kau harus mengganti hape ku dengan yang asli. Aku tidak mau imitasi.” jawab Selin kesal.


“Baikah! Tapi sekarang adalah akhir bulan, bisa tunggu hingga gaji ku keluar dulu, okay?” Ujar Davin .


“Kau berusaha mengulur waktu kan? Kau berencana untuk mengingkari janji kan?” jawab Selin menuduh davin.


“Tidak. aku hanya minta waktu. Okay?” pintan Davin .


“Tidak okay!” ketus Selin .


--


Akhirnya mereka pergi ke mall. Selin terus menggerutu karena harus menunggu hingga 2 minggu tanpa handphone nya, dan dia pasti akan mati. Sementara Davin menggerutu karena total perbaikan hape Selin adalah 6000 bath (2.800.000) dan dia pasti mati. Selin langsung menyindir Davin yang mengejeknya.


Selin kemudian mengatakan kalau urusan mereka sudah selesai, jadi mari berpisah. Eh, si Davin malah meminta Selin untuk mentraktir-nya makan (hahahaha!). Selin sampai tidak habis pikir karena Davin masih punya muka memintanya mentraktir makan.


“Aku lapar. Dan aku sudah menggunakan semua uangku untuk memperbaiki hape-mu barusan. Aku tidak punya uang lagi,” jelas Davin dengan memelas.


“Tidak mau,” tegas Selin .


Davin langsung akting kelaparan sambil memegang perutnya.


“Tidak tahu malu. Baiklah! Baiklah! Ini 50 bath ( 23.000 l!” kasihan Selin dan beranjak pergi. Tapi, dia berpikir sesaat dan balik lagi, “Ini tambahan 20 bath ( 9000 ) lagi. Uang untuk transportasi kau ke tempat kerja.” (Owwwhhh, si Selin kasihan pada Davin ).


Setelah itu, Selin benar-benar pergi sambil merutuki dirinya benar-benar sial. Davin tersenyum menatap Selin , karena Selin benar-benar baik.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Halo guys!! gimna kalian suka ga sama cerita nya??😊


kalo kalian suka jangan lupa ***Vote , Like dan comment yah!!😁😊😇


See u next time guys***!!!